Rabu, 15 November 2023 Pembacaan Alkitab; Wahyu 1-4 “Ketaatan Melakukan Firman Tuhan” Karena engkau menuruti firman-Ku, untuk tekun menantikan Aku, maka Aku pun akan melindungi engkau dari hari pencobaan yang akan datang atas seluruh dunia untuk mencobai mereka yang diam di bumi. (Wahyu 3:10) Kitab wahyu merupakan kitab nubuatan yang diterima oleh Rasul Yohanes di pulau Patmos. Ada begitu banyak nubuatan tentang akhir zaman yang dijabarkan. Salah satunya yaitu perihal tentang tujuh jemaat dan salah satunya jemaat Filadelfia, yang dapat kita ambil beberapa makna dan pesan tentang sikap jemaat Filadelfia & bisa menjadi rambu-rambu kita sebagai anak Tuhan di akhir zaman ini. Jemaat Filadelfia memiliki ketaatan terhadap firman Tuhan, sebab itu Tuhan melindunginya. Demikian juga kita, tatkala hidup dalam ketaatan dan ketekunan terhadap ajaran-Nya, Tuhan akan memberikan perlindungan dan pertolongan-Nya. Meskipun demikian, hal itu tidak menjamin kehidupan yang tanpa tantangan. Namun, Tuhan berjanji untuk menjauhkan kita dari pencobaan yang lebih besar, memberikan kekuatan untuk menghadapi setiap tantangan yang mungkin datang. Pencobaan dijelaskan juga sebagai ujian bagi mereka yang tinggal di atas bumi. Hal Ini mengajarkan bahwa setiap tantangan dalam hidup adalah kesempatan untuk membuktikan iman dan ketaatan kita kepada Tuhan. Namun Tuhan berjanji memberikan perlindungan khusus kepada mereka yang hidup sesuai dengan firman-Nya. Suatu janji bahwa Dia akan selalu hadir untuk menyertai kita, di tenga tantangan hidup. Wahyu 3:10 Menggambarkan kesetiaan Tuhan kepada umat-Nya. Meskipun dunia mungkin dihadapkan pada berbagai kesulitan, Tuhan berjanji untuk menjaga dan melindungi mereka yang setia kepada-Nya. Bahkan saat pencobaan besar itu tiba.
Selasa, 14 Nov 2023 Pembacaan Alkitab; Ratapan 1 – 5 TAK BERKESUDAHAN KASIH SETIA-NYA Tak berkesudahan kasih setia TUHAN, tak habis-habisnya rahmat-Nya, selalu baru tiap pagi; besar kesetiaan-Mu! Ratapan 3:22-23 Kasih setia Tuhan dapat dilihat dalam banyak hal, seperti dalam janji-janji-Nya yang terbukti selalu digenapi. Tuhan selalu menepati janji-Nya untuk menyelamatkan umat-Nya, memberikan kasih karunia, dan memenuhi kebutuhan mereka. Bahkan ketika manusia berdosa atau membuat kesalahan, kasih setia Tuhan tetap ada untuk memberikan pengampunan dan kesempatan agar bertobat. Kita dapat merasakan kasih setia Tuhan dengan lebih mendekat kepada-Nya melalui doa, membaca firman-Nya, dan hidup sesuai dengan kehendak-Nya, sehingga kita akan mengalami dan merasakan betapa tak berkesudahannya kasih setia Tuhan yang selalu hadir dalam hidup kita. Dia adalah Allah yang dekat dan peduli. Kasih-Nya tidak pernah berubah atau pudar, bahkan di tengah kegelapan atau kesulitan hidup. Kita dapat tetap mengalami kasih setia Tuhan dalam kehidupan pada saat kita mengandalkan Tuhan dalam segala hal, mengingat janji Tuhan dan selalu mengucap syukur atas setiap pertolongan serta penyertaan-Nya dalam setiap aspek hidup kita. kasih Setia Tuhan membuat kita tidak dapat dipisahkan dari pada Nya (Roma 8:35)
Senin, 13 November 2023 Pembacaan Alkitab; 2 & 3 Yohanes, Yudas 1 MEMBANGUN DASAR IMAN Akan tetapi kamu, saudara-saudaraku yang kekasih, bangunlah dirimu sendiri di atas dasar imanmu yang paling suci dan berdoalah dalam Roh Kudus. Yudas 1:20 Membangun dasar iman sangatlah penting, sebab hal ini akan sangat menentukan seberapa kuatnya kita menghadapi tantangan & badai hidup. Untuk membangun dasar iman yang kuat kita sangat memerlukan tuntunan dari Roh Kudus. Roh Kudus adalah penolong kita yang setia, Dia akan membimbing dan memberikan hikmat dalam hidup kita serta memampukan kita untuk berdoa dengan benar. Bangunlah dasar iman yang kokoh dan berdoalah dalam Roh Kudus, sehingga kita dapat hidup sesuai dengan kehendak Tuhan dan mengalami pertumbuhan rohani yang sehat. Membangun dasar iman yang paling suci, artinya mempercayai hidup kita kepada Tuhan Yesus secara sepenuhnya kedalam kekuasaan Nya, serta hidup sesuai dengan prinsip-prinsip dan ajaran-Nya, hal inilah yang membuat iman kita kokoh, dan Ketika badai kehidupan datang, dasar iman kita yang berlandaskan Tuhan Yesus tidak akan tergoyahkan.
