Author: Administrator

[BREAD OF LIFE – GIVES LIFE] BOL 365 | DAY 235

Kamis 22 Agsts 2024 Pembacaan Alkitab; 2 Tawarikh 25-28 MERINDUKAN TUHAN Ia mencari Allah selama hidup Zakharia, yang mengajarnya supaya takut akan Allah. Dan selama ia mencari TUHAN, Allah membuat segala usahanya berhasil (2 Tawarikh 26:5) Ada dua kali tertulis dalam satu ayat di atas tentang ‘mencari Tuhan’. Artinya Betapa pentingnya mencari Tuhan karena tanpa Tuhan apa yang dikerjakan akan gagal Apakah Tuhan bersembunyi dan kita harus mencariNya? Tentu tidak. Tuhan selalu ada, tapi inilah yang Tuhan mau, kita punya kerinduan berjumpa denganNya setiap saat. Bukan hanya saat sedang butuh, tapi setiap saat, dalam setiap keadaan, kita mencari Dia, merindukan Dia, mendambakan untuk berjumpa denganNya Inilah keintiman itu, saat kita mencari Dia dengan penuh kasih dan kerinduan yang dalam untuk berjumpa denganNya. Mencari Dia berarti kita mencintai Dia, membutuhkan Dia, mengandalkan Dia, mengakui bahwa Dialah yang sanggup dan berkuasa, karena Dialah Tuhan yang berdaulat atas hidup ini Seperti rusa yang merindukan sungai yang berair, demikianlah jiwaku merindukan Engkau, ya Allah (Mazmur 42:2)

[BREAD OF LIFE – GIVES LIFE] BOL 365 | DAY 234

Rabu, 21 Agustus 2024 Pembacaan Alkitab, 2 Tawarikh 21 – 24 BUATLAH KOMITMEN ”Kemudian Yoyada mengikat perjanjian antara dia dengan segenap rakyat dan raja, bahwa mereka menjadi umat Tuhan.” [2 Tawarikh 23:16] “Yodaya mengikat perjanjian antara dia, segenap rakyat dan raja !”; sebuah pernyataan yang sangat penuh dengan kesungguhan dan komitmen yang teguh menjadi umat Tuhan, untuk menyembah hanya kepada Dia Kita Belajar tentang komitmen dari Yoyada dan kesungguhan hatinya yang luar biasa dimana dia tidak berfokus kepada dirinya sendiri, tetapi bersama bangsanya membuat komitmen yang penting demi menerima semua janji yang Tuhan berikan bagi mereka Keadaan yang sedang kita dihadapi sekarang mungkin terlihat kurang baik, tapi biarlah kita terlebih dahulu ingat akan Tuhan, buatlah komitmen dihadapanNya untuk setia dan hanya menyembah Dia, niscaya kita akan mengalami dan nikmati anugerah kemurahanNya Dalam menghadapi dituasi apapun, buatlah komitmen untuk mendahulukan Tuhan

[BREAD OF LIFE – GIVES LIFE] BOL 365 | DAY 233

Selasa, 20 Agustus 2024 Pembacaan Alkitab, 2 Tawarikh 17 – 20 Tetaplah Memuji TUHAN Dan Percaya kepada-Nya Setelah ia berunding dengan rakyat, ia mengangkat orang-orang yang akan menyanyi nyanyian untuk Tuhan dan memuji Tuhan dalam pakaian kudus yang semarak pada waktu mereka keluar di muka orang-orang bersenjata, sambil berkata: “Nyanyikanlah nyanyian syukur bagi Tuhan, bahwasanya untuk selama lamanya kasih setia-Nya!” [2 Tawarikh 20:21] Kisah raja Yosafat dan kemenangannya dalam peperangan melawan bani Amon dan Moab, serta orang-orang dari pegunungan Seir, yang hendak menyerang Yehuda, sehingga mereka terpukul kalah adalah sebuah kisah yang luar biasa. Yosafat dan segenap bani Yehuda mengandalkan Tuhan dan berserah, sehingga Tuhan memberikan mereka janji akan keselamatan dan kemenangan, bahkan Tuhan lah yang berperang bagi mereka (lihat 2 Taw 20:14-15). Dalam hidup kita biasanya apabila dihadapi tantangan selalu mengandalkan akal budi dan hikmat sendiri, tetapi tidak demikian bagi orang-orang yang hidupnya mengenal Tuhan. Tuhan adalah sumber kemenangan, sumber pertolongan dan kehidupan. Biarlah nyanyian dan ucapan syukur selalu menjadi yang pertama dalam segala apapun yang kita hadapi, apakah dalam keadaan yang baik atau tidak baik, bahkan mungkin kurang menyenangkan. Dalam segala keadaan Tetaplah percaya dan tetaplah memuji Tuhan senantiasa, Haleluya

