Author: Administrator

[BREAD OF LIFE – GIVES LIFE] BOL 365 | DAY 163

Selasa, 11 Juni 2024 Pembacaan Alkitab: Roma 3 – 4 Janji NYA Pasti Digenapi Tetapi terhadap janji Allah ia tidak bimbang karena ketidakpercayaan, malah ia diperkuat dalam imannya dan ia memuliakan Allah, Roma 4:20 Segala janji Tuhan adalah dasar iman Kristen yang kuat. Yesus Kristus sendiri mengucapkan setiap janji yang tak tergoyahkan itu pada umat-Nya dan pasti janjiNya akan digenapi. Dalam setiap janji tersebut kita akan menemukan penghiburan, harapan, dan kekuatan untuk menghadapi hidup dengan penuh iman dan keteguhan. Abraham adalah teladan iman yang kuat. Meskipun segala sesuatunya tampak bertentangan dengan semua janji Allah, dia tetap percaya dan tidak meragukan kekuatan dan kesetiaan Allah. Hal Ini mengajarkan pada kita pentingnya memiliki kepercayaan yang tak tergoyahkan kepada Kristus, bahkan dalam situasi yang sulit atau tidak mungkin. Iman yang kokoh seperti Abraham akan membawa kita pada keintiman yang lebih dalam dengan Tuhan dan pemenuhan janji-Nya dalam hidup kita. Salah satu wujud dari iman yang kuat adalah memberikan hormat kepada Tuhan. Dan Ini melibatkan pengakuan akan kebesaran-Nya, ketaatan terhadap kehendak-Nya, dan penyembahan yang tulus.

[BREAD OF LIFE – GIVES LIFE] BOL 365 | DAY 162

Senin, 10 Juni 2024 Pembacaan Alkitab: Roma 1 – 2 JANGAN KERASKAN HATIMU Tetapi oleh kekerasan hatimu yang tidak mau bertobat, engkau menimbun murka atas dirimu sendiri pada hari waktu mana murka dan hukuman Allah yang adil akan dinyatakan. Roma 2:5 Rasul Paulus membahas tentang bagaimana Allah akan memperlakukan setiap orang sesuai dengan perbuatan mereka. Rasul Paulus juga mengingatkan bahwa ketidaktaatan manusia akan menumpuk murka Tuhan. Kekerasan hati dan ketidakbersediaan untuk bertobat dapat membawa murka Allah atas diri kita sendiri. Hati yang keras dan tidak mau menerima kebenaran dapat menghalangi hubungan kita dengan Tuhan dan menghalangi pertobatan. Sebagai pengikut Kristus, diingatkan bahwa hati yang keras akan menghalangi kita untuk menerima kehadiran Tuhan dalam hidup ini. Ketika hati kita keras, akan cenderung menolak atau tidak peka terhadap pesan-pesan dan arahan yang diberikan oleh Roh Kudus bagi umatNya. Marilah kita berusaha untuk memiliki hati yang selalu bersedia untuk bertobat dan hidup dalam kebenaran Allah dengan kerendahan hati.

[BREAD OF LIFE – GIVES LIFE] BOL365 | DAY 161

Minggu, 9 Juni 2024 Pembacaan Alkitab: Yosua 23 – 24 PILIHAN & KEPUTUSAN YANG TEPAT Tetapi jika kamu anggap tidak baik untuk beribadah kepada TUHAN, pilihlah pada hari ini kepada siapa kamu akan beribadah; allah yang kepadanya nenek moyangmu beribadah di seberang sungai Efrat, atau allah orang Amori yang negerinya kamu diami ini. Tetapi aku dan seisi rumahku, kami akan beribadah kepada TUHAN!” Yosua 24:15 Yosua memberikan sebuah tantangan kepada bangsa Israel untuk memilih antara melayani Tuhan atau mengikuti dewa-dewa lain. Pesan firman Tuhan ini menyoroti pentingnya membuat keputusan dan pilihan yang tepat serta bertanggung jawab dalam keputusan dan pilihan yang sudah diambil. Baik dalam hal spiritualitas dan kehidupan sehari-hari. Setiap orang dihadapkan pada banyak pilihan penting, termasuk dalam hal kepercayaan dan nilai-nilai yang akan mereka anut. Yosua menekankan bahwa kita tidak bisa bersikap netral atau berubah-ubah dalam hal kepercayaan kita kepada Tuhan. Kita harus membuat keputusan yang jelas dan komitmen dalam iman kita, agar kita tidak tergoda oleh berbagai pilihan dan godaan di dunia ini. Dalam menghadapi banyak pilihan hidup, mari kita terus mengingat kata-kata Yosua ini dan memilih untuk mengikuti dan beribadah kepada Tuhan dengan sepenuh hati. Ketika kita memilih untuk melayani Tuhan, itu harus tercermin dalam setiap aspek kehidupan kita, termasuk hubungan, pekerjaan, dan keputusan-keputusan yang kita buat.