Minggu, 12 Nov 2023 Pembacaan Alkitab; 1 Yohanes 1 – 5 TUHAN MENGAMPUNI SEGALA DOSA Jika kita mengaku dosa kita, maka Ia adalah setia dan adil, sehingga Ia akan mengampuni segala dosa kita dan menyucikan kita dari segala kejahatan. 1 Yohanes 1:9 Betapa pentingnya kita sebagai manusia untuk mengakui dosa-dosa kita kepada Allah dengan tulus dan jujur. Dalam Roma 3:23 jelas dikatakan “Karena semua orang telah berbuat dosa dan telah kehilangan kemuliaan Allah”. Bahwa tidak ada seorang pun yang sempurna di hadapan Allah. Melalui renungan ini, setiap kita diingatkan akan pentingnya kerendahan hati dan ketergantungan kepada Allah. Tidak ada yang bisa menyelamatkan diri sendiri, tetapi Allah dalam kasih karunia-Nya telah menyediakan jalan keselamatan bagi kita melalui Yesus Kristus. Dalam kesadaran akan dosa-dosa, kita mendapatkan pengampunan dan hidup yang baru dalam Kristus. Allah yang setia dan adil siap untuk mengampuni dan menyucikan dari segala kejahatan jika kita dengan rendah hati mengakui dosa-dosa kita. Sebagai anakNya, kita harus memiliki kesadaran akan dosa serta mengakui kesalahan tersebut. Milikilah sikap rendah hati dan jujur dalam mengakui dosa kita. Tuhan menghargai kejujuran dan kerendahan hati kita. Tuhan tidak hanya mengampuni dosa, tetapi DIA juga menyucikan hidup kita dan memberi kesempatan untuk hidup benar serta menjauhi dosa, yang berarti berusaha untuk meninggalkan dosa tersebut dan memperbaiki semuanya. Roh Kudus diberikan untuk menolong dan membantu setiap umatNya untuk hidup benar sesuai firmanNya dan tidak tinggal terus dalam dosa.
Sabtu, 11 Nov 2023 Pembacaan Alkitab: Yeremia 49–52 “TUHAN TIDAK MENINGGALKAN UMAT NYA” “Sungguh, Israel dan Yehuda tidak ditinggalkan sebagai janda oleh Allahnya, oleh TUHAN semesta alam — sebab negeri orang Kasdim penuh dengan kesalahan terhadap Yang Mahakudus, Allah Israel.” (Yeremia 51:5) Suatu ketika bangsa Babel dihancurkan. Tembok-tembok tebalnya, pintu gerbangnya yang kokoh, pasukan militernya yang kuat, maupun dewa-dewa yang mereka sembah, semuanya tidak mampu menahan kebinasaan yang dibawa oleh bangsa yang lebih perkasa. Perjanjian antara Tuhan dengan Israel adalah alasan mengapa Babel harus dihancurkan-Nya. Selain itu kesalahan dan dosa Babel yang menumpuk terutama karena mereka telah membakar dan menjarah Bait Allah, telah membangkitkan murka Tuhan. Saat orang Israel dikalahkan oleh Babel dan kemudian dibawa ke dalam pembuangan, banyak di antara mereka yang putus pengharapan dan merasa Tuhan telah meninggalkan mereka. Kehancuran Yerusalem dan Bait Allah sangat membuat pedih hati mereka. Tetapi baik Israel maupun Yehuda tidak akan dilupakan dan ditinggalkan oleh Tuhan. Pada hari dimana Tuhan menghukum Babel, Ia tetap mengingat umat Israel. Tuhan menyelamatkan Israel hingga mereka dialihkan kepada penguasa yang baru, bangsa Persia, dan suatu saat mereka diperbolehkan kembali tanah perjanjian. Janji Tuhan adalah janji yang kekal, sebab Ia yang telah berjanji adalah Allah yang hidup, Tuhan atas semesta alam. Tuhan setia dalam memegang janji-Nya kepada Israel dan keturunannya. Demikian juga janji berkat dan keselamatan yang Tuhan berikan kepada orang percaya yang dikasihi-Nya. Mungkin saat ini kita masih berada di tengah kesulitan hidup, ada banyak tantangan yang harus dihadapi, atau mungkin ada orang yang berbuat jahat kepada kita. Tetapi Tuhan tidak berdiam diri, lihatlah nanti pada waktu-Nya, Ia akan bertindak menolong dan membawa keadilan bagi kita. Tuhan akan memulihkan keadaan kita dan berkat-Nya akan dilimpahkan. Percayalah pada janji penyertaan Tuhan, dan jangan berhenti berharap, Ia tidak akan pernah melupakan dan tidak akan pernah meninggalkan kita.
