Kamis, 23 Nov 2023 Pembacaan Alkitab: Yehezkiel 9–12 “HATI DAN ROH YANG BARU” “Aku akan memberikan mereka hati yang lain dan roh yang baru di dalam batin mereka; juga Aku akan menjauhkan dari tubuh mereka hati yang keras dan memberikan mereka hati yang taat, supaya mereka hidup menurut segala ketetapan-Ku dan peraturan-peraturan-Ku dengan setia; maka mereka akan menjadi umat-Ku dan Aku akan menjadi Allah mereka.” (Yehezkiel 11:19-20) Orang Yahudi telah beribadah kepada ilah-ilah lain dan melakukan kekejian di hadapan Tuhan, karena itulah Tuhan menghukum mereka. Raja Babel dikirim untuk menaklukkan Yerusalem; sebagian dari warganya diangkut ke Babel, sebagian yang tersisa tetap tinggal. Sejak saat itulah bangsa Yahudi jadi terpisah. Pada masa pembuangan, mereka yang masih tinggal di Yerusalem merasa dirinya tetap kudus, dan mereka menganggap bahwa saudara-saudaranya yang tertawan dalam pembuangan di Babel telah ditolak oleh Tuhan. Tetapi karena Tuhan mengasihi bangsa ini, maka Ia pun menolong mereka. Tuhan berencana untuk mengumpulkan bangsa Yahudi dalam satu kesatuan. Oleh sebab itu Tuhan memberikan janji kasih karunia-Nya bagi mereka. Tuhan akan melembutkan hati mereka, mereka akan memiliki hati yang tertuju kepada Allah dan tidak akan goyah. Tuhan akan memberikan kesatuan hati bagi bangsa ini. Tuhan hendak memberi mereka roh yang baru. Mereka akan berjalan berdasarkan aturan yang ditetapkan oleh Allah. Dengan demikian bangsa itu menjadi umat Tuhan, dan Ia akan menjadi Allah mereka. Tuhan tidak pernah melupakan dan meninggalkan umat-Nya. Sekalipun mereka berpaling dari-Nya dan melakukan banyak dosa, Tuhan tetap memperhatikan mereka. Karena Tuhan itu penuh kasih dan setia pada perjanjian yang Ia buat, maka kemurahan-Nya akan dicurahkan. Apabila kita mulai menjauh dari Tuhan, ketahuilah bahwa Ia tetap menantikan kita kembali. Tuhan akan memberikan roh dan hati yang baru, yang dilembutkan-Nya, sehingga kita bisa kembali dalam pelukan-Nya, dan kembali masuk dalam rencana yang indah-Nya bagi kita.
Rabu, 22 Nov 2023 Pembacaan Alkitab: Yehezkiel 5-8 TUHAN YANG MENJADI LAWANMU sebab itu beginilah firman Tuhan ALLAH: Lihat, Aku, ya Aku sendiri akan menjadi lawanmu dan Aku akan menjatuhkan hukuman kepadamu di hadapan bangsa-bangsa (Yehezkiel 5:8). Kita percaya bahwa Tuhan selalu mengasihi kita. Ia bahkan akan mengampuni segala pelanggaran kita. Tuhan yang mengasihi kita juga merupakan Tuhan yang adil, yang akan menghukum pelanggaran setiap orang yang tidak tunduk pada hukum-Nya. Inilah yang dialami oleh bangsa Israel. Sepanjang kita mengikuti kisah perjalanan bangsa Israel, kita akan menyaksikan bagaimana Allah mengasihi umat-Nya, namun Ia juga tidak segan menghukum umat-Nya. Penghukuman ini bukan didasarkan pada kebencian, namun sebagai bentuk didikan Tuhan kepada bangsa Israel yang tidak taat. Dalam hal inilah kita melihat seolah-olah Tuhan yang menjadi lawan bangsa Israel. Hukuman yang Ia berikan bukanlah tanda kebencian-Nya, melainkan merupakan respons atas perbuatan dan keputusan kita yang tidak mau taat kepada-Nya. Dalam keadilan-Nya, Tuhan menginginkan perubahan dan pertobatan dari kita. Hukuman-Nya bukanlah akhir dari kasih-Nya, tetapi suatu upaya untuk membimbing kita kembali kepada-Nya. Saat kita tidak taat, Ia yang akan berperkara dengan kita secara pribadi. Jadi, jika kita tidak ingin berperkara dengan Allah, taatilah firman-Nya. Firman-Nya itu menguatkan dan membuat kita semakin serupa dengan-Nya. Jangan seperti bangsa Israel yang tegar tengkuk, tahu kebenaran tetapi tidak mau melakukannya. Saat kita masih bisa merasakan kasih setia Tuhan dalam hidup ini, bersyukurlah karena Ia adalah Tuhan yang selalu terlibat dalam setiap aspek hidup kita, baik dalam suka maupun duka. Saat kita tidak mau di-BENTUK Tuhan, Ia akan mem-BENTAK kita agar kita mau berbalik di jalan-jalan-Nya.
