Jumat, 06 Oktober 2023 Pembacaan Alkitab; Yesaya 13-15 “Pentingnya Kerendahan Hati” Aku hendak naik mengatasi ketinggian awan-awan, hendak menyamai Yang Mahatinggi! Sebaliknya, ke dalam dunia orang mati engkau diturunkan, ke tempat yang paling dalam di liang kubur. (Yesaya 14:14-15) Ayat ini menggambarkan tentang kata-kata yang sombong dari raja Babel yang ingin menyamakan dirinya dengan Allah. Raja Babel berkata, “Aku akan naik ke atas awan-awan; aku akan menyamai Yang Mahatinggi.” Namun, ayat ini melanjutkan dengan menyatakan bahwa akhirnya dia akan diturunkan ke dalam dunia orang mati, ke tempat yang paling rendah. Perlu diingat dan menjadi pelajaran bagi kita umat Tuhan bahwa kebanggaan dan kesombongan akan membawa kehancuran. Raja Babel mencoba untuk menyamai Allah dalam keagungan dan kuasa-Nya, tetapi hal ini menyebabkan dia jatuh dalam hukuman Tuhan. Ini adalah peringatan bagi kita untuk menjauhi kesombongan dan menghormati kebesaran Allah. Ayat ini juga menegaskan bahwa Allah yang Mahatinggi tidak ada tandingannya. Tidak ada yang bisa menyamai atau menandingi-Nya. Kesombongan adalah dosa. Meskipun seseorang merasa kuat dan berkuasa dalam dunia ini, pada akhirnya mereka akan bertanggung jawab di hadapan Allah dan menghadapi konsekuensi dari tindakan mereka. Jauhilah kesombongan, hormatilah kebesaran Allah, dan memahami bahwa akhirnya kita semua akan bertanggung jawab di hadapan-Nya. Ini adalah pengingat tentang pentingnya kerendahan hati dan ketaatan kepada Allah.
Kamis, 05 Oktober 2023 Pembacaan Alkitab; Yesaya 10-12 “Kekuatan dan Sukacita dalam Allah” Sungguh, Allah itu keselamatanku; aku percaya dengan tidak gementar, sebab TUHAN ALLAH itu kekuatanku dan mazmurku, Ia telah menjadi keselamatanku.” (Yesaya 12:2) Dalam kehidupan yang penuh tantangan ini, kita mungkin merasa cemas dan takut. Namun, ayat ini mengajarkan kita untuk memiliki keyakinan yang teguh dalam Allah. Sebab Ia adalah sumber keselamatan kita, dan kita dapat mempercayai-Nya dengan sepenuhnya. Bahkan, ketika kita merasa lemah, Allah yang adalah kekuatan kita, Ia yang memberikan kekuatan kepada kita untuk menghadapi segala hal yang kita hadapi. Kita tidak perlu mengandalkan kekuatan kita sendiri, karena Allah adalah kekuatan yang tak terbatas. Allah bukan hanya keselamatan kita, tetapi Ia juga nyanyian dan mazmur kita, sebab Ia yang senantiasa memberikan sukacita dan kebahagiaan dalam hidup kita. Dalam persekutuan dengan-Nya, kita menemukan kedamaian dan sukacita yang melebihi segala yang bisa dunia tawarkan. Jadi, tempatkanlah keyakinan kita sepenuhnya pada Allah, mengandalkan kekuatan-Nya, dan mengalami keselamatan serta sukacita dalam persekutuan dengan-Nya. Hal Ini sebagai pengingat tentang kasih dan kuasa Allah yang senantiasa siap menolong dan menguatkan kita.
