Selasa, 07 Nov 2023 Pembacaan Alkitab; Yeremia 37-39 TAAT MENERIMA HUKUMAN Sesudah itu berkatalah Yeremia kepada Zedekia: “Beginilah firman TUHAN, Allah semesta alam, Allah Israel: Jika engkau keluar menyerahkan diri kepada para perwira raja Babel, maka nyawamu akan terpelihara, dan kota ini tidak akan dihanguskan dengan api; engkau dengan keluargamu akan hidup. (Yeremia 38:17) Sebuah negara pasti memiliki sistem hukum yang diatur dalam undang-undang. Misalnya orang yang kedapatan mencuri pasti akan dihukum sesuai dengan aturan undang-undang yang telah ditetapkan. Ketika pencuri tersebut mengakui kesalahannya di hadapan Tuhan, tentu akan diampuni, tetapi ia tetap menerima hukuman berdasarkan undang-undang. Hal ini mengingatkan kita kepada Zedekia. Pada saat itu Zedekia memerintahkan seseorang untuk memanggil Yeremia, karena ia ingin mendengarkan pesan Tuhan melalui Yeremia. Yeremia pun menyampaikan apa yang telah disampaikan Tuhan kepadanya, Tuhan ingin Zedekia menyerahkan dirinya agar taat menerima penghukuman supaya Zedekia, keluarganya dan bangsanya aman. Namun, kitab Raja-raja menunjukan bahwa Zedekia tidak menyerahkan diri. Yerusalem dikepung oleh Babel sekitar dua tahun, dan akhirnya tidak dapat bertahan. Raja Babel kemudian menghukum Zedekia dengan sangat berat. Yeremia 39 pun menuliskan bahwa anak-anaknya dibantai, matanya dibutakan, dan dirinya dijadikan tawanan di negeri orang (ay. 6-7). Hal ini mengajarkan kita supaya kita belajar rendah hati mendapatkan teguran dari Tuhan saat melakukan dosa. Setinggi apapun posisi kita, posisi kita tidak akan pernah menyelamatkan kita dari murka Allah saat melakukan dosa. Yang kita perlu lakukan adalah minta ampun di hadapan-Nya dan rela diproses oleh Tuhan. Sesulit apapun jalan yang kita tempuh, kita harus belajar percaya kepada-Nya. Hukuman dari-Nya akan membuat kita semakin serupa dengan-Nya, karena Ia begitu mengasihi kita. Biarkan Tuhan Yesus menuntun kita untuk hidup dalam kebenaran. Didikan yang keras adalah bagi orang yang meninggalkan jalan yang benar, dan siapa benci kepada teguran akan mati (Amsal 15:10).
Senin, 06 Nov 2023 Pembacaan Alkitab; Yeremia 34 – 36 MENJADI PENDOA SYAFAAT Usahakanlah kesejahteraan kota ke mana kamu Aku buang, dan berdoalah untuk kota itu kepada TUHAN, sebab kesejahteraannya adalah kesejahteraanmu (Yeremia 29:7) Beberapa bulan lagi kita akan memasuki musim pemilu, para capres dan cawapres pun sudah diumumkan. Sebagai warga negara Indonesia, kita memiliki kerinduan di pimpin oleh orang yang dapat membawa kemajua bagi bangsa. Setiap suara yang kita berikan akan menentukan masa depan kita. Namun, tugas kita tidak hanya sampai disitu saja. Kita pun harus bergerak di alam roh melalui doa-doa yang kita panjatkan kepada Tuhan Yesus. Kita berdoa supaya bangsa Indonesia semakin sejahtera dan mengalami lawatan Roh Kudus dan banyak orang yang diselamatkan. Dalam hidup ini, ada yang kita bisa kendalikan dan itu menjadi bagian kita. Namun, ada yang tidak bisa kendalikan, dan itu menjadi bagian Tuhan. Surat ini adalah pesan yang disampaikan Tuhan kepada nabi Yeremia kepada bangsa Yehuda, yang saat itu mengalami penawanan atau dibuang ke Babel. Masa pembuangan ini bukan hanya sekedar hukuman, tetapi lebih dari itu, hal ini merupakan panggilan