Selasa, 21 Nov 2023 Pembacaan Alkitab: Yehezkiel 1-4 MELANGKAH SAJA, JANGAN TAKUT! Firman-Nya kepadaku: “Hai anak manusia, Aku mengutus engkau kepada orang Israel, kepada bangsa pemberontak yang telah memberontak melawan Aku. Mereka dan nenek moyang mereka telah mendurhaka terhadap Aku sampai hari ini juga (Yehezkiel 2:3) Dalam hidup ini, kita sering dihadapkan pada pilihan yang membutuhkan keberanian untuk melangkah. Sama seperti yang dialami oleh Yehezkiel, setelah ia mendapatkan penglihatan dari Allah, ia mendapatkan panggilan dari Tuhan untuk pergi kepada bangsa Israel. Tentu bukan hal yang mudah karena mereka adalah bangsa pemberontak yang melawan Allah, yang keras kepala dan tegar hati (2:3-4). Sebagai manusia, Yehezkiel pasti mengalami ketakutan ketika diutus oleh Allah untuk pergi kepada bangsa Israel. Hal itu tampak dimana Allah menguatkan Yehezkiel di ayat 6. Yehezkiel mungkin berpikir bahwa ‘Allah saja dilawan, apalagi saya yang manusia biasa.’ Ketika Tuhan memanggil kita untuk melangkah, Ia tidak menjanjikan bahwa perjalanan akan mudah. Namun, Ia meneguhkan bahwa Ia akan menyertai kita setiap langkahnya. Setiap langkah adalah bagian dari rencana-Nya yang lebih besar. Takut adalah reaksi manusiawi alami ketika kita dihadapkan pada ketidakpastian, tetapi penyertaan Tuhan adalah jaminan bagi kita untuk melangkah maju. Melangkah dengan keberanian bukan berarti kita tidak bisa merasakan ketakutan, melainkan kita mengatasi ketakutan tersebut dengan keyakinan bahwa Tuhan berjalan bersama kita. Tuhan tahu bahwa kita mungkin menghadapi rintangan dan perlawanan, tetapi Ia memberi kita kekuatan untuk tetap setia pada panggilan-Nya. Jika Tuhan yang mengutus kita, melangkahlah dengan iman bahwa Tuhan Yesus pasti yang memegang kendali hidup kita. Melangkah saja, jangan takut! Ada Tuhan yang beserta dengan kita. Jangan biarkan ketakutan menghentikan panggilan Tuhan dalam hidup kita, karena di dalam Dia, kita menemukan kekuatan untuk melangkah dalam panggilan-Nya.
Senin, 20 Nov 2023 Pembacaan Alkitab, Wahyu 19-22 MEMUJI KEBESARAN ALLAH Maka kedengaranlah suatu suara dari takhta itu: “Pujilah Allah kita, hai kamu semua hamba-Nya, kamu yang takut akan Dia, baik kecil maupun besar!” (Wahyu 19:5) Banyak dari kita seringkali terjebak dalam rutinitas yang sibuk, terfokus pada masalah sehari-hari, dan melupakan kekuatan yang dapat ditemukan dalam tindakan sederhana yaitu memuji kebesaran Sang Pencipta. Renungkanlah tentang momen-momen dalam hidup kita ketika segala sesuatu terasa berat, bahkan ketika di tengah tekanan tersebut, kita memilih untuk menyatakan syukur kita kepada Allah. Kita memuji bagaimana kebesaran Allah dalam hidup kita. Ketika kita memuji kebesaran-Nya, kita tidak terfokus pada masalah dalam hidup kita, melainkan melihat bahwa kebesaran-Nya melampaui segala-galanya. Kita menjadi saksi bahwa meski dunia mungkin bergetar di bawah berbagai ujian, takhta-Nya tetap teguh, dan kuasa-Nya yang mahakuasa memerintah. Jadi, mari kita temukan kegembiraan dalam menyanyikan puji syukur kepada Allah, tidak hanya ketika keadaan menyenangkan, tetapi juga di tengah badai kehidupan. Sebab, dalam pujian, kita mengakui dan mengalami kebesaran-Nya yang senantiasa hadir, membimbing, dan menguatkan kita sepanjang perjalanan hidup kita. Memuji kebesaran Allah tidak hanya sekedar menjadi kata-kata yang diucapkan di mulut saja, tetapi juga diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari. Ketika kehidupan kita terhimpit oleh masalah, maka kita akan menemukan kekuatan yang luar biasa saat kita lebih memilih untuk memuji kebesaran Allah.
