Author: Administrator

[BREAD OF LIFE – GIVES LIFE] BOL 365 │DAY 151

Rabu, 31 Mei 2023 Pembacaan Alkitab; Yosua 3-4 IMAN DAN MUJIZAT Segera sesudah para pengangkat tabut itu sampai ke sungai Yordan, dan para imam pengangkat tabut itu mencelupkan kakinya ke dalam air di tepi sungai itu — sungai Yordan itu sebak sampai meluap sepanjang tepinya selama musim menuai “maka berhentilah air itu mengalir. Air yang turun dari hulu melonjak menjadi bendungan, jauh sekali, di dekat Adam, kota yang terletak di sebelah Sartan, sedang air yang turun ke Laut Araba itu, yakni Laut Asin, terputus sama sekali. Lalu menyeberanglah bangsa itu, di tentangan Yerikho.” (Yosua 3:15-16) Setelah para imam pengangkut tabut Allah mencelupkan kakinya ke tepi sungai Yordan, maka aliran sungai tersebut berhenti mengalir. Sehingga bangsa Israel dapat melewati sungai Yordan dengan mudah dan imam pengankut tabut Allah tetap berdiri di tepian sungai tersebut sampai seluruh bangsa Israel melewatinya. Kita bisa melihat bahwa Allah sekali lagi membuat mujizat yang luar biasa. Ini menandakan bahwa Dia tetap menepati janjiNya kepada Yosua (Yosua 3:7), bahkan kepada seluruh bangsa Israel. Biarlah kita disadarkan Melalui Peristiwa ini bahwa Tuhan akan selalu menyertai dan menggenapi janjiNya pada kita. Mujizat masih tetap ada saat iman kita teguh & percaya akan setiap janji firmanNya. Jika Yosua begitu yakin dan percaya akan janji Tuhan sehingga, ia sendiri melihat Allah melakukan mujizat sesuai dengan apa yang difirmankan Nya. Maka demikian juga kita seharusnya sebagai anak-anak Tuhan memiliki keteguhan iman dan tetap percaya akan setiap janji yang telah difirmankan Nya. Apapun masalah yang kita hadapi, jangan mudah menyerah, tetaplah percaya maka kita akan melihat MujizatNya dinyatakan atas hidup kita.

[BREAD OF LIFE – GIVES LIFE] BOL 365 │DAY 150

Selasa, 30 Mei 2023 Pembacaan Alkitab; Yosua 1 – 2 Penyertaan Allah Bagi Umat PilihanNya Seorangpun tidak akan dapat bertahan menghadapi engkau seumur hidupmu; seperti Aku menyertai Musa, demikianlah Aku akan menyertai engkau; Aku tidak akan membiarkan engkau dan tidak akan meninggalkan engkau. (Yosua 1:5) Ketika bangsa Israel hendak menuju tanah Kanaan, Tuhan memilih Yosua untuk memimpin bangsa Israel karena Musa telah meninggal di gunung Nebo. Tuhan berjanji kepada Yosua, bahwa sama seperti penyertaan yang diberikan-Nya kepada Musa demikianlah Tuhan juga akan menyertai Yosua. Berkat penyertaan dan pertolongan Tuhan, di bawah kepemimpinan Yosua, bangsa Israel bisa menyeberangi sungai Yordan dengan berjalan di tanah yang kering seperti ketika Musa memimpin bangsa Israel keluar dari Mesir melewati laut Teberau & berhasil merobohkan tembok Yerikho. Namun, pemilihan Tuhan bagi Yosua tidak terjadi secara kebetulan. Jauh sebelum Tuhan memilih dan menetapkan Yosua memimpin bangsa Israel menuju tanah Kanaan, Tuhan telah melihat kesungguhan Yosua untuk dimuridkan dan dididik langsung oleh Musa selama kurang lebih 40 tahun. Kita pun bisa juga dipakai Tuhan menjadi alat-Nya. Namun, kita harus bersedia dengan rendah hati memberi diri untuk dimuridkan oleh Tuhan melalui proses demi proses yang terjadi dalam hidup kita. Jika kita taat dan bersedia mengikuti prosesnya ketika dimuridkan, maka Tuhan akan memperlengkapi dan memakai kita sebagai alatNya & alami hidup berkemenangan yang disertai dengan berbagai mukjizat dari Tuhan. Ingatlah jika Tuhan yang memimpin hidup kita, Ia tidak akan pernah salah, jalan Tuhan jauh lebih baik, indah & sempurna Marilah bersandar kepada Tuhan, percayakanlah keinginan dan masa depan kita kepada Tuhan, teruslah memiliki hubungan yang intim dengan Tuhan.