kepada bangsa Yehuda untuk kembali kepada Tuhan dan mengandalkan-Nya sepenuhnya dalam hidup mereka. Dalam masa itu, Tuhan memerintahkan bangsa Yehuda untuk mengusahakan kesejahteraan dan berdoa dimana mereka dibuang. Tugas itu pun berlaku untuk kita sampai hari ini, menjadi seorang pendoa syafaat bagi bangsa Indonesia. Sebagai pendoa syafaat, kita diajak untuk membawa kebutuhan dan keinginan kota kita ke hadapan Tuhan. Seperti halnya Nabi Yeremia, kita dipanggil untuk berdiri bagi kota dan bangsa kita, mengangkat doa-doa bagi perdamaian, kesembuhan, kesejahteraan dan keselamatan bagi bangsa kita. Milikilah beban bagi bangsa kita, kesejahteraan bangsa ini bergantung pada kuasa doa orang percaya. Di dalam doa-doa, kita sedang meminta Tuhan untuk melakukan hal-hal yang tidak bisa kita lakukan bagi bangsa kita agar Tuhan memberikan terobosan.
Minggu, 05 Nov 2023 Pembacaan Alkitab; Yeremia 31 – 33 TUHAN SANGGUP MEMULIHKAN Aku akan membangun engkau kembali, sehingga engkau dibangun, hai anak dara Israel! Engkau akan menghiasi dirimu kembali dengan rebana dan akan tampil dalam tari-tarian orang yang bersukaria. (Yeremia 31:4) Kapan Tuhan memulihkan umat-Nya ? berapa lama Ia akan menepati janji-Nya ? mengenai waktu pemulihan tentu hanya Tuhan yang tahu waktunya. Tapi ketika waktunya tiba Ia akan menyatakan kuasa-Nya, & tidak ada seorangpun yang dapat membatalkan Inilah janji Tuhan untuk mengembalikan umat Israel dari pembuangan dan memulihkan mereka. Kabar ini memberikan kegembiraan dan kebahagiaan yang akan mereka alami ketika kembali ditanah mereka dan menikmati hasil panen. Dari kisah ini kita kembali diingatkan akan kasih Tuhan yang tak terbatas untuk umat-Nya Israel. Kasih-Nya juga berlaku atas kita. Ketika kita pergumulan & masalah dalam hidup, tetaplah percaya serta berharap kepada Tuhan. Dan didalam waktu-Nya, Ia pasti menjawab doa kita sesuai dengan apa yang kita butuhkan. Tuhan memulihkan keadaan kita, Dia mengubahkan dukacita menjadi sukacita. Tidak ada yang mustahil bagi Tuhan untuk memulihkan umat-Nya.
Sabtu, 04 November 2023 Pembacaan Alkitab; Yeremia 28-30 HIDUP DALAM KESEJAHTERAAN Usahakanlah kesejahteraan kota ke mana kamu Aku buang, dan berdoalah untuk kota itu kepada TUHAN, sebab kesejahteraannya adalah kesejahteraanmu. (Yeremia 29:7) Ayat ini adalah bagian dari surat yang ditulis oleh nabi Yeremia kepada para tawanan Yudea yang telah diangkut ke Babel oleh Raja Nebukadnezar dari Babel. Tujuannya adalah untuk memberi nasihat dan penghiburan kepada mereka bahwa selama masa pengasingan di Babel. Dalam ayat ini, nabi Yeremia menasihati mereka untuk hidup tenang dan damai di kota Babel, sambil berdoa untuk kesejahteraannya, karena kesejahteraan kota itu juga akan berdampak pada kesejahteraan mereka sendiri. Kita diingatkan agar terus berdoa untuk bangsa dan negeri serta kota dimana kita berada. Berdoalah bagi para pemimpin yang ada supaya mereka memiliki Hikmat & hati yang bijaksana dapat untuk membawa kesejahteraan bagi bangsa dimana kita berada. Berdoa juga agar ada banyak orang dipulihkan & diselamatkan, sehingga mereka dapat percaya bahwa Yesus adalah Tuhan yang bukan hanya saja membawa pemulihan & keselamatan tapi juga yang membawa kesejahteraan bagi pribadi, keluarga, komunitas dan bangsa.
