JANGAN MENGHAKIMI

Facebook
WhatsApp
Telegram

“Jangan kamu menghakimi, supaya kamu tidak dihakimi. (Mat. 7:1)

 

Kebiasaan buruk seseorang adalah merasa diri paling benar, sedangkan orang lain selalu salah dimatanya. Suka membesar-besarkan kesalahan orang lain dan mengkritisinya secara berlebihan, bahkan menjatuhkan orang sampai srendah-rendahnya. Suka mengkritik, tetapi tidak suka dikritik. Tidakkah kemunafikan semacam ini dibenci oleh Yesus? Oleh karena itu dalam khotbah-Nya dibukit, Yesus menekankan untuk jangan menghakimi, supaya kita tidak dihakimi. Takaran apa yang kita berikan kepada orang, itulah yang akan kita terima.

 

Orang percaya harus pertama-tama tunduk kepada standar kebenaran Allah sebelum berusaha untuk meneliti dan mempengaruhi perilaku orang Kristen lain (Mat 7:3-5). Menghakimi dengan cara yang tidak adil juga mencakup hal mengecam seorang yang berbuat salah tanpa ingin melihat orang itu kembali kepada Allah dan jalan-Nya. Berhentilah bersikap munafik sebagai orang percaya, supaya hidup kita tidak sama seperti para ahli taurat dan orang farisi, yang suka mendakwa orang lain dengan ukurannya sendiri.

 

Koreksilah diri kita terlebih dahulu sebelum kita menilai orang lain, apakah hidup kita sudah benar di mata Tuhan? Mengakimi bukanlah cara terbaik untuk menilai seseorang, cara terbaiknya adalah dengan menegur dengan kasih supaya ia kembali ke jalan yang benar.

 

Gunakanlah cara Tuhan saat melihat kesalahan orang lain, tegurlah dengan kasih tanpa harus menghakimi.

God bless!!!

More to explorer

[BREAD OF LIFE – GIVES LIFE] BOL 365 | DAY 199

Rabu, 17 Juli 2024 Pembacaan Alkitab, 2 Samuel 5-8 SELALU MELIBATKAN TUHAN Dan Daud berbuat demikian, seperti yang diperintahkan TUHAN kepadanya, maka ia memukul kalah orang Filistin, mulai dari Geba sampai dekat Gezer (2 Samuel 5:25) Kehidupan Raja Daud memberikan banyak pelajaran berharga tentang bagaimana

[BREAD OF LIFE – GIVES LIFE] BOL 365 | DAY 198

Selasa, 16 Juli 2024 Pembacaan Alkitab, 2 Samuel 1-4 TERUSLAH MENJALANI HIDUP Kemudian bertanyalah Daud kepada TUHAN, katanya: “Apakah aku harus pergi ke salah satu kota di Yehuda?” Firman TUHAN kepadanya: “Pergilah.” Lalu kata Daud: “Ke mana aku pergi?” Firman-Nya: “Ke Hebron (2 Samuel 2:1)

[BREAD OF LIFE – GIVES LIFE] BOL 365 | DAY 197

Senin, 15 Juli 2024 Pembacaan Alkitab, 1 Samuel 29-31 JANGAN BERHENTI UNTUK PERCAYA Dan Daud sangat terjepit, karena rakyat mengatakan hendak melempari dia dengan batu. Seluruh rakyat itu telah pedih hati, masing-masing karena anaknya laki-laki dan perempuan. Tetapi Daud menguatkan kepercayaannya kepada TUHAN, Allahnya (1

No Comments

Post A Comment

×

Powered by WhatsApp Chat, Setup by GBI The City Tower

× Butuh Bantuan?