Jumat, 10 Nov 2023 Pembacaan Alkitab: Yeremia 46–48 “KESELAMATAN OLEH KASIH SETIA TUHAN “ “Maka engkau, janganlah takut, hai hamba-Ku Yakub, janganlah gentar, hai Israel! Sebab sesungguhnya, Aku menyelamatkan engkau dari tempat jauh dan keturunanmu dari negeri pembuangan mereka. Yakub akan kembali dan hidup tenang dan aman, dengan tidak ada yang mengejutkan.” (Yeremia 46:27) Tuhan adalah Bapa yang mengasihi anak-Nya, yaitu kaum Israel. Saat bangsa itu melakukan kesalahan, berdosa, dan melawan Tuhan, maka Ia akan mendidik dan menghajar mereka dengan tongkat. Tetapi sekeras apapun Tuhan menghajar, Ia tidak bermaksud melenyapkan mereka. Setiap kali bangsa Israel berbalik dari Tuhan, mulai menyembah dewa-dewa asing, dan mengabaikan peringatan yang disampaikan melalui nabi-nabi yang diutus-Nya, maka Tuhan akan menghajar. Tuhan akan mengirim bangsa demi bangsa, untuk menaklukkan Israel. Tuhan akan menjadikan Israel tidak berdaya, supaya mereka menyadari dosanya, lalu teringat kepada Tuhan. Suatu saat ketika bangsa Israel bertobat, maka Tuhan akan menyelamatkan mereka. Melalui nabi Yeremia Tuhan menyampaikan nubuatan bahwa suatu saat keturunan Israel akan diselamatkan dari pembuangan, mereka akan kembali ke tanah yang dijanjikan Tuhan kepada mereka. Tapi sebelumnya secara berturut-turut Tuhan akan menghancurkan bangsa Mesir, Filistin, Moab, Amon, dan Babel. Itulah bangsa-bangsa yang dikirim Tuhan untuk menghukum Israel. Tuhan menghancurkan bangsa-bangsa itu supaya orang Israel tahu bahwa Tuhanlah yang menghajar orang Israel, bukan bangsa-bangsa itu. Di masa depan bangsa Babel akan ditaklukkan oleh bangsa Persia, lalu Darius, raja Persia akan mengizinkan bangsa Israel untuk kembali ke Yerusalem dan membangun kembali kota itu dan memulihkan Bait Allah. Dari apa yang telah dialami oleh bangsa Israel kita bisa memetik pelajaran tentang kasih dan setia Tuhan yang tetap dipelihara-Nya bagi bangsa pilihan-Nya, Israel. Meskipun bangsa itu berulang kali memberontak, Tuhan tetap setia menunggu mereka kembali. Sekalipun Tuhan harus menghajar mereka, ketika mereka mau bertobat, Ia akan memulihkan luka-luka mereka. Hargai kasih karunia dan kebaikan Tuhan bagi kita.
