Senin, 3 Juni 2024 Pembacaan Alkitab; Yosua 11 – 12 JANGAN TAKUT! Lalu TUHAN berkata kepada Yosua: “Janganlah takut menghadapi mereka, sebab besok kira-kira waktu ini Aku menyerahkan mereka mati terbunuh semuanya kepada orang Israel. Kuda mereka haruslah kamu lumpuhkan dan kereta mereka haruslah kamu bakar dengan api.” (Yosua 11:6) Salah satu quote terjemahan buku The Tibetan Book of the Dead tertulis, “tidak ada orang waras mana pun yang tidak punya ketakutan terhadap apa pun.” Semua orang pasti pernah takut terhadap sesuatu, baik itu takut akan kematian, masa depan, sakit, gagal, dan banyak ketakutan lainnya yang sering kita hadapi. Singkatnya, takut adalah bagian dari kehidupan manusia. Ketika Yosua dan bangsa Israel berhadapan dengan pasukan yang sangat besar dan kuat, Tuhan memberikan janji-Nya bahwa Dia akan menyerahkan musuh-musuh mereka ke dalam tangan mereka. Tuhan memerintahkan Yosua untuk tidak takut, karena Dia sudah menetapkan kemenangan bagi mereka. Janji Tuhan pun terbukti, jika kita membaca dalam Yosua 11:16-23, kita akan melihat bagaimana kemenangan demi kemenangan yang dialami oleh orang Israel. Ketakutan merupakan bukti tidak adanya iman. Jika kita sadar berjalan bersama dengan Tuhan, seharusya tidak ada yang perlu kita takutkan. Tuhan yang memegang kendali atas hidup kita. Kepercayaan kepada Tuhan memberikan kita keberanian untuk menghadapi apapun yang ada di depan kita. Dia berjalan bersama kita, dan Dia telah merencanakan jalan keluar bagi setiap masalah & tantangan yang kita hadapi. Kita hanya perlu percaya kepada-Nya dan melakukan bagian kita dengan setia. Sebab Allah memberikan kepada kita bukan roh ketakutan, melainkan roh yang membangkitkan kekuatan, kasih dan ketertiban (2 Tim. 1:7).
Minggu, 2 Juni 2024 Pembacaan Alkitab; Yosua 9 – 10 KUASA FIRMAN TUHAN “Berfirmanlah TUHAN kepada Yosua: ”Janganlah takut kepada mereka, sebab Aku menyerahkan mereka kepadamu. Tidak seorang pun dari mereka yang akan dapat bertahan menghadapi engkau.” (Yosua 10:8) Karena peperangan melawan raja Amori serta pasukannya yang besar, Yosua pun merasa takut dan ragu. Tapi Tuhan memberinya jaminan dan kekuatan melalui firman-Nya. Firman Tuhan yang disampaikan kepada Yosua penuh dengan kuasa dan otoritas. Tuhan bukan hanya berjanji untuk memberikan kemenangan kepada bangsa Israel, tetapi Dia juga menyatakan bahwa tidak ada satupun musuh yang dapat bertahan melawan mereka. Hal Ini menunjukkan bahwa firman Tuhan memiliki kekuatan untuk mengalahkan segala rintangan dalam hidup kita. Yosua 10:8 merupakan pesan yang kuat dan membawa pengharapan bagi kita. Saat ketika kita menghadapi pertempuran dalam hidup, maka kita dapat menemukan kekuatan dan keberanian dalam firman Tuhan. Karena dalam firman-Nya Dia berjanji untuk berperang bersama kita. Selama kita berjalan bersama Tuhan, dan hidup dalam firman-Nya, kita tidak usah takut terhadap bahaya, karena Ia menyertai kita. percayalah kepada Tuhan dan dengarkanlah firman-Nya serta hiduplah di dalamnya. Karena Firman-Nya berkuasa bukan hanya memberikan kepada kita kekuatan saja tapi juga membawa kita kepada penggenapan janji Tuhan dalam hidup kita.
Sabtu, 1 Juni 2024 Pembacaan Alkitab; Joshua 7 – 8 Ketaatan pada Tuhan Membawa Kemenangan “Lalu berfirmanlah TUHAN kepada Yosua: ”Acungkanlah lembing yang ada di tanganmu ke arah Ai, sebab Aku menyerahkan kota itu ke dalam tanganmu.” Maka Yosua mengacungkan lembing yang di tangannya ke arah kota itu.” (Yosua 8:18) Satu-satunya cara untuk meraih kemenangan adalah mendengar dan menaati apa yang Tuhan sampaikan. Hikmat dan kepintaran manusia itu terbatas, tapi Tuhan tidak terbatas. Sama halnya dengan yang Yosua lakukan ketika ia hendak merebut kota. Meskipun Yosua sempat mengalami kegagalan tapi ia sadar dan akhirnya bertanya kepada Tuhan tentang apa yang salah (Yosua 7). Tuhan kemudian mengungkapkan bahwa kekalahan mereka disebabkan oleh dosa Akhan, yang telah mengambil harta rampasan perang yang dilarang oleh Tuhan. Kemenangan bangsa Israel atas Ai bukan karena kekuatan atau strategi mereka sendiri, tetapi karena iman mereka kepada Tuhan dan ketaatan mereka kepada perintah-Nya. Hal Ini mengingatkan pada kita untuk dapat mencapai kemenangan dalam hidup kita harus bersandar pada iman kepada Tuhan dengan mentaati firman-Nya. Ketika kita hidup dengan prinsip ini, maka kita pasti akan mengalami kemenangan dalam hidup kita dan menjadi alat yang dipakai Tuhan untuk melakukan hal-hal besar bagi kemuliaanNya.