[BREAD OF LIFE – GIVES LIFE] BOL 365 | DAY 232

Senin, 19 Agustus 2024 Pembacaan Alkitab, 2 Tawarikh 13 – 16 BERSERULAH KEPADA TUHAN ”Kemudian Asa berseru kepada Tuhan, Allahnya: ”Ya Tuhan, selain dari pada Engkau, tidak ada yang dapat menolong yang lemah terhadap yang kuat. Tolonglah kami ya Tuhan, Allah kami, karena kepada-Mulah kami bersandar dan dengan nama-Mu kami maju melawan pasukan yang besar jumlahnya ini. Ya Tuhan, Engkau Allah kami, jangan biarkan seorang manusia mempunyai kekuatan untuk melawan Engkau!” [2 Tawarikh 14:11] Raja Asa dengan pasukannya sebanyak tiga ratus ribu orang (membawa perisai dan tombak), bersama dengan orang Benyamin dua ratus delapan puluh ribu orang (membawa perisai kecil dan Panah). Harus menghadapi pasukan Zerah orang Etiopia (baca 2 Taw 14) yang mempunyai pasukan sebanyak satu juta orang dan tiga ratus kereta tentunya ini bukan peperangan yang mudah. Tetapi oleh karena Asa berseru kepada Tuhan dan Tuhan menjawab seruannya maka Asa boleh mengalami kemenangan yang besar hingga takut akan Tuhan menimpa penduduk sekeliling Marilah berseru kepada Tuhan dalam setiap perkara dalam hidup ini, berserulah kepada Tuhan sebab dia sanggup melepaskan dan memberikan pertolongan sekalipun kondisi yang dilihat mungkin sangat sukar Tetapi bagi Tuhan tidak ada yang mustahil (Lukas 1:37)

[BREAD OF LIFE – GIVES LIFE] BOL 365 | DAY 231

Minggu, 18 Agustus 2024 Pembacaan Alkitab: 2 Tawarikh 9–12 “HATI YANG MENCARI TUHAN” “Ia berbuat yang jahat, karena ia tidak tekun mencari TUHAN.” (2 Tawarikh 12:14) Rehabeam dikenal sebagai raja Yehuda yang melakukan hal yang jahat di hadapan Tuhan. Awalnya dia bukan orang yang baik, tetapi ada orang-orang Lewi yang datang mendukungnya, maka ia melakukan ibadah kepada Tuhan. Hal itu terjadi pada tiga tahun pertama pemerintahannya. Tetapi selanjutnya Rehabeam mulai berubah, ia kembali kepada dosa-dosa lamanya, ia menyembah berhala dan melakukan kekejian. Kejahatan Rehabeam di hadapan Tuhan ini dipengaruhi oleh beberapa faktor: Pertama – faktor keluarga karena pengaruh ibunya, Naama. Ia adalah seorang perempuan Amon yang dinikahi Salomo, dia tidak mengenal Tuhan, dia juga mempengaruhi Rehabeam untuk menyembah berhala sejak usianya masih muda. Kedua – faktor hati Rehabeam berbuat yang jahat, karena ia tidak tekun mencari Tuhan. Di dalam bahasa Ibrani artinya “karena ia tidak mempersiapkan hatinya untuk mencari Tuhan” , hatinya tidak sungguh-sungguh tertuju kepada Tuhan. Meskipun kelihatannya Rehabeam menyembah Tuhan, tetapi sebenarnya ia melakukan hal itu secara lahiriah saja, tidak dengan ketulusan dan sepenuh hati; Rehabeam tidak pernah dengan sungguh-sungguh datang kepada Tuhan. Itulah sebabnya dengan mudah ia berbalik dari Tuhan. Karena dipimpin oleh raja yang memberontak kepada Tuhan, maka seluruh rakyat Yehuda juga turut melakukan dosa, mereka meninggalkan Tuhan, berbuat kejahatan, dan menyembah berhala. Maka bangkitlah murka Tuhan, Ia menghukum seluruh Yehuda dengan membiarkan raja Sisak dari Mesir untuk masuk menyerbu negeri Yehuda. Rehabeam tidak mampu melawan karena ia takut kepada Sisak. Raja Sisak tidak menghancurkan Yerusalem, tetapi memaksa Rehabeam untuk melucuti segala barang yang terbuat dari emas di Bait Suci. Tuhan tidak senang dengan perilaku orang yang bermain-main dengan kasih karunia dan kemurahan-Nya. Orang percaya harus serius dalam pertobatannya dan fokus untuk Mencari Tuhan, supaya tidak kembali hidup ke dalam perhambaan dosa dan dikuasai oleh Iblis.