[BREAD OF LIFE – GIVES LIFE] BOL365 | DAY 160

Sabtu, 8 Juni 2023 Pembacaan Alkitab: Yosua 21–22 “JANJI TUHAN DAN KETAATAN KITA” “Dari segala yang baik yang dijanjikan TUHAN kepada kaum Israel, tidak ada yang tidak dipenuhi; semuanya terpenuhi.” (Yosua 21:45) Allah memenuhi janji-Nya kepada nenek moyang umat Israel, Ia telah memberikan tanah perjanjian kepada keturunan Abraham-Ishak-Yakub. Allah setia dalam menggenapi janji-Nya kepada bangsa Israel; namun mereka tetap harus melaksanakan bagian mereka dengan setia dalam menaati perjanjian itu, jika tidak mereka akan gagal memiliki seluruh tanah itu. Dari semua perkataan yang baik yang telah diucapkan Allah kepada umat Israel, tidak ada satu pun yang tidak digenapi-Nya, semuanya telah terjadi. Kepemilikan atas tanah Kanaan dianggap sebagai titik pusat dari segala janji Tuhan, karena hal kepemilikan ini akan menjadi fondasi dari semua berkat-berkat Tuhan yang berikutnya diberikan-Nya bagi Israel, yaitu janji akan adanya penggenapan yang berkelanjutan dari janji-janji Allah yang lainnya. Demikian pula di zaman Perjanjian Baru, Tuhan dengan setia akan memenuhi semua janji-Nya kepada kita, orang percaya. Namun kita tetap harus melaksanakan bagian kita dengan ketaatan yang setia, jika kita ingin memperoleh janji-janji itu. Misalnya saja dalam hal Kerajaan Allah, kalau kita tidak pernah berusaha mencari Kerajaan Allah dan segala kebenarannya, maka kita tidak akan pernah bisa menemukannya, dan kalau kita tidak pernah menemukannya, bagaimana mungkin kita bisa tinggal di dalamnya? Jangan sampai kita tidak menerima semua janji Allah karena kegagalan kita dalam hal ketaatan. Allah ingin memberikan kerajaan-Nya untuk dinikmati umat-Nya. Lakukanlah bagian yang Tuhan perintahkan untuk kita kerjakan supaya kita dapat memperoleh penggenapan akan janji Nya.