Jumat, 31 Mei 2024 Pembacaan Alkitab; Yosua 5-6 Musim Baru dalam kehidupan Dan berfirmanlah TUHAN kepada Yosua: “Hari ini telah Kuhapuskan cela Mesir itu dari padamu.” Itulah sebabnya nama tempat itu disebut Gilgal sampai sekarang. (Yosua 5:9) Setelah bangsa Israel menyeberangi Sungai Yordan, Tuhan berbicara kepada Yosua dengan perkataan yang penuh arti: “Hari ini telah Kuhapuskan cela Mesir itu dari padamu.” (Yosua 5:9). Perkataan ini menandakan sebuah pembebasan. Selama bertahun-tahun mereka hidup sebagai budak di Mesir, mengalami penindasan dan penderitaan. Kini, dengan memasuki tanah Kanaan, mereka dibebaskan dari “cela” atau “aib” masa lalu. Sebagai pengingat, tempat itu dinamai Gilgal, yang berarti “penggelindingan.” Hal Ini melambangkan tergulingnya beban dan kenangan buruk yang mereka bawa dari Mesir. Demikina juga kita sebagai orang percaya bahwa, Tuhan berkuasa untuk menghapuskan “cela” yang membebani kita, kesalahan masa lalu, pengalaman traumatis, atau kegagalan yang terus menghantui saat percaya kepada Yesus. Dengan memasuki tanah Kanaan, bangsa Israel memulai kehidupan yang baru. Demikian juga Tuhan menawarkan musim yang baru bagi kita. Kita bisa meninggalkan masa lalu yang kelam dan melangkah maju bersama Dia. Penghapusan “cela” ini berkaitan dengan pengampunan Tuhan. Dia tidak lagi mengingat dosa dan kesalahan kita yang telah kita bawa kepada-Nya dengan pertobatan yang sungguh-sungguh.
Kamis, 30 Mei 2024 Pembacaan Alkitab; Yosua 3-4 BERIMAN & BERTINDAK Ketika para imam, pengangkat tabut perjanjian TUHAN itu, keluar dari tengah-tengah sungai Yordan, dan baru saja kaki para imam itu dijejakkan di tanah yang kering, maka berbaliklah air sungai Yordan itu ke tempatnya dan mengalir seperti dahulu dengan meluap sepanjang tepinya. (Yosua 4:18) Dapat kita bayangkan bagaimana suasana yang menegangkan saat bangsa Israel menyeberangi Sungai Yordan. Ketika air sungai yang terbelah, menjulang tinggi di kedua sisi seperti tembok kokoh. Kemudian mereka berjalan di tanah keringnya, & itu adalah keajaiban yang terlihat di hadapan mereka. Namun, perhatikan saat yang sangat menakjubkan (Yosua 4:18) ketika air sungai tidak surut begitu saja. Namun baru setelah para imam, pengangkat Tabut Perjanjian Tuhan, saat melangkahkan kaki ke tanah Kanaan, barulah air sungai kembali mengalir deras seperti semula. Hal tersebut menggambarkan bahwa Tuhan tidak pernah mengingkari janji-Nya. Dia berjanji memberikan tanah Kanaan kepada umat-Nya, dan Dia membuktikannya dengan mukjizat pembelahan Sungai Yordan. Ada keterkaitan antara tindakan para imam dengan mengalirnya kembali air sungai. Hal Ini bisa jadi simbol bahwa berkat Tuhan dan mukjizat-Nya terjadi ketika kita melangkah dengan iman ke wilayah baru, ke tanah perjanjian yang Dia sediakan. Tuhan bekerja melalui tindakan umat-Nya. Para imam harus melangkahkan kaki terlebih dahulu, menunjukkan ketaatan dan iman mereka. Tuhan memberkati langkah mereka dan membuktikan kuasa-Nya. Hal yang serupa dapat kita alami ketika kita mulai melangkah dan percaya akan perkataan dan janjiNya, maka mujizat Allah terjadi seperti halnya yang dialami bangsa Israel.
