Author: Administrator

[BREAD OF LIFE – GIVES LIFE] BOL 365 │DAY 243

Jumat, 30 Agustus 2024 Pembacaan Alkitab; 2 Tesalonika 1-3 PANGGILAN DENGAN TUJUAN MULIA Untuk itulah Ia telah memanggil kamu oleh Injil yang kami beritakan, sehingga kamu boleh memperoleh kemuliaan Yesus Kristus, Tuhan kita. Sebab itu, berdirilah teguh dan berpeganglah pada ajaran-ajaran yang kamu terima dari kami, baik secara lisan, maupun secara tertulis. (2 Tesalonika 2:14-15) Tuhan memanggil kita dengan tujuan yang mulia—agar kita dapat mengambil bagian dalam kemuliaan Yesus Kristus, Tuhan kita. Hal Ini bukanlah suatu panggilan yang biasa-biasa saja, melainkan panggilan untuk mengalami dan menikmati kemuliaan yang hanya dapat ditemukan dalam Kristus. Kemuliaan ini mencakup hidup yang diperbarui, hubungan yang erat dengan Allah, dan pengharapan akan hidup kekal. Namun, untuk bisa hidup dalam kemuliaan ini, ada satu hal yang sangat penting yaitu: kita harus berdiri teguh dan berpegang pada ajaran-ajaran yang telah kita terima. Ajaran ini, baik yang disampaikan secara lisan maupun tertulis, adalah dasar iman kita. Di tengah dunia yang penuh dengan tantangan, godaan, dan berbagai ajaran yang menyesatkan, kita dipanggil untuk tetap teguh dalam iman dan tidak terombang-ambing oleh angin pengajaran yang salah. Tetaplah berdiri teguh dalam iman, dan berpegang erat pada ajaran Injil, sehingga pada akhirnya kita dapat mengalami kemuliaan yang telah dijanjikan dalam Kristus Yesus

[BREAD OF LIFE – GIVES LIFE] BOL 365 │DAY 242

Kamis, 29 Agustus 2024 Pembacaan Alkitab; 1 Tesalonika 1-5 PANGGILAN UNTUK HIDUP KUDUS Allah memanggil kita bukan untuk melakukan apa yang cemar, melainkan apa yang kudus. Karena itu siapa yang menolak ini bukanlah menolak manusia, melainkan menolak Allah yang telah memberikan juga Roh-Nya yang kudus kepada kamu. (1 Tesalonika 4:7-8) Panggilan Tuhan itu sangat mulia. Dia tidak memanggil kita untuk hidup dalam kegelapan atau perbuatan yang cemar, tetapi untuk hidup dalam kekudusan. Kekudusan bukanlah sekadar tentang menjalankan aturan-aturan agama, melainkan tentang menjalani hidup yang berkenan di hadapan Tuhan, menjauhkan diri dari segala bentuk dosa, dan hidup sesuai dengan kehendak-Nya. Ketika kita dipanggil untuk hidup kudus, ini adalah sebuah panggilan yang tinggi dan penuh makna. Hidup kudus berarti hidup dalam kasih, keadilan, dan kebenaran, yang merupakan refleksi dari karakter Allah sendiri. Menolak untuk hidup dalam kekudusan bukan hanya menolak ajaran manusia, tetapi menolak Allah sendiri yang telah memberikan Roh Kudus-Nya kepada kita. Roh Kudus adalah pemberian Allah yang luar biasa, yang menolong kita hidup sesuai dengan kehendak-Nya. Hidup kudus bukanlah sesuatu yang bisa kita capai dengan kekuatan sendiri, tetapi dengan menyerahkan diri sepenuhnya kepada Allah dan membiarkan Roh Kudus-Nya bekerja dalam hidup kita.

