Author: Administrator

[BREAD OF LIFE – GIVES LIFE]BOL 365 | DAY 147

Minggu, 26 Mei 2024 Pembacaan Alkitab: Kisah Para Rasul 19 – 21 MENCAPAI GARIS AKHIR Tetapi aku tidak menghiraukan nyawaku sedikit pun, asal saja aku dapat mencapai garis akhir dan menyelesaikan pelayanan yang ditugaskan oleh Tuhan Yesus kepadaku untuk memberi kesaksian tentang Injil kasih karunia Allah. Kisah Para Rasul 20:24 Pernyataan ini berasal dari Paulus kepada para penatua gereja di Efesus dalam pidato perpisahannya. Paulus memiliki pemahaman yang jelas tentang tujuan hidupnya. Baginya, hidup bukanlah sekadar tentang memenuhi keinginan diri sendiri, tetapi untuk menyelesaikan tugas dan pelayanan yang diberikan kepadanya oleh Tuhan Yesus. Hal Ini menunjukkan pentingnya memiliki fokus yang jelas dalam hidup, yaitu untuk mengikuti panggilan Tuhan dan melakukan kehendak-Nya dan memberitakan Injil sebagai prioritas utama dalam hidupnya. Paulus mengajarkan kita pentingnya mengutamakan hal-hal yang bersifat rohani dan kekal dalam kehidupan kita daripada hal-hal duniawi yang sementara. Paulus menunjukkan kesediaannya untuk mengorbankan diri demi misi yang diberikan kepadanya oleh Tuhan. Ini mengajarkan kita tentang pentingnya pengorbanan diri dalam mengikuti Kristus dan melayani sesama. Dengan merenungkan Firman Tuhan ini, kita dapat dimotivasi untuk menempatkan pelayanan kepada Tuhan sebagai prioritas utama dalam hidup kita dan berkomitmen untuk memberitakan kasih karunia Allah kepada orang lain.

[BREAD OF LIFE – GIVES LIFE] BOL365 | DAY 146

Sabtu, 25 Mei 2024 Pembacaan Alkitab: Kisah Para Rasul 16-18 “DIBEBASKAN DAN DISELAMATKAN” “Jawab mereka: “Percayalah kepada Tuhan Yesus Kristus dan engkau akan selamat, engkau dan seisi rumahmu.” (Kisah Para Rasul 16:31) Saat memberitakan Injil di kota Filipi, Paulus dan Silas sempat dianggap sebagai pengacau kota. Oleh sebab itu mereka ditangkap, dihadapkan kepada penguasa kota dan para hakim, lalu dihukum cambuk, dan dimasukkan ke dalam penjara. Mereka ditempatkan di ruang tahanan yang paling ketat sekaligus dibelenggu dengan pasung yang sangat kuat karena status mereka adalah tahanan dari penguasa kota. Adalah mustahil untuk bisa melarikan diri dari penjara dengan pengamanan seketat itu. Meskipun demikian, Paulus dan Silas tetap dapat berdoa dan menyanyikan puji-pujian kepada Tuhan. Tiba-tiba Tuhan campur tangan, terjadilah gempa bumi yang membuat pintu penjara terbuka dan mereka terlepas dari pasungan. Kepala penjara yang diberi tanggung jawab atas dua orang tahanan istimewa itu menjadi sangat takut karena berpikir bahwa mereka telah melarikan diri, ia pun hendak bunuh diri tetapi dicegah oleh Paulus. Demikian rapuhnya manusia, sehingga saat ia melihat masalah besar datang dan tidak mungkin ada jalan keluar, maka ia akan dengan mudahnya mengambil jalan pintas, yaitu bunuh diri. Maut menguasai kehidupan manusia, oleh karena itu manusia perlu dibebaskan dari kuasa dosa yang membawa kepada maut. Hanya kehadiran Roh Allah yang mampu membebaskan. Kepala penjara Filipi terpenjara oleh maut, ia hampir putus nyawanya karena putus asa. Tetapi ia mendengar berita keselamatan yang disampaikan rasul Paulus. Roh Kudus membebaskan kepala penjara dan mengubahkan hidupnya, ia menjadi percaya kepada Yesus Kristus, bahkan seisi keluarganya juga diselamatkan. Dalam segala keadaan, Roh Kudus mampu memimpin hidup kita untuk memberitakan kabar keselamatan, seperti yang dilakukan oleh Paulus.

