Author: Administrator

[BREAD OF LIFE – GIVES LIFE] BOL 365 | DAY 251

Sabtu, 7 Sept 2024 Pembacaan Alkitab, Ester 1 – 5 JANGAN BERDIAM DIRI “Sebab sekalipun engkau pada saat ini berdiam diri saja, bagi orang Yahudi akan timbul juga pertolongan dan kelepasan dari pihak lain, dan engkau dengan kaum keluargamu akan binasa. Siapa tahu, mungkin justru untuk saat yang seperti ini engkau beroleh kedudukan sebagai ratu.” Ester 4:14 Saat menerima pesan dari Mordekhai, Ester tidak berdiam diri. Dia mengambil langkah berani dengan taruhan nyawanya sendiri dan kita tahu akhir dari kisah Ester dimana dia akhirnya menjadi ratu. Kisah Ester adalah sebuah kisah seorang Ratu yang penuh dengan keberanian, ketulusan, hikmat yang memiliki kepercayaan seutuhnya kepada Tuhan. Sama seperti Ester yang hadapi situasi sulit, tapi dia tidak berdiam diri saja, namun dia berpuasa dan melangkah dengan iman. Menghadapi situasi sesulit apapun, Mari kita juga tetap melangkah, mempercayai Tuhan dengan segenap hati, tanpa takut dan kuatir tapi percaya bahwa Tuhan sanggup membalikkan keadaan ”Sebab bagi Allah tidak ada yang mustahil.” Lukas 1:37

BREAD OF LIFE – GIVES LIFE] BOL 365 | DAY 250

Jumat, 6 Sept 2024 Pembacaan Alkitab, 2 Timotius 1 – 4 JANGAN MALU BERSAKSI “Jadi janganlah malu bersaksi tentang Tuhan kita dan janganlah malu karena aku, seorang hukuman karena Dia, melainkan ikutlah menderita bagi Injil-Nya oleh kekuatan Allah” 2 Timotius 1:8 Kita yang sudah terima anugerah keselamatan itu janganlah hanya menahannya untuk diri sendiri. Saat melihat orang lain yang belum diselamatkan dan yang hidup dalam dosa, adakah hati kita tergerak oleh belas kasihan kepada mereka? Saatnya kita bergerak juga dan menjadi saksi Yesus, Roh Kudus memberi keberanian dan kemampuan untuk bersaksi, menberitakan kabar baik tentang Yesus kepada banyak orang. Setiap ada kesempatan bersaksilah, ceritakan tentang Yesus, agar makin banyak orang yang mendengar tentang Yesus. Waktu kita malu, maka kita sedang membiarkan kesempatan bersaksi itu berlalu dan akan ada banyak orang menjadi binasa. ”Sebab barangsiapa malu karena Aku dan karena perkataan-Ku, Anak Manusia juga akan malu karena orang itu, apabila Ia datang kelak dalam kemuliaan-Nya dan dalam kemuliaan Bapa dan malaikat-malaikat kudus” (Lukas 9:26)