[BREAD OF LIFE – GIVES LIFE] BOL 365 │DAY 241

Rabu, 28 Agustus 2024 Pembacaan Alkitab; Ezra 7-10 PENGAKUAN DAN PENGAMPUNAN Ya TUHAN, Allah Israel, Engkau maha benar, sebab kami masih dibiarkan tinggal sebagai orang-orang yang terluput, seperti yang terjadi sekarang ini. Lihatlah, kami menghadap hadirat-Mu dengan kesalahan kami. Bahwasanya, dalam keadaan demikian tidak mungkin orang tahan berdiri di hadapan-Mu.” (Ezra 9:15) Dalam keadaan yang penuh dengan kesalahan, Ezra dan murid-murid nya menyadari bahwa hanya oleh rahmat Tuhan mereka masih bisa berada di hadapan-Nya sebagai orang-orang yang terluput. Kita diingatkan, bahwa kita tidak luput dari kesalahan. Sebagai manusia, kita seringkali terjatuh dalam kesalahan dan dosa. Sangatlah Penting untuk mengenali dan mengakui kesalahan kita di hadapan Tuhan. Meskipun demikian, Tuhan tetap memberikan kesempatan untuk kita datang menghadap-Nya. Hal Ini menunjukkan betapa besar kasih dan anugerah-Nya pada kita. Tanpa Tuhan, kita tidak memiliki kekuatan untuk berdiri. Kita membutuhkan pertolongan dan kasih karunia-Nya untuk dapat menghadapi kehidupan ini. Dalam situasi yang sulit, kita diingatkan untuk selalu berharap pada rahmat Tuhan. Ketika kita merasa tidak layak, itu adalah saat yang tepat untuk menyerahkan segala sesuatu kepada-Nya dan memohon Kasih Karunia serta pengampunan. Jika kita mengaku dosa kita, maka Ia adalah setia dan adil, sehingga Ia akan mengampuni segala dosa kita dan menyucikan kita dari segala kejahatan [1 Yohanes 1:9]

[BREAD OF LIFE – GIVES LIFE] BOL 365 | DAY 240

Selasa, 27 Agustus 2024 Pembacaan Alkitab; Ezra 4 – 6 Persembahan yang terbaik bagi TUHAN Untuk pentahbisan rumah Allah ini mereka mempersembahkan lembu jantan seratus ekor, domba jantan dua ratus ekor dan anak domba empat ratus ekor; juga kambing jantan sebagai korban penghapus dosa bagi seluruh orang Israel dua belas ekor, menurut bilangan suku Israel. [Ezra 6:17] Setelah menyelesaikan pembangunan Bait Suci, bangsa Israel mempersembahkan korban yang besar dan beragam sebagai ungkapan syukur serta pengabdian mereka pada Tuhan. Persembahan ini menunjukkan ketaatan umat Israel terhadap hukum Tuhan, yang mencakup dalam berbagai ritual dan korban. Biarlah kita menyadari bahwa ketika Tuhan memberkati dengan pencapaian atau pemulihan, maka respons yang benar adalah dengan memberikan yang terbaik sebagai ucapan syukur atas apa yang Tuhan kerjakan dan lakukan dalam hidup kita. Seperti halnya umat Israel yang merencanakan dan mempersiapkan persembahan mereka dengan yang terbaik, biarlah kita juga memberikan hidup kita pada Tuhan dengan mempersembahkan yang terbaik dari semua yang kita miliki, baik itu berupa waktu, tenaga dan harta. Periksalah kualitas persembahan kita kepada Tuhan. Apakah kita memberikan yang terbaik, ataukah hanya memberi sisa-sisa atau sebagian saja. Sebab Tuhan layak menerima persembahan yang terbaik dan berharga dari hati kita yang tulus serta mengasihi-Nya

[BREAD OF LIFE – GIVES LIFE] BOL 365 | DAY 239

Senin, 26 Agustus 2024 Pembacaan Alkitab; Ezra 1 – 3 HIDUP DALAM KETAATAN “Beginilah perintah Koresh, raja Persia: Segala kerajaan di bumi telah dikaruniakan kepadaku oleh TUHAN, Allah semesta langit. Ia menugaskan aku untuk mendirikan rumah bagi-Nya di Yerusalem, yang terletak di Yehuda. [Ezra 1:2] Koresh mengakui bahwa semua kekuasaannya datang dari Tuhan dan diberikan misi yang khusus yaitu membangun rumah Tuhan di Yerusalem. Sebagai seorang pemimpin, Koresh menunjukkan sikap rendah hati yaitu dengan mengikuti apa yang Tuhan perintahkan kepadanya. Ketika Koresh menerima perintah untuk membangun rumah Tuhan, ia melihat gambaran yang lebih besar dari tugasnya yaitu untuk melihat dan menjalani visi Tuhan dalam hidupnya. Koresh menunjukkan ketaatan dalam mengikuti perintah Tuhan untuk membangun rumah-Nya. Ketaatan terhadap panggilan Tuhan adalah perjalanan yang membutuhkan kesadaran, komitmen, dan ketahanan. Karena harus mendengarkan suara Tuhan dan mengambil tindakan sesuai dengan panggilan-Nya, Sangat Penting bagi untuk selalu siap menjalankan tugas yang Ia percayakan kepada kita, bahkan jika itu tampaknya tidak sesuai dengan rencana pribadi kita. Miliki hati yang terbuka untuk mendengar panggilan Tuhan dan setia dalam menjalankan semua rencana-Nya.