Minggu, 19 Nov 2023 Pembacaan Alkitab, Wahyu 16 – 18 MENANG BERSAMA KRISTUS Mereka akan berperang melawan Anak Domba. Tetapi Anak Domba akan mengalahkan mereka, karena Ia adalah Tuan di atas segala tuan dan Raja di atas segala raja. (Wahyu 17:14a) Ayat ini menggambarkan pertempuran antara Anak Domba dan musuh-musuh-Nya, dan kemenangan pasti yang akan diperoleh oleh Kristus.Ayat sebelumnya dari Pasal ini membahas tentang penghukuman Allah atas para pemberontak yang jahat, menyesatkan banyak orang dan menghujat Allah. Dengan kuasa yang dimiliki, mereka berupaya untuk menyeret orang-orang yang percaya dan yang setia kepada Tuhan untuk memberontak kepada Allah. Oleh karena itu setiap mereka dan para pengikutnya tidak akan lepas dari penghukuman Allah yang dashyat. Sebagaimana pesan dari ayat ini menunjukkan kemenangan akhir Kristus (Anak Domba) atas kekuatan jahat dan musuh-musuh-Nya. Bahwa setiap orang percaya yang hidupnya tetap berpegang pada semua perintah-Nya sampai akhir akan menang bersama Kristus. Bagi mereka yang tidak menjaga imannya lalu terseret dalam kejahatan dan ikut dalam pemberontakkan karena ketidaksetiaan, akan menghadapi penghukuman Allah di akhir nanti. Mari kita sama-sama waspada, berjaga-jaga bersama Tuhan setiap hari, supaya kita bisa luput dari murka Allah dan meraih kemenangan bersama Tuhan.
Sabtu, 18 Nov 2023 Pembacaan Alkitab, Wahyu 13 – 15 KETABAHAN “ … Yang penting disini ialah ketabahan dan iman orang-orang kudus.” (Wahyu 13:10b) Binatang yang keluar dari dalam laut (13:1) adalah simbol dari antikristus yang akan menganiaya serta menyesatkan. Dimasa masa akhir ini tantangan yang akan dihadapi orang percaya akan semakin bertambah. Oleh karena itu kita sebagai orang percaya harus terus membekali diri kita dengan kebenaran firman Tuhan dan semakin mendekatkan diri kita kepada Tuhan. Karena tantangan yang akan kita hadapi di depan bukan saja hanya masalah dan pergumulan hidup, tapi juga terhadap orang-orang yang akan menipu dan menyesatkan kita. Jika kita lengah dan tidak siap, maka kita bisa terkecoh dan termakan tipu muslihat dari para penyesat. Sehingga menjadi sama seperti mereka yang berbuat jahat dan memberontak kepada Allah. Para penyesat di akhir zaman ini bukan saja memiliki kecerdasan tapi juga mereka punya kuasa yaitu jabatan tinggi dan uang yang bisa saja membayar keadilan dan kebenaran dari orang-orang yang tidak bisa mempertahankan integritas hidupnya. Ancaman seperti ini akan menjadi tantangan dan pergumulan yang akan kita hadapi. Untuk itu iman kita harus dijaga, hubungan kita dengan Tuhan juga harus semakin melekat supaya kita tidak menjadi orang-orang yang bisa menjual apa yang adil dan benar dengan uang hanya untuk kepentingan diri sendiri. Firman Tuhan saat ini mengingatkan kita supaya tetap tabah melakukan apa yang menjadi kehendak-Nya.