[BREAD OF LIFE – GIVES LIFE] BOL365 | DAY 249

Kamis, 5 Sept 2024 Pembacaan Alkitab: 1 Timotius 4–6 “DONGENG YANG TIDAK MEMBANGUN” “Tetapi jauhilah takhayul dan dongeng nenek-nenek tua. Latihlah dirimu beribadah. Latihan badani terbatas gunanya, tetapi ibadah itu berguna dalam segala hal, karena mengandung janji, baik untuk hidup ini maupun untuk hidup yang akan datang.” (1 Tim 4:7-8) Takhayul dan dongeng selalu menjadi bagian dalam kehidupan umat manusia, terlepas dari suku atau bangsa apa pun mereka berasal. Para penyembah berhala terbiasa dengan dongeng, cerita yang tidak berdasarkan fakta, dan cerita-cerita mistis. Hal yang perlu diketahui, ternyata guru-guru Yahudi juga luar biasa dalam hal penyampaian dongeng yang mereka masukkan ke dalam sistem peribadatan mereka. Sebab itu nasihat yang Paulus berikan kepada Timotius adalah agar ia tidak melakukan apa pun yang berhubungan dengan dongeng-dongeng itu, mendengarnya pun jangan, apalagi mempercayainya. Situasi rasul Paulus dan muridnya Timotius tidak jauh dengan zaman kita sekarang. Mistisisme dalam beberapa aliran agama Yahudi juga masih ada dan terus berkembang. Kadang tanpa pemahaman yang baik tentang firman Tuhan, takhayul dan dongeng kadang juga bisa merasuki peribadatan jemaat Tuhan. Karena itu, daripada mencoba memahami dongeng-dongeng, lalu mengisi waktu dan perhatiannya pada cerita takhayul itu, Paulus menasihati agar Timotius melatih dirinya untuk hidup beribadah. Demikian juga kita harus melatih diri untuk hidup kudus dan setia kepada ajaran-ajaran yang sesuai kebenaran firman Tuhan, yang mengarah membangun kehidupan rohani. Hal-hal ini tidak diajarkan oleh cerita dongeng dan kisah takhayul. Latihan olah raga dan fisik sangat terbatas gunanya. Tetapi latihan beribadah akan membuat kehidupan rohani bukan hanya semakin dewasa, tetapi juga membuat iman kita akan semakin kuat dan tangguh. Semakin kuat iman kita, maka kita akan semakin mampu melihat dengan jelas janji-janji Tuhan, yang pasti digenapi sesuai dengan waktu-Nya, baik itu untuk masa kini selama kita ada di dunia, maupun untuk kehidupan yang akan datang di surga nanti

[BREAD OF LIFE – GIVES LIFE] BOL365 | DAY 248

Rabu, 4 September 2024 Pembacaan Alkitab:  1 Timotius 1–3 “DOSA YANG PALING BESAR” “Perkataan ini benar dan patut diterima sepenuhnya: “Kristus Yesus datang ke dunia untuk menyelamatkan orang berdosa,” dan di antara mereka akulah yang paling berdosa.” (1 Timotius 1:15) Ada sebuah perkataan yang di dalamnya Allah menyatakan kebenaran-Nya, yang layak untuk dipercayai dan diterima dengan segala ucapan syukur: “Kristus Yesus datang ke dalam dunia untuk menyelamatkan orang-orang berdosa.” Yesus Kristus, yang diutus oleh Bapa, telah menjelma menjadi manusia. Ia hidup, mati, lalu bangkit, bukan hanya untuk memberi teladan kepada manusia mengenai kehidupan yang lebih baik; melainkan untuk menebus orang-orang berdosa dan memberikan keselamatan bagi mereka di dalam kasih karunia-Nya. Di antara orang-orang yang berdosa itu, rasul Paulus menyebut dirinya sebagai pemimpinnya, maksudnya dulu ia adalah orang yang paling besar dosanya di antara para pendosa yang lain. Meskipun sudah bertobat, rupa-rupanya Paulus masih mengingat dosanya sebagai sang penganiaya jemaat Tuhan. Namun demikian Paulus mengakui bahwa ia telah menerima belas kasihan dalam kesabaran Tuhan Yesus, sehingga ia menerima kehidupan kekal. Implikasi dari pengakuan Paulus ini ada 2 hal: Pertama, bahwa kasih karunia Allah yang menyelamatkan manusia dinyatakan melalui penebusan oleh Yesus Kristus. Kuasa penebusan ini melampaui segala jenis pelanggaran dan kejahatan, bahkan termasuk dosa yang paling besar sekali pun, sanggup dituntaskan-Nya. Kedua, bahwa dengan mengakui dosanya, setiap orang akan diampuni. Hal ini sekaligus juga menegaskan Paulus sebagai orang yang merasa memiliki dosa paling besar sekali pun juga bisa memperoleh pengampunan, saat dia mengakuinya di hadapan Tuhan. Hal ini menjadi contoh nyata bagi muridnya, Timotius -juga bagi kita sebagai orang percaya di zaman ini- tentang bagaimana anugerah Allah itu bekerja. Sebesar apapun dosa kita di hadapan Tuhan? Asalkan kita mau mengakuinya maka Tuhan Yesus pasti akan mengampuni dan membersihkannya.