[BREAD OF LIFE – GIVES LIFE] BOL365 | DAY 145

Jumat, 24 Mei 2024 Pembacaan Alkitab: Kisah Para Rasul 13-15 “KESELAMATAN BAGI SEGALA BANGSA” “Kemudian Aku akan kembali dan membangunkan kembali pondok Daud yang telah roboh, dan reruntuhannya akan Kubangun kembali dan akan Kuteguhkan, supaya semua orang lain mencari Tuhan dan segala bangsa yang tidak mengenal Allah, yang Kusebut milik-Ku demikianlah firman Tuhan yang melakukan semuanya ini,” (Kisah Para Rasul 15:16-17) Sebagian besar nabi di zaman Perjanjian Lama, termasuk Musa dan Yesaya, telah berbicara tentang panggilan Tuhan kepada bangsa-bangsa non-Yahudi. Pada masa nabi Amos, Tuhan berfirman bahwa Ia akan membangun kembali kemah atau tabernakel Daud yang telah menjadi reruntuhan dan roboh. Memang nubuatan itu tergenapi, Bait Allah benar-benar dihancurkan beberapa abad kemudian, yaitu oleh perintah raja Nebukadnezar II (597-596 SM) dan kemudian oleh Jenderal Titus Vespasianus (70M). Tetapi kemudian Allah juga membangun kembali Bait-Nya yang baru dengan Perjanjian yang Baru pula. Setelah kenaikan Tuhan Yesus ke surga, para murid taat mengikuti perintah-Nya untuk berkumpul di sebuah ruangan loteng di Yerusalem. Mereka menunggu janji Tuhan bahwa mereka akan diperlengkapi dengan kuasa dari tempat tinggi. Pada Hari Pentakosta para murid dipenuhi oleh Roh Kudus, dan sejak hari itu pula Roh Kudus berdiam dalam gereja sebagai Tubuh Kristus secara permanen. Oleh kuasa Roh Kudus para murid dimampukan untuk menjadi saksi Kristus dan memberitakan keselamatan yang datang dari pada-Nya kepada segala bangsa. Kita harus bersyukur, karena keselamatan bukan saja dikaruniakan kepada bangsa Yahudi, tetapi juga kepada kita yang berasal dari golongan “bangsa-bangsa lain” yang sebelumnya tidak mengenal Allah. Tuhan menghendaki supaya semua orang lain mencari-Nya, bukan orang Yahudi saja. Dengan pemulihan pondok Daud ini, sebagai orang percaya yang telah diselamatkan di dalam Yesus Kristus, kita juga harus membawa segala bangsa mencari Tuhan, agar mereka dapat memperoleh perkenanan Nya.

[BREAD OF LIFE – GIVES LIFE] BOL365 | DAY 144

Kamis, 23 Mei 2024 Pembacaan Alkitab: Kisah Para Rasul 10-12 “Kemurahan TUHAN bagi segala bangsa” “Setiap orang dari bangsa manapun yang takut akan Dia dan yang mengamalkan kebenaran berkenan kepada-Nya.” (Kisah Para Rasul 10:35) Allah mengasihi segala bangsa yang ada di bumi. Karena itu sebelum naik ke surga, Tuhan Yesus memberikan Amanat Agung bagi para murid-Nya. Ketika Roh Kudus turun, maka mereka diberikan kuasa dan diperlengkapi untuk menjadi saksi-Nya, supaya sanggup memberitakan Injil Keselamatan yang datang dari Yesus Kristus kepada segala bangsa berbagai penjuru bumi. Kisah Kornelius adalah contoh dari keselamatan bagi bagsa-bangsa non-Yahudi. Sebagai perwira Romawi, ia begitu berbeda. Kornelius tidak lagi menyembah dewa-dewi Yunani & Romawi, melainkan hidup dalam kebenaran dan kesalehan kepada Allah yang hidup. Ketika rasul Petrus menumpang di rumahnya yang berada di Kaisarea, di situlah Roh Kudus turun atas orang-orang di rumah Kornelius, sebagaimana Ia melawat 120 orang murid Yesus Kristus di kamar atas di Yerusalem. Mereka juga berkata-kata dalam bahasa roh dan memuliakan Allah. Allah tidak membedakan dari suku dan bangsa manakah kita berasal. Di zaman jemaat mula-mula terdapat beberapa orang Yahudi yang menjadi Kristen, merasa bahwa mereka yang telah disunat itu memiliki keistimewaan dibandingkan dengan orang Kristen dari bangsa-bangsa lain. Tetapi peristiwa lawatan Roh Kudus di rumah Kornelius membuktikan bahwa setiap orang dari bangsa mana pun yang takut kepada Tuhan dan hidup di dalam kebenaran, kepada mereka pun Tuhan juga berkenan, itulah kemurahan Tuhan. Kemurahan Tuhan tersedia bagi bagsa-bangsa; kita sebagai murid Kristus memiliki tugas untuk mengabarkan kemurahan itu bagi mereka.