Rabu, 29 Mei 2024 Pembacaan Alkitab; Yosua 1-2 PESAN PENTING Kepada orang Ruben, kepada orang Gad dan kepada suku Manasye yang setengah itu berkatalah Yosua, demikian: “Ingatlah kepada perkataan yang dipesankan Musa, hamba TUHAN itu, kepadamu, yakni: TUHAN, Allahmu, mengaruniakan keamanan kepadamu dan memberikan kepadamu negeri ini; (Yosua 1:12-13) Pesan Yosua kepada suku Ruben, Gad, dan setengah suku Manasye yang telah menerima wilayah mereka di sebelah timur Sungai Yordan. Yosua mengingatkan mereka untuk mengingat pesan Musa, bahwa pentingnya untuk tetap setia pada instruksi dan janji Tuhan yang disampaikan melalui para pemimpin. Tuhan telah memberikan keamanan dan tanah perjanjian kepada mereka. Hal ini menunjukkan berkat Tuhan atas ketaatan mereka selama perjalanan di padang gurun. Meskipun mereka menerima wilayah di luar tanah Kanaan, namun mereka tetap menjadi bagian umat Tuhan. Sebab berkat Tuhan tidak selalu berupa hal materi, tetapi juga keamanan dan penyertaan-Nya di mana pun kita berada. Bagi kita umat Tuhan masa kini sangat penting untuk mengingat dan mentaati firman Tuhan. Sebab Tuhan memelihara dan memberikan berkat kepada umat-Nya yang setia & taat. Iman dan ketaatan kita kepada Tuhan janganlah dibatasi oleh situasi & kondisi yang kita hadapi.
Selasa, 28 Mei 2024 Pembacaan Alkitab: Kisah Rasul 25 – 28 BERITAKAN KABAR BAIK Dengan terus terang dan tanpa rintangan apa-apa ia memberitakan Kerajaan Allah dan mengajar tentang Tuhan Yesus Kristus. Kisah Para rasul 28:31 Paulus, menunjukkan ketekunannya dan keberanian dalam memberitakan Injil meskipun ia menghadapi berbagai tantangan dan hambatan. Dia tidak tergoyahkan oleh berbagai rintangan yang dihadapinya, tetapi dengan penuh keyakinan dan keberanian, ia terus menerus menyampaikan pesan Kerajaan Allah dan mengajar tentang Yesus Kristus. Pesan penting yang kita dapatkan adalah perlunya keteguhan dan ketulusan dalam pelayanan kita bagi Tuhan. Meskipun mungkin kita menghadapi berbagai rintangan, tantangan, dan hambatan dalam hidup, kita harus tetap setia dan berani dalam memberitakan Injil dan mengajar tentang Yesus Kristus. Hal Ini menegaskan bahwa kita harus memiliki iman yang kuat dan komitmen yang tulus dalam mengikuti Kristus serta mewartakan injil kabar baik kepada dunia. Suatu panggilan yang serius bagi setiap pengikut Kristus. Roh Kudus akan selalu memimpin kita dalam setiap langkah pelayanan & kehidupan kita.
Senin, 27 Mei 2024 Pembacaan Alkitab: Kisah Rasul 22 – 24 TETAP TEGUH DAN BERANI Pada malam berikutnya Tuhan datang berdiri di sisinya dan berkata kepadanya: “Kuatkanlah hatimu, sebab sebagaimana engkau dengan berani telah bersaksi tentang Aku di Yerusalem, demikian jugalah hendaknya engkau pergi bersaksi di Roma.” Kisah para Rasul 23:11 Tuhan meneguhkan Paulus melalui malaikat-Nya di tengah-tengah situasi yang sangat sulit. Paulus berada dalam bahaya besar karena konspirasi untuk membunuhnya yang dirancang oleh sekelompok orang Yahudi fanatik. Namun, pada saat keputusasaan itu, Tuhan mengirimkan malaikat-Nya untuk memberi keberanian dan penghiburan kepada Paulus. Ketika Paulus berada dalam situasi yang sangat sulit, Tuhan tidak meninggalkannya sendirian. Ini mengingatkan kita bahwa meskipun kita mungkin menghadapi kesulitan dan cobaan dalam hidup, Tuhan selalu bersama kita dan siap memberikan bantuan-Nya. Meskipun Paulus dihadapkan pada ancaman kematian yang serius, dia tetap teguh dalam imannya kepada Tuhan. Dia tidak putus asa atau kehilangan harapan, tapi tetap percaya bahwa Tuhan akan menyelamatkannya. Peristiwa ini mengajarkan kita betapa pentingnya mempertahankan iman kita bahkan dalam situasi yang paling sulit sekalipun. Tetaplah percaya akan kehadiran, kekuatan, dan kasih sayang Tuhan dalam kehidupan kita. Diperlukan keberanian dan keteguhan iman yang kokoh pada Kristus, dalam menghadapi masalah serta tantangan hidup.