[BREAD OF LIFE – GIVES LIFE] BOL 365 | DAY 230

Sabtu, 17 Agustus 2024 Pembacaan Alkitab: 2 Tawarikh 5–8 “TUHAN yang Mengampuni dan Memulihkan” “Dan umat-Ku, yang atasnya nama-Ku disebut, merendahkan diri, berdoa dan mencari wajah-Ku, lalu berbalik dari jalan-jalannya yang jahat, maka Aku akan mendengar dari sorga dan mengampuni dosa mereka, serta memulihkan negeri mereka.” (2 Tawarikh 7:14) Tuhan menjawab secara khusus doa yang dinaikkan oleh Salomo kepada-Nya (baca: 2Taw. 6:24-31). Israel adalah umat pilihan Allah. Di dalam nama bangsa Israel inilah nama Tuhan disebut, artinya bangsa ini adalah bangsa kepunyaan Allah. Tuhan memberkati bangsa Israel dengan berkat-berkat khusus yang didasarkan kepada perjanjian yang dilakukan-Nya dengan Abraham–Ishak–Yakub, kakek moyang mereka. Bukan hanya memberkati mereka, Tuhan juga memelihara bangsa Israel dengan segala hasil bumi yang terbaik di tanah perjanjian, Tuhan menjaga mereka dari serangan wabah, Tuhan juga melindungi bangsa ini dari serangan bangsa-bangsa di sekitar wilayahnya. Itulah janji setia Tuhan kepada umat Israel, yang akan terus terjadi apabila mereka tetap setia menyembah Tuhan sebagai Allah mereka. Tetapi jika mereka berbalik dari-Nya, memberontak, menyembah dewa-dewa asing, atau melakukan kekejian dan kejahatan di hadapan Tuhan, maka penghakiman dan hukuman Tuhan akan ditimpakan kepada Israel. Apabila suatu saat umat Israel mau bertobat, merendahkan diri di hadapan-Nya, lalu berseru-seru kepada nama-Nya yang Kudus, maka Tuhan akan mendengar seruan mereka dan mengampuni, lalu memulihkan keadaan mereka. Tuhan telah memilih kita untuk diselamatkan. Di dalam naungan-Nya kita diberkati, dilindungi, dan dipelihara. Tetapi apabila kita kembali hidup di dalam dosa, maka hal itu akan mendukakan Roh Kudus, sehingga dapat membuka celah untuk iblis menghancurkan hidup kita. Sebab itu, marilah kita tetap taat dan setia kepada Tuhan, dan sebaliknya, jangan berbalik dari kasih karunia-Nya yang menyelamatkan kita. Hiduplah dalam pertobatan Tuhan selalu mengampuni orang yang bertobat, Ia sanggup memulihkan keadaan orang yang kembali datang kepada-Nya.