Kamis, 9 November 2023 Pembacaan Alkitab: Yeremia 43–45 “RESPON YANG MENENTUKAN” “Maka beginilah firman TUHAN: Sesungguhnya, apa yang Kubangun akan Kuruntuhkan, dan apa yang Kutanam akan Kucabut, bahkan sekalipun seluruh negeri!.” (Yeremia 45:4) Setelah kota Yerusalem dihancurkan oleh Nebukadnezar, raja Babel, terjadilah pergolakan politik di antara orang Yehuda yang masih tersisa. Yohanan bin Kareah dan Azarya bin Hosaya handak memimpin seluruh rakyat yang tersisa untuk berlindung ke Mesir. Tetapi melalui nabi Yeremia, Tuhan berfirman bahwa apabila orang Yehuda mau tetap tinggal di dalam negerinya, maka Tuhan akan membangun dan menumbuhkan mereka. Tuhan berjanji akan menyertai dan melepaskan mereka dari tangan Nebukadnezar. Bangsa Yehuda yang telah berdosa seharusnya belajar dari hukuman yang sedang mereka jalani, seharusnya mereka merespon dengan benar saat Tuhan memberikan didikan dan hajaran, tetapi mereka tidak mau mendengar suara Tuhan. Bukannya berlindung kepada Tuhan yang hidup, mereka malah tetap berkeras hati untuk melarikan diri ke Mesir. Bukannya bertobat, tapi bangsa itu bahkan tidak mau berhenti mempersembahkan korban kepada dewa asing. Maka Tuhan memberitahukan bahwa Ia akan menyerahkan Firaun, kedalam tangan raja Nebukadnezar. Mesir yang hendak mereka jadikan sebagai tempat berlindung malah akan dihancurkan. Tidak ada manusia yang sempurna, semua orang pernah melakukan kesalahan. Demikian juga kita sebagai umat Tuhan, kadang kita bisa kembali melakukan dosa di hadapan-Nya. Ketika Tuhan memberi peringatan, biarlah kita segera menjadi sadar, bertobat, dan berbalik dari dosa itu, kembali kepada Tuhan. Janganlah merespon dengan cara yang salah, sebab tidak ada satu tempat pun yang bisa menjadi tempat berlindung dari murka Tuhan. Tetapi kasih setia dan rahmat Tuhan diberikan kepada orang yang dikasihi-Nya. Apabila kita mau mendengar suara Tuhan, mau tetap hidup di dalam kebenaran dan kekudusan, maka rencana indah Tuhan untuk membangun dan menumbuhkan kehidupan kita akan terjadi secara nyata.
Rabu, 08 Nov 2023 Pembacaan Alkitab; Yeremia 40-42 MENINGGALKAN KENYAMANAN Maka sekarang, lihatlah aku melepaskan engkau hari ini dari belenggu yang ada pada tanganmu itu. Jika engkau suka untuk ikut pergi dengan aku ke Babel, marilah! Aku akan memperhatikan engkau. (Yeremia 40:4) Pada umumnya seseorang ingin hidup dalam kenyamanan, hidup dimana tidak ada masalah, tidak ada perang, tidak ada penderitaan. Namun, hal itu tidak berlaku bagi Yeremia. Ia rela meninggalkan kenyamanan demi sebuah panggilan yang telah Tuhan percayakan kepadanya untuk bangsanya. Pada saat itu, Yeremia diizinkan oleh Nebuzaradan, kepala pasukan pengawal Nebukadnezar, untuk memilih apakah dia ingin tetap tinggal di Yerusalem atau pergi ke mana saja yang dia inginkan. Yeremia memilih untuk tinggal bersama rakyat yang tersisa di Yerusalem. Yeremia lebih memilih untuk meninggalkan kenyamanan yang telah ditawarkan jika mau tinggal di Babel, dan lebih memilih untuk berjuang bersama rakyatnya. Meninggalkan kenyamanan bukanlah pilihan yang populer atau disukai banyak orang. Namun, seperti Yeremia, kita mungkin dipanggil untuk tetap tinggal di tempat yang sulit, tempat di mana kita dapat memberikan dukungan, penghiburan, atau harapan kepada mereka yang sedang membutuhkan Tuhan melalui hidup kita. Mungkin hari-hari ini kita sedang menghadapi masa sulit di dalam keluarga, pekerjaan, dan komunitas, janganlah lekas pergi dari tempat itu. Selama Tuhan Yesus memerintahkan kita untuk tetap tinggal disitu, Ia pasti akan menuntun kita untuk menemukan jalan keluarnya. Kehadiran kita pasti akan menjadi berkat untuk mereka, dimana Tuhan Yesus bekerja dalam hidup kita. Mari bertanya pada diri sendiri, apakah kita bersedia meninggalkan kenyamanan untuk melayani Tuhan? Saat meninggalkan kenyamanan, kita akan menemukan makna hidup yang lebih dalam saat melayani dan mematuhi panggilan Tuhan. Tidak ada hidup yang lebih bermakna selain dari pada hidup taat pada panggilan-Nya.