[BREAD OF LIFE – GIVES LIFE] BOL 365 | DAY 143

Rabu, 22 Mei 2024 Pembacaan Alkitab; Kisah Para Rasul 7-9 180 DERAJAT Tetapi firman Tuhan kepadanya: “Pergilah, sebab orang ini adalah alat pilihan bagi-Ku untuk memberitakan nama-Ku kepada bangsa-bangsa lain serta raja-raja dan orang-orang Israel (Kisah rasul 9:15) Paulus lahir di Tarsus, sebuah kota penting di wilayah Kilikia (sekarang di Turki). Ia berasal dari keluarga Yahudi yang taat dan juga merupakan warga negara Romawi. Paulus dikenal sebagai penganiaya utama orang Kristen awal. Ia aktif dalam mencari dan menangkap orang-orang Kristen. Ia hadir dan setuju dengan rajamnya Stefanus, martir Kristen pertama (Kis. 7:58; 8:1). Ia juga menerima surat kuasa dari imam besar untuk menangkap orang-orang Kristen di Damaskus dan membawa mereka ke Yerusalem untuk diadili (Kis. 9:1-2). Namun, semua kejahatan Paulus berubah ketika Ia berjumpa dengan Kristus. Hidupnya berubah 180 derajat. Paulus menjadi salah satu penginjil terbesar dalam sejarah Kekristenan. Ia melakukan beberapa perjalanan misi untuk menyebarkan Injil ke berbagai wilayah, termasuk Asia Kecil, Yunani, dan akhirnya Roma. Bahkan hampir dari setengah kitab Perjanjian Baru ditulis olehnya. Melalui kisah Paulus, kita bisa melihat bahwa tidak ada hati yang terlalu keras yang tidak bisa diubahkan oleh Tuhan Yesus. Pertobatannya mengingatkan kita bahwa tidak ada yang terlalu jauh dari kasih Tuhan, dan setiap orang dapat diubah oleh kasih karunia dan panggilan-Nya. Tuhan begitu mengasihi kita. Jika hari-hari ini kita sedang dalam tekanan, merasa hidup kita tidak berharga, mari datanglah kepada Tuhan Yesus. Biarkan Ia masuk dalam hati kita dan mengubah hidup kita. Sehancur apapun hidup kita, Tuhan mampu mengubahkan hidup kita. Jadi siapa yang ada di dalam Kristus, ia adalah ciptaan baru: yang lama sudah berlalu, sesungguhnya yang baru sudah datang (2 Kor. 5:17).

[BREAD OF LIFE – GIVES LIFE] BOL 365 | DAY 142

Selasa, 21 Mei 2024 Pembacaan Alkitab, Kisah Para Rasul 4-6 TRANSFORMASI OLEH ROH KUDUS Ketika sidang itu melihat keberanian Petrus dan Yohanes dan mengetahui, bahwa keduanya orang biasa yang tidak terpelajar, heranlah mereka; dan mereka mengenal keduanya sebagai pengikut Yesus (Kisah Rasul 4:13) Petrus dan Yohanes adalah nelayan sederhana sebelum mereka mengikuti Yesus. Mereka tidak memiliki pendidikan teologis atau status sosial yang tinggi. Bahkan, Petrus pernah menyangkal Yesus tiga kali karena ketakutan. Namun, setelah mereka dipenuhi oleh Roh Kudus pada hari Pentakosta, segalanya berubah. Ketakutan digantikan oleh keberanian, dan kebingungan digantikan oleh hikmat yang berdasarkan firman. Transformasi yang dialami oleh Petrus dan Yohanes adalah bukti nyata dari kuasa Roh Kudus. Roh Kudus tidak hanya mengubah perilaku dan sikap mereka, tetapi juga memberi mereka kemampuan untuk berbicara dengan hikmat dan keberanian di hadapan para pemimpin agama. Ini adalah perubahan yang luar biasa, dari orang-orang biasa menjadi saksi yang berani dan berkuasa bagi Kristus. Kita berubah dan berbuah oleh karena pekerjaan Roh Kudus dalam hidup kita. Perubahan hidup tidak akan pernah terjadi jika kita mengandalkan kekuatan sendiri. Mintalah Roh Kudus untuk bekerja dalam hidup kita, mengubah kita dari dalam dan memberi kita keberanian dan hikmat. Biarkan Roh Kudus mengubah kita, membuang ketakutan, kebingungan, dan kelemahan serta menggantinya dengan keberanian, hikmat, dan kekuatan, sehingga kita menjadi saksi Kristus yang berdampak. Roh Kudus tidak hanya mengubah hidup kita; Dia membentuk kita menjadi siapa kita seharusnya dalam Kristus.