Jumat, 03 Nov 2023 Pembacaan Alkitab; Yeremia 25-27 KONSEKUENSI DOSA Maka seluruh negeri ini akan menjadi reruntuhan dan ketandusan, dan bangsa-bangsa ini akan menjadi hamba kepada raja Babel tujuh puluh tahun lamanya. (Yeremia 25:11) Ayat ini merupakan bagian dari nubuatan yang menyatakan nasib Yehuda dan bangsa-bangsa di sekitarnya yang akan ditaklukkan oleh raja Babel tentang konsekuensi yang harus dihadapi sebagai akibat dari dosa dan pemberontakan mereka terhadap Allah. Yaitu keseluruhan negeri akan menjadi reruntuhan, gurun, dan bangsa-bangsa akan menjadi hamba kepada raja Babel. Hal tersebut menjadi pelajaran penting bagi kita bahwa dosa itu memiliki konsekuensi yang serius. Selain itu ayat ini menginformasikan tentang lamanya pengasingan dan penaklukan oleh Babel, yaitu tujuh puluh tahun. Ini adalah masa yang panjang & menunjukkan bahwa pemulihan serta pemulangan akan memakan waktu. Namun, ini juga merupakan penggenapan janji-janji nubuat mengenai pemulihan yang akan datang. Meskipun demikian, kita harus tetap ingat bahwa Allah adalah Allah yang penuh kasih dan murah hati. Terlepas dari konsekuensi dosa, Allah selalu memberikan pengharapan pemulihan bagi mereka yang bertobat dan mencari-Nya. Biarlah ini menjadi pelajaran bagi kehidupan kita agar untuk berpikir tentang konsekuensi dari tindakan dan keputusan kita dalam hidup. Dosa dan pemberontakan dapat menghancurkan, tetapi kita juga dapat mencari pertobatan dan pengampunan dari Allah. Kita harus selalu ingat bahwa Allah adalah Tuhan yang penuh kasih dan penyelamat. Jika kita ada menyimpan dosa mari bertobatlah dan percaya bahwa Allah selalu memiliki rencana pemulihan bagi kita, bahkan dalam situasi yang tampaknya sulit.
Kamis, 02 Nov 2023 Pembacaan Alkitab; Yeremia 22-24 Tuhan Keadilan Kita Dalam zamannya Yehuda akan dibebaskan, dan Israel akan hidup dengan tenteram; dan inilah namanya yang diberikan orang kepadanya: TUHAN-keadilan kita. (Yeremia 23:6) Ayat ini menyatakan pesan pengharapan dan pemulihan yang menggambarkan sebuah masa di mana bangsa Yehuda dan Israel akan mengalami keselamatan dan keamanan. Ini adalah janji Allah kepada umat-Nya bahwa meskipun mereka mungkin mengalami kesulitan dan penindasan, Tuhan akan membebaskan mereka dan memberikan perlindungan. Bangsa Israel menyebut TUHAN sebagai “Keadilan kami.” Ini menggambarkan hubungan yang erat antara Tuhan dan umat-Nya. Hal itu juga mencerminkan tentang kedekatan, keintiman, dan hubungan yang kuat antara Tuhan dan umat-Nya. Janji Tuhan terlaksana karena kesetiaan Nya terhadap janji-Nya. Ketika Tuhan berjanji untuk menyelamatkan dan melindungi umat-Nya, Dia akan menggenapinya. Hal ini mengingatkan kita bahwa Tuhan selalu setia kepada janji-Nya kepada kita. Oleh sebab itu kita diajarkan untuk tetap percaya pada janji-janji Tuhan, bahkan ketika kita menghadapi kesulitan sekalipun. Sebab Tuhan adalah sumber keselamatan dan perlindungan kita, dan Dia memiliki rencana yang sempurna untuk umat-Nya. Saat kita mengalami kesulitan, kita dapat mencari perlindungan dalam Tuhan dan mengingat janji-Nya yang tak tergoyahkan. Kita diharuskan untuk terus menjaga hubungan yang intim dengan pribadi Nya, karena itulah yang akan memberikan kekuatan kepada kita sebagai umat-Nya.