[BREAD OF LIFE – GIVES LIFE] BOL 365 | DAY 247

Selasa, 3 Sept 2024 Pembacaan Alkitab: Nehemia 11–13 “MEMULIHKAN BAIT ROH KUDUS” “Ya Allahku, ingatlah kepadaku karena hal itu dan janganlah hapuskan segala perbuatan bakti yang telah kulakukan terhadap rumah Allahku dan segala pelayanan di dalamnya!” (Nehemia 13:14) Nehemia melakukan reformasi para pejabat di Bait Allah. Nehemia melihat bahwa uang persembahan di Bait Allah telah dihambur-hamburkan untuk hal yang tidak benar. Umat yang merasa jijik terhadap kejahatan imam besar mulai menahan persepuluhan mereka. Orang Lewi yang bekerja di Bait Allah pun terpaksa mencari nafkah di luar. Dampaknya adalah pelayanan peribadatan di Bait Allah menjadi menjadi berhenti Kepada para imam yang mengelola Bait Allah, Nehemia memberikan teguran keras, bahwa dengan mengabaikan pemeliharaan rumah Tuhan dan pelayanan di dalamnya, mereka bukan hanya menahan hak dari umat untuk dilayani, tetapi juga mengambil hak Tuhan. Nehemia memanggil orang Lewi untuk kembali menjalankan tugas mereka secara teratur. Lalu orang-orang yang berintegritas ditunjuk untuk mengawasi pengelolaan keuangan. Umat yang menyadari bahwa persembahan mereka tidak lagi diselewengkan, dengan sukarela memberikan persembahan dan persepuluhan mereka seperti sebelumnya. Demikianlah Nehemia memulihkan pelayanan di Bait Allah. Tubuh kita adalah bait Roh Kudus, maka sudah seharusnya kita menjaga kekudusannya. Tapi kadang kita masih memberi tempat bagi nafsu dan kenajisan yang berasal dari dunia untuk masuk ke dalam pikiran dan hati kita. Padahal Tuhan Yesus sudah membersihkan kita dari dosa, lalu mengapa kita mulai mengotorinya? Roh Kudus tidak bisa berdiam di tempat yang kotor. Tuhan tidak menghendaki kerusakan diri kita terus berlanjut, Ia mau memulihkan setiap kita. Bersihkanlah diri kita dari hal-hal yang jahat, berikanlah tempat yang layak dan kudus untuk Allah bertahta dalam kehidupan kita. Tidak tahukah kamu, bahwa kamu adalah bait Allah dan bahwa Roh Allah diam di dalam kamu? [1 kor 3:16]