[BREAD OF LIFE – GIVES LIFE] BOL 365 | DAY 141

Senin, 20 Mei 2024 Pembacaan Alkitab, Kisah Para Rasul 1-3 DIPERLENGKAPI UNTUK MENJADI SAKSI Tetapi kamu akan menerima kuasa, kalau Roh Kudus turun ke atas kamu, dan kamu akan menjadi saksi-Ku di Yerusalem dan di seluruh Yudea dan Samaria dan sampai ke ujung bumi.” (Kis. 1:8) Kisah Para Rasul 1:8 adalah salah satu ayat yang sangat penting dalam Perjanjian Baru karena Berisi janji dan perintah dari Yesus sebelum Dia naik ke surga. Ada dua pesan penting dari Kisah Rasul 1: 8 ini yaitu: penerimaan kuasa melalui Roh Kudus dan tugas menjadi saksi Kristus ke seluruh dunia. Kuasa ini bukanlah untuk kepentingan pribadi, melainkan untuk memperlengkapi mereka dalam menjalankan misi yang telah ditetapkan oleh Yesus. Ketika kita menerima Roh Kudus, kita juga diperlengkapi dengan berbagai karunia rohani yang berbeda-beda. Karunia-karunia ini diberikan agar kita dapat melayani Tuhan dan sesama dengan lebih efektif. Semua karunia ini diberikan untuk membangun tubuh Kristus dan memperluas kerajaan-Nya di bumi. Menjadi saksi Kristus tidak hanya berarti berbicara tentang Injil, tetapi juga tentang bagaimana kita menghidupi Injil. Hidup kita harus menjadi cermin dari kasih, pengampunan, dan kebenaran yang diajarkan oleh Yesus. Dengan demikian, orang lain dapat melihat Kristus melalui tindakan dan perilaku kita. Sebab itu, jadilah teladan dalam iman dan perbuatan. Hidup yang dipimpin oleh Roh Kudus sehingga akan menarik orang lain untuk datang pada Yesus. Kuasa Roh Kudus memampukan kita untuk melampaui keterbatasan manusiawi untuk menggenapi panggilan Ilahi.

[BREAD OF LIFE – GIVES LIFE] BOL 365 | DAY 140

Minggu, 19 Mei 2024 Pembacaan Alkitab, Ulangan 31 – 34 “Janji Penyertaan TUHAN” “TUHAN, Allahmu, Dialah yang akan menyeberang di depanmu; Dialah yang akan memunahkan bangsa-bangsa itu dari hadapanmu, sehingga engkau dapat memiliki negeri mereka; Yosua, dialah yang akan menyeberang di depanmu, seperti yang difirmankan TUHAN.” (Ulangan 31:3) Menjelang akhir kepemimpinan Musa, ia memberi pesan kepada bangsa Israel saat mereka sedang bersiap-siap untuk memasuki Tanah Perjanjian. Musa berpesan supaya mereka tidak usah takut dan gentar karena Allah sendiri yang akan memimpin mereka dalam perjalanan menuju Tanah Perjanjian. Tuhan sendiri yang akan berperang melawan bangsa-bangsa yang tinggal di sana dan memberikan kemenangan kepada Israel. Hal ini menunjukkan bahwa Allah selalu menyertai umat-Nya dan tidak pernah meninggalkan mereka. Ini juga mengingatkan kita untuk mencapai tujuan bukan berarti tidak ada tantangan didepan, tapi ingat ada janji penyertaan Tuhan untuk kita. Jadi kita tidak usah takut dan khawatir karena Tuhan menyertai perjalanan hidup kita. Tetapi kita harus mendengar arahan dan bimbingan pemimpin yang Tuhan pilih karena itu adalah bagian dari perintah Tuhan untuk membawa kita pada suatu tujuan yaitu hidup yang diberkati