Rabu, 04 Oktober 2023 Pembacaan Alkitab; Yesaya 7-9 IMANUEL, Allah Beserta kita Sebab seorang anak telah lahir untuk kita, seorang putera telah diberikan untuk kita; lambang pemerintahan ada di atas bahunya, dan namanya disebutkan orang: Penasihat Ajaib, Allah yang Perkasa, Bapa yang Kekal, Raja Damai. (Yesaya 9:5) Ada janji Allah yang besar tentang kelahiran seorang Anak yang akan membawa sumber harapan, kekuatan, dan damai yang kekal serta kebahagiaan bagi umat Allah, bagi dunia dan umat manusia. Hal tersebut mengingatkan kita bahwa, dalam semua kegelapan, kesulitan dan tantangan hidup, Tuhan selalu memiliki rencana penyelamatan yang indah dan penuh pengharapan. Bahkan gelar-gelar yang diberikan kepada Anak ini menggambarkan karakter dan kuasa-Nya yang luar biasa. Sebab Ia dikatakan sebagai Penasihat Ajaib, sumber hikmat dan petunjuk yang tidak dapat dibandingkan. Dia adalah Allah yang Perkasa, yang sanggup mengatasi segala hal dalam hidup kita. Dia adalah Bapa yang Kekal, yang memiliki kasih dan kekekalan yang tak berujung. Dan Dia adalah Raja Damai, yang membawa damai sejahtera yang abadi bagi umat-Nya. Bahkan dalam Yesaya 7:14, menjelaskan juga bahwa Ia bernama Immanuel, yang artinya “Allah bersama kita.” Kelahiran Anak ini adalah janji bahwa Allah senantiasa menyertai kita dalam perjalanan hidup, mengasihi kita, dan membimbing kita menuju damai dan keselamatan yang kekal. Ketika kita merenungkan Yesaya 9:5, kita menemukan harapan, kekuatan, dan kebahagiaan dalam janji Allah. Dan Anak yang lahir ini adalah Yesus Kristus, yang datang ke dunia untuk memberikan keselamatan dan membawa damai yang kekal kepada mereka yang mempercayai-Nya. Ini adalah arti dari kehadiran Yesus Kristus bagi umat manusia, DIA memancarkan cahaya terang dalam gelapnya dunia.
Selasa, 3 Oktober 2023 Pembacaan Alkitab; Yesaya 4 – 6 INI AKU, UTUSLAH AKU Lalu aku mendengar suara Tuhan berkata: “Siapakah yang akan Kuutus, dan siapakah yang mau pergi untuk Aku?” Maka sahutku: “Ini aku, utuslah aku!” Yesaya 6:8 Firman Tuhan ini harusnya mengingatkan dan menyadarkan setiap umatNya untuk selalu siap sedia dalam panggilan Tuhan. Dan Tuhan pasti akan memperlengkapi serta menyertai setiap kehidupan umatNya yang siap untuk melakukan tugasNya. Kita akan merespon dan menjawab dengan baik panggilanNya jika kita mendengar serta mengenal suara panggilan tersebut. Suara Tuhan seharusnya bisa kita dengar dalam segala aspek kehidupan Mengenal Tuhan adalah kunci untuk dapat mendengar dan menjawab panggilan Nya Setiap orang harus punya komitmen dalam membangun hubungan pribadi yang intim denganNya. Umat yang mengenalNya pasti akan meresponi setiap panggilanNya. Bukan dengan mengeluh, tetapi bersyukur karena kita dipilih Tuhan untuk melakukan pekerjaan yang mulia. Bukan karena kemampuan kita, tetapi karena kemauan kita. Matius 28:19-20 Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku . . . , Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman.” “Ketika Tuhan memanggil kita untuk sesuatu, Dia tidak selalu memanggil kita hanya untuk berhasil, Dia memanggil kita untuk taat! Keberhasilan panggilan itu tergantung pada-Nya, ketaatan tergantung kita”. ~David Wilkerson