[BREAD OF LIFE – GIVES LIFE] BOL365 | DAY 159

Jumat, 7 Juni 2023 Pembacaan Alkitab: Yosua 19–20 “KOTA PERLINDUNGAN YANG KOKOH” “Berfirmanlah TUHAN kepada Yosua, demikian: “Katakanlah kepada orang Israel, begini: Tentukanlah bagimu kota-kota perlindungan, yang telah Kusebutkan kepadamu dengan perantaraan Musa, supaya siapa yang membunuh seseorang dengan tidak sengaja, dengan tidak ada niat lebih dahulu, dapat melarikan diri ke sana, sehingga kota-kota itu menjadi tempat perlindungan bagimu terhadap penuntut tebusan darah.” (Yosua 20:1-3) Setelah Yosua berhasil memimpin bangsa Israel memasuki Tanah Kanaan dan menaklukkan semua lawan mereka, maka mulailah dilakukan undian untuk pembagian tanah pusaka bagi setiap suku Israel, sesuai dengan perintah Tuhan. Selain menetapkan tanah pusaka, Tuhan juga memerintahkan Yosua untuk menentukan kota-kota perlindungan. Kota perlindungan dimaksudkan untuk melindungi seorang yang tidak sengaja mencelakai orang lain sampai mati. Orang itu bisa menghindarkan diri dari hukuman langsung atau pembalasan dendam, dengan cara lari ke kota perlindungan, sebelum ia diadili dalam rapat jemaat. Daud sering menyebutkan tentang kota benteng – tempat perlindungan di dalam tulisan-tulisannya. Tuhan selalu menjadi kota perlindungan bagi Daud, seorang yang sering melakukan kesalahan dan dosa, tetapi kemudian juga selalu memperoleh kemurahan dan pengampunan dari Tuhan. Bukankah kita juga sering melakukan kesalahan dan pelanggaran seperti Daud? Walaupun mungkin orang lain tidak tahu, tetapi pasti ada rasa tertuduh, karena sepertinya sulit untuk terbebas dari semua tuduhan pendakwa kita, si Iblis. Lalu kemudian mulailah timbul rasa takut terhadap hukuman yang nanti akan kita terima. Tetapi ada sebuah tempat perlindungan yang teguh, dan itu bukanlah 6 kota yang telah ditetapkan oleh Yosua. Kota perlindungan kita adalah pribadi Yang Agung, Mahakasih, dan penuh pengampunan. Tuhan Yesus membuka tangan-Nya, siap menyambut siapa pun yang mau datang kepada-Nya. Maukah kita datang kepada-Nya? Ada kota perlindungan yang pintunya terbuka setiap saat, siap memberikan perlindungan yang sempurna bagi siapa saja yang mau masuk kedalamnya. Tuhan adalah kota perlindungan yang kokoh.

[BREAD OF LIFE – GIVES LIFE] BOL 365 | DAY 158

Kamis, 6 Juni 2023 Pembacaan Alkitab: Yosua 17–18 “WARISAN YANG BERHARGA” “Lalu jawab bangsa itu kepada Yosua: “Kepada TUHAN, Allah kita, kami akan beribadah, dan firman-Nya akan kami dengarkan.” (Yosua 24:24) Biasanya orang tua yang merasa sudah mendekati akhir hidupnya akan mengumpulkan anak-anaknya dan memberikan wasiat atau pesan terakhir kepada mereka. Betapa pentingnya bagi anak-anaknya untuk mendengar dan mengikuti pesan tersebut. Pada waktu itu Yosua merasa waktu hidupnya di dunia hampir berakhir, karena itu ia merasa harus menyampaikan hal-hal yang penting yang mesti ditanamkan dalam-dalam kepada umat Israel yang telah dipimpinnya selama ini. Mereka harus tetap beribadah kepada TUHAN Allah dengan setia; mereka harus mendengar firman-Nya. Setia beribadah kepada-Nya adalah hal penting, karena hal itu adalah penentu keberlangsungan umat Israel; ketidaktaatan umat Israel bisa menyebabkan Tuhan memusnahkan mereka. Yosua peka akan kondisi umat Israel yang lemah dalam hal tersebut, karena itulah dia memperingatkan mereka. Maka umat Israel menjawab dengan menyatakan kesediaan mereka. Lalu Yosua menetapkan perjanjian itu sebagai bentuk pembaruan yang sungguh-sungguh terhadap perjanjian yang dulu telah dibuat di bawah kepemimpinan nabi Musa. Sebagai orang percaya pada generasi ini, kita juga harus mewariskan sesuatu yang berharga kepada generasi berikutnya. Tidak menunggu sampai mendekati kematian, tetapi justru pada waktu kita masih hidup. Warisan iman, ketaatan, dan kesetiaan kepada Tuhan adalah harta yang paling berharga untuk dibagikan kepada orang-orang yang kita kasihi, baik itu di dalam keluarga, di gereja, dan di komunitas orang percaya.