Rabu, 01 November 2023 Pembacaan Alkitab; Yeremia 19-21 SETIA & BERSERAH Ya TUHAN semesta alam, yang menguji orang benar, yang melihat batin dan hati, biarlah aku melihat pembalasan-Mu terhadap mereka, sebab kepada-Mulah kuserahkan perkaraku. (Yeremia 20:12) Ayat ini mengajarkan kita tentang keadilan Tuhan dan hubungan kita dengan-Nya. Tuhan adalah Sang Penguji, yaitu yang menguji hati dan niat manusia. Tuhan melihat lebih dalam bukan hanya dari penampilan fisik saja; namun Dia melihat sampai kedalaman hati kita. Ini mengingatkan bahwa Tuhan itu adil dan tidak akan pernah melepaskan siapapun yang bersalah tanpa pertanggungjawaban. Sebab keadilan Tuhan akan ditegakkan pada waktuNya yang tepat. Selain itu juga, ayat ini mencerminkan rasa frustrasi dan kesengsaraan seorang nabi yaitu Yeremia, yang sering kali menghadapi penolakan dan penindasan. Dia merasa begitu terbebani oleh panggilannya untuk menyampaikan pesan Tuhan kepada umat-Nya yang keras kepala. Dia tetap percaya pada keadilan Tuhan dan berdoa agar Tuhan menghukum mereka yang berdosa. Yeremia tetap setia kepada Tuhan & memahami bahwa Tuhan adalah sumber keadilan yang sempurna, meskipun situasinya sulit, dia tetap mengandalkan Tuhan. Suatu pelajaran tentang kepercayaan dan kesetiaan kepada Tuhan bahkan meskipun dalam kesulitan. Dalam hidup ini, kita akan menghadapi masalah & tantangan. Namun, kita harus tetap percaya pada keadilan Tuhan dan membiarkan Dia yang membalas, sebab ada tertulis pembalasan adalah hakKu kata Tuhan. Biarlah kita tetap setia dalam iman, sebagaimana yang dilakukan oleh Yeremia dalam hidupnya.
Selasa, 31 Oktober 2023 Pembacaan Alkitab; Yeremia 16 – 18 PILIHAN YANG TEPAT Diberkatilah orang yang mengandalkan TUHAN, yang menaruh harapannya pada TUHAN! (Yeremia 17:7) Mengandalkan Tuhan adalah pilihan yang tepat bagi setiap orang percaya. Ketika mengandalkanNya, kita meletakkan seluruh hidup kita ke dalam tangan-Nya dan mempercayakan rencana-Nya dalam hidup kita. Ayat firman Tuhan hari ini mengajarkan dan mengingatkan kita untuk terus mempercayai Tuhan dengan sepenuh hati dan meletakkan harapan kita kepada-Nya. Dalam hidup ini, mungkin kita sedang mengalami berbagai kesulitan dan tantangan, tetapi ketika mempercayai Tuhan dan meletakkan harapan kepada-Nya, maka kita akan mendapatkan kebahagiaan dan kekuatan untuk menghadapi setiap situasi dan kondisi yang ada. Dengan Mengandalkan Tuhan sepenuhnya, berarti kita mempercayai rencana-Nya lebih baik daripada rencana kita sendiri. Mengandalkan Tuhan bukan berarti kita berhenti berusaha, melainkan kita memiliki iman & keyakinan bahwa Tuhan akan memimpin dan membimbing setiap langkah hidup kita. Jika kita memiliki Keintiman dan hubungan yang erat dengan-Nya, maka kita akan mengandalkan Tuhan dan Dia akan memberikan sukacita, ketenangan, serta kepastian dalam hidup.