[BREAD OF LIFE – GIVES LIFE] BOL 365 | DAY 238

Minggu, 25 Agst 2024 Pembacaan Alkitab; Kolose 1 – 4 JANGAN BERSUNGUT-SUNGUT Apa pun juga yang kamu perbuat, perbuatlah dengan segenap hatimu seperti untuk Tuhan dan bukan untuk manusia. [Kolose 3:23] Dalam kehidupan sehari-hari, sering kali kita merasa terjebak dalam rutinitas yang membosanakn dan melelahkan. Tugas-tugas pekerjaan atau kegiatan sehari-hari lainnya kadang bisa menjadi terasa seperti beban yang berat. Namun, kita kembali diingatkan tentang hal yang sangat penting bahwa dalam hidup ini, setiap pekerjaan dan apapun yang kita lakukan adalah kesempatan untuk kita melayani Tuhan. Saat kita melakukannya untuk Tuhan, pastinya kita tidak akan melakukannya dengan bersungut-sungut, melainkan dengan kerelaan hati dan sukacita. Ketika kita bekerja dengan dedikasi dan integritas, saat itulah kita sedang menunjukkan sikap hormat terhadap Tuhan yang telah memberi kita kemampuan, kesempatan dan kepercayaan untuk melayani Tuhan. Ketika kita melihat pekerjaan atau tugas itu sebagai bentuk pelayanan kepada Tuhan, hal ini dapat memotivasi kita untuk memberikan yang terbaik, tidak hanya untuk memenuhi ekspektasi orang lain tetapi juga untuk menjadikan setiap tindakan kita sebagai bentuk penghormatan kepada-Nya. Cara pandang kita terhadap pekerjaan dan tanggung jawab yang dipercayakan dapat mempengaruhi bagaimana kita melakukan dan mengerjakannya.

[BREAD OF LIFE – GIVES LIFE] BOL 365 | DAY 237

Sabtu, 24 Agst 2024 Pembacaan Alkitab; [2 Tawarikh 33-36] KEPUTUSAN YANG TEPAT Pada tahun kedelapan dari pemerintahannya, ketika ia masih muda belia, ia mulai mencari Allah Daud, bapa leluhurnya, dan pada tahun kedua belas ia mulai mentahirkan Yehuda dan Yerusalem dari pada bukit-bukit pengorbanan, tiang-tiang berhala, patung-patung pahatan dan patung-patung tuangan (2 Tawarikh 34:3) Di usia delapan tahun, Yosia sudah menjadi raja. Tahun kedelapan pemerintahannya, ia mulai mencari Tuhan. Di usianya yang sangat belia yaitu enam belas tahun, Yosia telah membuat keputusan penting yaitu mencari Tuhan dengan sungguh-sungguh Dalam Menghadapi situasi apapun buatlah keputusan untuk mencari Tuhan terlebih dahulu dan mencari kehendakNya. Sekalipun Ada banyak pilihan untuk mengambil keputusan, tapi pastikan bahwa Tuhanlah prioritas dan menjadi yang terutama bagi kita Sangatlah terbukti saat mengambil keputusan untuk mencari Tuhan dan mempercayai Dia, maka jaminan bagi kita adalah kemenangan

[BREAD OF LIFE – GIVES LIFE] BOL 365 | DAY 236

Jumat, 23 Agst 2024 Pembacaan Alkitab; [2 Tawarikh 29-32] TUHAN YANG MENYERTAI KITA Yang menyertai dia adalah tangan manusia, tetapi yang menyertai kita adalah TUHAN, Allah kita, yang membantu kita dan melakukan peperangan kita.” Oleh kata-kata Hizkia, raja Yehuda itu, rakyat mendapat kepercayaannya kembali (2 Tawarikh 32:8) Demikian ucapan Hizkia kepada rakyatnya saat dikepung oleh Sanherib. Sebuah pernyataan iman yang membuat rakyat kembali bangkit bersemangat untuk melawan Sanherib. Bagaimana dengan kita saat hadapi musuh, tantangan & masalah. Kita sebagai anak-anak Tuhan, kita harus hidup dengan iman dan seharusnya memiliki keyakinan serta percaya bahwa ada Tuhan yang menyertai kita yang memberi kemenangan Berharap pada manusia akan sangat mengecewakan. Tuhan telah berjanji untuk menyertai kita. Janganlah kita mengharapkan dan mengandalkan manusia yang mudah berjanji namun tidak menepatinya. Tetaplah mengandalkan Tuhan dan jangan pernah mengandalkan kekuatan manusia. Janganlah takut, sebab Aku menyertai engkau, janganlah bimbang, sebab Aku ini Allahmu; Aku akan meneguhkan, bahkan akan menolong engkau; Aku akan memegang engkau dengan tangan kanan-Ku yang membawa kemenangan (Yesaya 4:10)