Jumat, 17 Nov 2023 Pembacaan Alkitab; Wahyu 10-12 MASA PEMULIHAN sambil berkata: “Kami mengucap syukur kepada-Mu, ya Tuhan, Allah, Yang Mahakuasa, yang ada dan yang sudah ada, karena Engkau telah memangku kuasa-Mu yang besar dan telah mulai memerintah sebagai raja dan semua bangsa telah marah, tetapi amarah-Mu telah datang dan saat bagi orang-orang mati untuk dihakimi dan untuk memberi upah kepada hamba-hamba-Mu, nabi-nabi dan orang-orang kudus dan kepada mereka yang takut akan nama-Mu, kepada orang-orang kecil dan orang-orang besar dan untuk membinasakan barangsiapa yang membinasakan bumi.” (Wahyu 11:17-18) Pasal ini menggambarkan suatu waktu di masa yang akan datang ketika umat Allah bersatu dalam pujian dan pengakuan akan kebesaran-Nya. Kita melihat suatu panggilan kepada Tuhan, Allah yang maha kuasa, yang ada dan yang telah ada datang. Ini adalah pengakuan akan kekekalan dan keberlanjutan-Nya sebagai Raja yang abadi. Panggilan kepada Tuhan untuk “bangkitlah amarah-Mu” bukanlah doa untuk kehancuran, tetapi merupakan ungkapan keinginan untuk pemulihan dan penghakiman-Nya atas ketidakadilan. Pemulihan ini didasarkan pada kekudusan-Nya, dan itu adalah pemulihan yang diperlukan untuk mengembalikan tatanan dan keadilan yang sesuai dengan kehendak-Nya. Hal ini juga disertai dengan suatu pengakuan universal akan keagungan Tuhan. Segala bangsa akan datang dan sujud menyembah di hadapan-Nya, karena kebenaran-Nya telah nyata, wujud pengakuan bahwa Allah adalah Raja yang adil dan benar, dan segala tindakan-Nya didasarkan pada kebenaran-Nya yang mutlak. Marilah kita merenungkan tentang bagaimana sebagai umat Allah, merespons kebesaran dan kekudusan Tuhan dalam kehidupan sehari-hari. Kita diingatkan untuk hidup dalam ketaatan kepada kebenaran-Nya, dan mengakui bahwa Dia adalah Allah yang adil dan maha kuasa. Marilah kita terus hidup dalam pengharapan akan pemulihan dan keadilan-Nya. Kita berharap pada masa di mana segala bangsa akan bersatu & sujud menyembah di hadapan-Nya, sehingga kebenaran-Nya akan bersinar sepenuhnya.
Kamis, 16 Nov 2023 Pembacaan Alkitab; Wahyu 5-9 “Pujian dan Hormat Bagi Dia” katanya dengan suara nyaring: “Anak Domba yang disembelih itu layak untuk menerima kuasa, dan kekayaan, dan hikmat, dan kekuatan, dan hormat, dan kemuliaan, dan puji-pujian!” Dan aku mendengar semua makhluk yang di sorga dan yang di bumi dan yang di bawah bumi dan yang di laut dan semua yang ada di dalamnya, berkata: “Bagi Dia yang duduk di atas takhta dan bagi Anak Domba, adalah puji-pujian dan hormat dan kemuliaan dan kuasa sampai selama-lamanya!”. (Wahyu 5:12-13) Wahyu 5:12-13 menggambarkan tentang gambaran surgawi di mana ditemui Anak Domba yang layak menerima pujian dan penghormatan yang tertinggi. Anak Domba yang dimaksud adalah lambang Yesus Kristus, yang rela mati sebagai penebus dosa umat manusia. Kita melihat bahwa Dia yang layak menerima pujian ini adalah Domba yang disembelih. Tindakan penebusan oleh kematian-Nya adalah inti dari keagungan-Nya. Kita diingatkan bahwa penebusan dan pengorbanan-Nya adalah pusat dari rencana keselamatan Allah bagi manusia. Dia pantas menerima kekuasaan, kekayaan, kebijaksanaan, kekuatan, kehormatan, kemuliaan, dan puji-pujian. Semua atribut ini menegaskan keagungan dan kehebatan-Nya. Kristus adalah sumber segala kekuatan dan kebijaksanaan, dan seluruh kekayaan dan kemuliaan milik-Nya. Mari renungkan kebesaran Yesus Kristus dalam hidup kita. Apakah kita memberikan penghormatan dan pujian yang pantas kepada-Nya dalam kehidupan kita.? Apakah kita mengakui Dia sebagai Tuhan dan Juruselamat kita yang layak menerima segala kehormatan dan kemuliaan? Dalam menghadapi tantangan hidup, kita diingatkan bahwa Yesus adalah Domba yang telah menang. Kita dapat menyerahkan seluruh hidup kita kepada-Nya, karena Dia adalah sumber kekuatan, kebijaksanaan, dan penghiburan yang sejati. Mari kita hidup sesuai dengan nilai-nilai Kerajaan Allah, memberikan penghormatan kepada Sang anak Domba yang layak menerima segala pujian.