Home » Archives for GBI The City Tower

Author: GBI The City Tower

JANGAN MENGHAKIMI

“Jangan kamu menghakimi, supaya kamu tidak dihakimi. (Mat. 7:1)   Kebiasaan buruk seseorang adalah merasa diri paling benar, sedangkan orang lain selalu salah dimatanya. Suka membesar-besarkan kesalahan orang lain dan mengkritisinya secara berlebihan, bahkan menjatuhkan orang sampai srendah-rendahnya. Suka mengkritik, tetapi tidak suka dikritik. Tidakkah kemunafikan semacam ini dibenci oleh Yesus? Oleh karena itu dalam khotbah-Nya dibukit, Yesus menekankan untuk jangan menghakimi, supaya kita tidak dihakimi. Takaran apa yang kita berikan kepada orang, itulah yang akan kita terima.   Orang percaya harus pertama-tama tunduk kepada standar kebenaran Allah sebelum berusaha untuk meneliti dan mempengaruhi perilaku orang Kristen lain (Mat 7:3-5). Menghakimi dengan cara yang tidak adil juga mencakup hal mengecam seorang yang berbuat salah tanpa ingin melihat orang itu kembali kepada Allah dan jalan-Nya. Berhentilah bersikap munafik sebagai orang percaya, supaya hidup kita tidak sama seperti para ahli taurat dan orang farisi, yang suka mendakwa orang lain dengan ukurannya sendiri.   Koreksilah diri kita terlebih dahulu sebelum kita menilai orang lain, apakah hidup kita sudah benar di mata Tuhan? Mengakimi bukanlah cara terbaik untuk menilai seseorang, cara terbaiknya adalah dengan menegur dengan kasih supaya ia kembali ke jalan yang benar.   Gunakanlah cara Tuhan saat melihat kesalahan orang lain, tegurlah dengan kasih tanpa harus menghakimi. God bless!!!

BERHENTI HIDUP DALAM KEKUATIRAN

Siapakah di antara kamu yang karena kekuatirannya dapat menambahkan sehasta saja pada jalan hidupnya? (Mat. 6:27)   Pandemi covid telah banyak membuat orang hidup dalam kekuatiran. Orang dunia beranggapan bahwa memiliki kekuatiran adalah hal yang normal atau manusiawai, namun tidak bagi orang percaya hal ini menunjukkan ketidakpercayaan kita kepada pemeliharaan Tuhan. Memang tak seorang pun manusia kebal dari kekuatiran, namun Firman Tuhan dalam Filipi 4:6 menyatakan, “Janganlah hendaknya kamu kuatir tentang apa pun juga…” Apapun pergumulan dan tantangan yang dihadapi jangan sampai membuat kita kehilangan iman. Banyak pergumulan yang dialami membuatakan pertolongan Tuhan dalam hidup kita. Bukankah Ia adalah Tuhan yang setia dan selalu bersama-sama dengan kita?   Dalam ayat tersebut Yesus tidak bermaksud bahwa mengadakan persiapan untuk kebutuhan fisik di masa depan adalah salah. Yang dilarang oleh Yesus adalah kekuatiran atau kecemasan yang menunjukkan bahwa kita kurang percaya akan pemeliharaan dan kasih Allah sebagai Bapa kita. Melihat kekuatiran kita Iblis pasti akan bersorak-sorai, bahkan Iblis berharap kita kehilangan iman dan meninggalkan Kristus. Sebagai anak-anak Tuhan, kita tidak seharusnya sadaradan tidak merasa kuatir lagi karena Tuhan kita sanggup memberkati dan menjaga kita. Dia tidak tidur, Dia tidak lalai untuk memberkati kita. Ketidakmampuan kita seharusnya membuat kita tersadar bahwa kita perlu Yesus di dalam hidup ini. Jangan pernah menanggung beban hidup kita sendiri, mintalah Kristus untuk menolong mengangkat beban yang ada dipundak kita.   Tidak seharusnya kita memikul beban dengan kekuatan sendiri, ada Tuhan yang sanggup menolong dan melepaskan kita dari pergumulan. God bless!!!