[BREAD OF LIFE – GIVES LIFE] BOL 365 | DAY 157

Rabu, 5 Juni 2024 Pembacaan Alkitab; Yosua 15 – 16 TAAT PADA TITAH TUHAN Tetapi kepada Kaleb bin Yefune diberikan Yosua sebagian di tengah-tengah bani Yehuda itu, yakni Kiryat-Arba, seperti yang dititahkan TUHAN kepadanya; Arba ialah bapa Enak. Itulah Hebron. (Yosua 15:13) Selama masa pelayanannya, Yosua terus mendengarkan petunjuk dan perintah Tuhan, dan dia siap untuk bertindak sesuai dengan kehendak-Nya. Ketaatan Yosua terhadap suara Tuhan memungkinkannya untuk memimpin umat Israel dengan bijaksana dan kuat, karena ia memperoleh arahan langsung dari Sang Pencipta. Ketaatan Yosua membawanya kepada penuaian janji Tuhan. Yosua menerima bagian tanah yang telah dijanjikan kepadanya. Ini adalah bukti nyata bahwa Tuhan setia kepada janji-Nya kepada mereka yang taat dan patuh pada-Nya. Taat adalah satu kata yang sangat mudah kita ucapkan tetapi seringkali sulit untuk kita lakukan dan terapkan dalam kehidupan kita. Kita tidak dapat hidup taat jika kita dihalangi oleh pikiran kita sendiri dengan segala argumentasi untuk menolak kebenaran firman Tuhan yang harusnya kita lakukan. Kita ingin hidup semaunya sendiri, kita menganggap bahwa Tuhan tidak mengerti keinginan kita. Dari Yosua kita belajar, bahwa ketika mendengar suara Tuhan, jangan menunda untuk melakukannya. Ketaatan pada suara Tuhan adalah landasan dari keberhasilan rohani yang sesungguhnya. Ketaatan mendatangkan berkat. Ketika kita memilih untuk hidup dalam ketaatan, kita akan menuai segala berkat-Nya dalam berbagai aspek kehidupan kita. Ketaatan adalah bukti cinta kita kepada Tuhan, yang dipancarkan melalui setiap tindakan dan keputusan yang kita ambil.

[BREAD OF LIFE – GIVES LIFE] BOL 365 | DAY 156

Selasa, 4 Juni 2024 Pembacaan Alkitab; Yosua 13 – 14 HIDUP DALAM PEMELIHARAAN TUHAN Jadi sekarang, sesungguhnya TUHAN telah memelihara hidupku, seperti yang dijanjikan-Nya. Kini sudah empat puluh lima tahun lamanya, sejak diucapkan TUHAN firman itu kepada Musa . . . (Yosua 14:10) Pemeliharaan Tuhan tidak terbatas oleh waktu. Kaleb mengingat bagaimana Tuhan telah menjaga hidupnya selama bertahun-tahun, bahkan dalam situasi yang sulit seperti mengembara di padang gurun. Selama empat puluh lima tahun, Kaleb dan bangsa Israel menghadapi berbagai tantangan di padang gurun. Kaleb mengingat bagaimana Tuhan telah berjanji dan bagaimana setiap janji itu dipenuhi oleh-Nya. Kaleb menyatakan bahwa Tuhan telah memelihara hidupnya sejak firman diberikan kepada Musa, ia mengingatkan bahwa pemeliharaan Tuhan tidak hanya sekedar pengalaman pribadi, tetapi juga bagian dari sejarah keselamatan yang besar bagi kehidupan bangsa Israel. Seperti yang dialami oleh Kaleb, Tuhan memelihara dalam setiap musim hidup kita, baik dalam kesukaran maupun kelimpahan. Janji-Nya tidak akan pernah berubah, dan kesetiaan-Nya tetap teguh, bahkan ketika segala sesuatu di sekitar kita berubah. Hari-hari ini, apapun yang menjadi ketakutan dan kekuatiran kita, buanglah semua itu. Tuhan Yesus selalu memelihara hidup kiita. Mata-Nya selalu tertuju kepada kita. Bersyukurlah jika Tuhan begitu setia memelihara hidup kita, sebab itu adalah bukti kasih-Nya kepada kita. Hiduplah dengan mata yang tertuju kepada Tuhan. Jangan berhenti untuk percaya pada pemeliharaan Tuhan, bahkan ketika kita berada di tengah-tengah tantangan.