[BREAD OF LIFE – GIVES LIFE] BOL365 | DAY 229

Jumat, 16 Agustus 2024 Pembacaan Alkitab: 2 Tawarikh 1–4 “Persembahan yang menyenangkan TUHAN” “Salomo mempersembahkan korban di sana di hadapan TUHAN di atas mezbah tembaga yang di depan Kemah Pertemuan itu; ia mempersembahkan seribu korban bakaran di atasnya. Pada malam itu juga Allah menampakkan diri kepada Salomo dan berfirman kepadanya: “Mintalah apa yang hendak Kuberikan kepadamu.” (2 Tawarikh 1:6-7) Ketika Salomo naik tahta menjadi raja atas Israel, ia naik bersama para pemimpin dan perwakilan jemaat Israel untuk memberikan persembahan di mezbah Tuhan. Ada seribu korban bakaran yang dipersembahkan. Persembahan ini ditujukan sebagai bentuk permohonan agar Allah memberkati pemerintahan Salomo. Upacara besar di hadapan banyak orang ini juga sebagai deklarasi bahwa raja Salomo bergantung pada anugerah Tuhan. Salomo berbeda dari para raja pada umumnya, yang tahtanya menjadi semakin kuat, wilayah kerajaannya menjadi semakin luas, atau harta kekayaannya dijadikan berlipat ganda. Salomo mau datang ke tempat tinggi untuk mencari wajah Tuhan, untuk mengerti kehendak-Nya, dan mau menyerahkan diri kepada-Nya. Salomo hanya meminta diberikan hikmat dan pengertian, supaya bisa memimpin bangsa Israel, umat kepunyaan Tuhan. Maka Tuhan berkenan memberi Salomo hikmat, kebijaksanaan, pengertian, kakayaan, harta benda, dan kemuliaan yang tidak pernah dimiliki raja mana pun. Ketika mendapat suatu jabatan atau posisi bagus, kecenderungan manusia adalah mau menggunakannya untuk keuntungan dirinya sendiri. Tetapi sebagai orang percaya, hendaknya mau menyerahkan diri pada rencana Tuhan dan memikirkan kesejahteraan umat-Nya. Kita mesti mempercayakan pemeliharan hidup kita kepada Tuhan, serta memiliki kerinduan untuk dapat menjadi berkat bagi banyak orang. Milikilah hikmat dari Tuhan agar kita bisa melakukan apa yang benar di hadapan Allah dan memuliakan nama-Nya. Tuhan menganugerahkan hikmat dan kekayaan bagi orang yang mencari perkenanan-Nya, supaya bisa digunakan untuk kepentingan Kerajaan Allah.

[BREAD OF LIFE – GIVES LIFE] BOL 365 | DAY 228

Kamis, 15 Agustus 2024 Pembacaan Alkitab, I Tawarikh 27 – 29 Rencana TUHAN pasti digenapi Ia telah berfirman kepadaku: Salomo, anakmu, dialah yang akan mendirikan rumah-Ku dan pelataran-Ku sebab Aku telah memilih dia menjadi anak-Ku dan Aku akan menjadi bapanya. (1 Tawarikh 28:6) Tuhan secara khusus memilih Salomo untuk suatu tugas mulia. Hal ini menunjukkan bahwa Tuhan memiliki rencana yang sudah ditetapkan dan Ia memilih orang yang tepat untuk melaksanakan rencana tersebut. Demikian juga dengan rencana Tuhan dalam hidup kita. Kita harus mempercayai serta mengikuti rencana-Nya. Meskipun rencana Tuhan pada awalnya sulit untuk dimengerti. Bagaimana kita dapat menemukan rencana Tuhan? ▪Mendekatlah kepada Tuhan dan Carilah wajah-Nya selalu ▪Setialah membaca & Merenungkan Firman-Nya ▪Senatiasa penuh dengan Roh Kudus Bagian Tuhan adalah menggenapi Semuav rencana-Nya dan bagian kita adalah Mempercayai-Nya dan melakukan apa yang Tuhan mau kita lakukan