Senin, 2 Oktober 2023 Pembacaan Alkitab; Yesaya 1 – 3 JANGAN SOMBONG Manusia yang sombong akan direndahkan, dan orang yang angkuh akan ditundukkan; dan hanya TUHAN sajalah yang maha tinggi pada hari itu. Yesaya 2:11 Kesombongan adalah masalah utama dalam kehidupan manusia. Banyak orang-orang jatuh dalam hal ini. Bahkan dalam Amsal 16:18 dikatakan Kecongkakan mendahului kehancuran, dan tinggi hati mendahului kejatuhan. Salah satu penyebab yang membuat orang tidak bisa menuai berkat Tuhan dan mengalami terobosan dalam hidupnya bukan karena tangan Tuhan kurang panjang untuk memberkati, namun karena kesombongan. Marilah kita menyadari Anugerah kasih karunia yang telah Tuhan berikan kepada kita. Semua yang ada pada kita sampai hari ini sesungguhnya berasal dari Tuhan. Ingatlah bahwa semua itu dari Tuhan, oleh Tuhan dan untuk Tuhan. Kesombongan merupakan sikap yang ditentang Tuhan dan merupakan kekejian bagi Allah. Karena itu, buanglah kesombongan dari hati kita dan bersikap rendah hatilah dalam setiap tingkah laku dan tutur kata. Sebagai ciptaan baru di dalam Kristus, seharusnya tidak ada lagi kesombongan dalam dirinya. Karena kita mengerti firmanNya bahwa Tuhan sangat benci kepada orang-orang yang tinggi hati dan sombong. Mintalah pertolongan dari Roh Kudus agar memampukan kita tetap rendah hati dalam setiap kehidupan kita. “Kerendahan hati, dasar bagi seluruh ketergantungan pada Tuhan, adalah tugas pertama dan kebajikan tertinggi manusia sebagai sebagai ciptaan, dan akar dari setiap kebajikan. Maka kesombongan, atau hilangnya kerendahan hati ini, adalah akar dari setiap dosa dan kejahatan.” ~ Andrew Murray
Minggu, 1 Oktober 2023 Pembacaan Alkitab; Yakobus 1 – 5 “PELAKU FIRMAN” Tetapi hendaklah kamu menjadi pelaku firman dan bukan hanya pendengar saja; sebab jika tidak demikian kamu menipu diri sendiri. Yakobus 1:22 Sebagai orang percaya seharusnya kita tidak hanya pandai mendengar firmanNya, tetapi haruslah menjadi pelaku firmanNya. Kehidupan orang percaya seharusnya mencerminkan kehidupan Yesus dalam hidupnya. Firman ini mengingatkan kita, agar tidak hanya menjadi pendengar saja tetapi harus menghidupi firmanNya dalam perbuatan, perkataan dan tindakan kita sehari-hari. Karena jika kita sudah mendengar firmanNya dan tidak melakukannya, berarti kita sedang menipu diri kita sendiri. Tuhan menginginkan hidup kita menjadi pelaku firman, bukan hanya pendengar. Orang yang berjuang melakukan firmanNya akan menghadapi banyak rintangan karena dunia ini dipenuhi dengan orang yang membenci dan menolak kebenaran FirmanNya. Semua ujian atau kesulitan yang datang yang terjadi dalam hidup kita, semuanya melatih iman kita. Apakah hidup kita tetap melakukan dan percaya kepada FirmanNya atau malahan hidup kita tidak lagi menghidupi dan melakukan firmanNya. Percayalah, Tuhan selalu membantu kita agar bertumbuh dan tetap kuat dalam menghadapi berbagai ujian tersebut. Kita mendengarkan firman dan kita mempraktikkan apa yang sudah kita dengarkan itu. Tapi bukan hanya mempraktekkannya beberapa kali saja, melainkan kita juga perlu terus menerus sehingga menjadi gaya hidup kita. Jika kita mengasihi Dia, berarti kita juga harus melakukan apa yang diperintahkan dan dikehendaki Nya. 1 Yohanes 5:3 mengatakan: Sebab inilah kasih kepada Allah, yaitu, bahwa kita menuruti perintah-perintah-Nya. Perintah-perintah-Nya itu tidak berat, Jika kita ingin “mengajarkan Firman Tuhan secara efektif, kita harus secara bersamaan “menghidupi Firman Tuhan.” ~ Gene Getz
Sabtu, 30 Sept 2023 Pembacaan Alkitab: Kidung Agung 5–8 NYALA API CINTA YANG SEJATI “Taruhlah aku seperti meterai pada hatimu, seperti meterai pada lenganmu, karena cinta kuat seperti maut, kegairahan gigih seperti dunia orang mati, nyalanya adalah nyala api, seperti nyala api TUHAN!” (Kidung Agung 8:6) Ini adalah bagian terakhir dari rangkaian nyanyian dan puisi indah yang disampaikan sahut-menyahut antara mempelai laki-laki dengan mempelai perempuan. Mempelai wanita mengatakan “Taruhlah aku seperti meterai pada hatimu”, maksudnya adalah agar pikiran dan hati sang mempelai laki-laki selalu tertuju kepadanya. Rasa cinta memang memiliki kekuatan