[BREAD OF LIFE – GIVES LIFE] BOL 365 | DAY 246

Senin, 2 September 2024 Pembacaan Alkitab, Nehemia 8 – 10 KUASA TUHAN Engkau telah memperlihatkan tanda-tanda dan mujizat-mujizat di depan Firaun dan semua pegawainya serta seluruh rakyat negerinya, karena Engkau mengetahui mereka bertindak angkuh terhadap nenek moyang kami. Dengan demikian Engkau telah memasyhurkan nama-Mu sebagaimana nyata hari ini. (Nehemia 9:10) Bangsa Israel telah menyaksikan dan mengalami betapa dahsyat serta luar bisanya kuasa Tuhan, ketika mereka dibebaskan oleh Tuhan dari tanah perbudakan Mesir. Kuasa Tuhan menjatuhkan dan meruntuhkan kekuasaan Firaun karena menahan umat Tuhan datang kepada-Nya. Kuasa Tuhan adalah kuasa yang tak terbatas, yang melebihi kuasa manapun. Ketika Dia bekerja, tidak ada satupun kuasa didunia ini yang dapat menghalangi. Kuasa Tuhan ini juga yang bekerja untuk membela umat-Nya dari ketidakadilan yang dengan sengaja dilakukan untuk memindas umat-Nya. Kita adalah umat Tuhan yang telah diselamatkan karena kuasa-Nya dan dipanggil untuk mendemonstrasikan kuasa Tuhan yang sudah ada pada kita supaya setiap orang yang tidak percaya kepada Tuhan, dapat menyaksikan dan juga mengalami kuasa Tuhan yang dahsyat sama seperti kita.

[BREAD OF LIFE – GIVES LIFE] BOL 365 | DAY 245

Minggu, 1 Sept 2024 Pembacaan Alkitab, Nehemia 5 – 7 TAKUTLAH AKAN ALLAH Kataku: “Tidaklah patut apa yang kamu lakukan itu! Bukankah kamu harus berlaku dengan takut akan Allah kita untuk menghindarkan diri dari cercaan bangsa-bangsa lain, musuh-musuh kita? (Nehemia 5:9) Nehemia marah atas ketidakadilan yang terjadi diantara umat Israel. Sikap para pemuka yang mengambil keuntungan dari situasi yang sulit yang dihadapi saat itu. Nehemia mengingatkan kepada mereka betapa pentingnya sikap takut akan Allah didalam seluruh aspek kehidupan, sebagai tanda kita mengasihi dan menghormati Tuhan. Mengapa perlu takut akan Allah ? Karena ketika kita berada disituasi yang sulit Allah akan menuntun dan memberi kita hikmat sehingga kita terlindungi dari hal-hal yang jahat. Sikap takut akan Allah akan membuat kita menyadari bahwa kita adalah anak Allah, sehingga apapun yang kita lakukan berfocus untuk kemuliaan-Nya

[BREAD OF LIFE – GIVES LIFE] BOL 365 | DAY 244

Sabtu, 31 Agustus 2024 Pembacaan Alkitab, Nehemia 1 – 4 Berbalik pada Tuhan dan Janji-Nya digenapi Tetapi, bila kamu berbalik kepada-Ku dan tetap mengikuti perintah-perintah-Ku serta melakukannya, maka sekalipun orang-orang buanganmu ada di ujung langit, akan Kukumpulkan mereka kembali dan Kubawa ke tempat yang telah Kupilih untuk membuat nama-Ku diam di sana. (Nehemia 1:9 ) Semua manusia pernah melakukan kesalahan, Tapi bukan berarti tidaK akan mendapat jalan keluar dari setiap masalah. Ketika seseorang mengalami persoalan dalam hidupnya, langkah pertama yang harus dilakukan adalah Berdoalah dan mengakui kelemahan kita kepada Tuhan. Jangan ragu dan malu ketika mengakui kelemahan kita. Mintalah kepada-Nya kekuatan & Hikmat untuk menghadapi setiap persoalan. Langkah selanjutnya kembalikah ke jalan-Nya dan percayakan hidup kita kepada-Nya. Belajarlah firman Tuhan untuk mengerti maksud dan rencana-Nya dalam hidup kita. Tuhan pasti menjawab setiap doa-doa kita dan janji-Nya akan digenapi pada kita. dan umat-Ku, yang atasnya nama-Ku disebut, merendahkan diri, berdoa dan mencari wajah-Ku, lalu berbalik dari jalan-jalannya yang jahat, maka Aku akan mendengar dari sorga dan mengampuni dosa mereka, serta memulihkan negeri mereka.[2 Tawarikh 7:14]