yang tak tertahankan atas orang-orang yang berada di bawah pengaruhnya. Saking kuatnya cinta, sehingga bisa disamakan dengan maut, tidak ada orang yang bisa menghindar saat cinta itu datang, sama seperti tidak ada orang yang bisa menghindari kematian. Kasih itu seperti api besar yang tak terpadamkan, air yang banyak tidak dapat memadamkannya dan sungai-sungai tidak dapat meluapinya. Itulah kasih Allah kepada umat manusia, kasih sejati yang tidak bisa dihalangi oleh siapa pun. Allah menaruh pikiran dan hati-Nya tertuju kepada orang-orang yang dikasihi-Nya. Kasih itu diwujudkan dalam pengorbanan Yesus Kristus di kayu salib, dimana darah-Nya yang kudus menyucikan dosa manusia. Kasih yang dimiliki Allah lebih kuat dari maut, Kristus telah mati tetapi bangkit kembali demi kehidupan baru yang disiapkan-Nya bagi orang-orang yang dikasihi-Nya, yaitu orang-orang yang terpanggil untuk diselamatkan. Sebagai calon mempelai Kristus, kita juga harus mengasihi-Nya dengan api yang menyala-nyala, mengungkapkan betapa besarnya gairah cinta kita kepada Kristus, dan kerinduan kita untuk memuliakan nama-Nya. Nyala api cinta yang sejati tidak akan padam; baik segala penganiayaan dan penderitaan, maupun tahta dan kekuasaan di dunia, tidak ada yang dapat memisahkan kita dari kasih Kristus.
Jumat, 29 Sept 2023 Pembacaan Alkitab: Kidung Agung 1–4 JANGAN BIARKAN CINTA AKAN TUHAN DIRUSAKKAN “Tangkaplah bagi kami rubah-rubah itu, rubah-rubah yang kecil, yang merusak kebun-kebun anggur, kebun-kebun anggur kami yang sedang berbunga!” (Kidung Agung 2:15) Pada umumnya rubah bisa digolongkan sebagai hewan carnivora yang biasanya memangsa hewan lain yang lebih kecil. Tetapi ternyata rubah juga suka memakan tumbuhan liar dan tanaman di kebun. Rubah sering menggali lubang di kebun anggur dan membuat jalur di antara tanaman anggur dan celah-celah di pagar, mereka juga menggigit tunas-tunas muda tanaman anggur dan memakan buah anggur, maupun bunganya, sehingga akan menjadi rusak setelah terkena gigitan rubah. Bagian dari Kidung Agung ini mengarah pada hubungan cinta antara mempelai laki-laki dengan mempelai perempuannya. Hubungan ini menjadi gambaran hubungan antara Kristus dengan calon mempelai-Nya, yaitu gereja. Kebun anggur yang indah menggambarkan perjanjian cinta mereka. Sementara itu rubah-rubah kecil, menggambarkan para musuh yang merugikan yang mengancam untuk menggerogoti dan menghancurkan cinta yang sedang mekar dan sedang menuju kematangan yang sempurna. Seperti rubah-rubah kecil yang merusak tanaman anggur demikianlah Iblis merusakan hubungan kita & Tuhan dengan cara menanam ajaran palsu dan rasa sakit hati yang meresahkan serta menimbulkan perpecahan di dalam jemaat. Tanaman anggur yang sedang berbunga diharapkan akan tumbuh subur dan menjadi ranum; demikianlah jemaat Tuhan sebagai calon mempelai Kristus sedang dipersiapkan untuk menunggu kedatangan-Nya kembali. Tetapi tanaman anggur yang diserang rubah akan rusak sebelum bisa dipanen. Iblis akan melakukan segala cara untuk menggagalkan perjamuan perkawinan Anak Domba dengan pengantin-Nya itu terjadi. Rubah-rubah kecil harus dimusnahkan, jangan biarkan Iblis merusak rencana indah Allah atas hidup kita. Jangan biarkan sakit hati menguasai hidup kita sehingga kita kehilangan kasih dan pengampunan. Jangan biarkan segala ajaran tidak sehat masuk begitu saja ke dalam pikiran kita; karena itu kita mesti selektif dalam mendengar khotbah dan membaca renungan. Milikilah hubungan pribadi yang dekat dengan Tuhan, izinkan Roh Kudus mengoreksi dan mengarahkan jalan kita, agar ketika nanti panen raya itu terjadi kita bisa ada di dalamnya, dan supaya kita layak menjadi mempelai-Nya.