[BREAD OF LIFE – GIVES LIFE] BOL 365 │DAY 149

 Senin, 29 Mei 2023 Pembacaan Alkitab; Kisah Rasul 25 – 28 Jangan Takut, Roh Kudus Bersamamu Karena tadi malam seorang malaikat dari Allah, yaitu dari Allah yang aku sembah sebagai milik-Nya, berdiri di sisiku, dan ia berkata: Jangan takut, Paulus! Engkau harus menghadap Kaisar; dan sesungguhnya oleh karunia Allah, maka semua orang yang ada bersama-sama dengan engkau di kapal ini akan selamat karena engkau. Kisah Rasul 27:23-24 Melayani Allah tidak selalu mudah. Kadang masalah yang kita hadapi bisa saja bertubi-tubi. Bila perhatian kita terfokus pada masalah, maka kita akan menjadi kecil hati. Tetapi, bila kita memandang kepada Allah, maka kita akan sanggup menghadapi setiap masalah. Perhatikan apa yang terjadi terhadap Rasul Paulus. Dia sudah memperingatkan bahwa bahaya telah menghadang bila perjalanan dilanjutkan. Akan tetapi, Yulius perwira pasukan Romawi yang mengawal Rasul Paulus ke kota Roma tidak mengindahkan peringatan yang diberikan oleh Rasul Paulus, sehingga mereka harus menghadapi angin badai dahsyat yang membuat mereka terpaksa membuang muatan kapal untuk mencegah agar kapal mereka tidak tenggelam. Akhirnya, kapal yang mereka tumpangi pecah saat mendekati pantai. Sekalipun pengalaman itu buruk, tetapi kondisi di atas membuat Rasul Paulus bisa menunjukkan bahwa perkataannya yang didasarkan pada petunjuk Allah ternyata benar. Kuncinya adalah jangan takut, saat kita sudah menyerahkan total hidup kita kepada Tuhan. Dia Allah yang selalu menyertai, menolong dan menjaga kehidupan orang-orang yang mengasihiNya. Sebagai orang yang percaya dan beriman kepada Tuhan, sama seperti Rasul Paulus, mari melihat bahwa Allah setia kepada janji-Nya. Ketika Allah memulai sesuatu dalam hidup kita, Dia akan menyelesaikannya. Pikiran kita terbatas, tetapi bagi Allah tidak ada yang tidak mungkin. Kuasa Roh Kudus memperlengkapi dan menyertai setiap kehidupan orang-orang percaya.

[BREAD OF LIFE – GIVES LIFE] BOL 365 │DAY 148

Minggu, 28 Mei 2023 Pembacaan Alkitab; Kisah Rasul 22 – 24 Berani untuk Bersaksi Pada malam berikutnya Tuhan datang berdiri di sisinya dan berkata kepadanya: “Kuatkanlah hatimu, sebab sebagaimana engkau dengan berani telah bersaksi tentang Aku di Yerusalem, demikian jugalah hendaknya engkau pergi bersaksi di Roma.” Kisah Rasul 23:11 Ayat firman Tuhan di pasal 23 ini menuliskan keberanian Paulus dalam mempertahankan imannya di hadapan Mahkamah Agama. Bahkan ketika Imam Besar Ananias menyuruh orang untuk menamparnya, ia tidak gentar. Tindakan Paulus itu membutuhkan keberanian yang besar. Tentu saja kekuatannya datang dari Tuhan. Hanya mereka yang ada di sisi Allah yang mampu bertindak seperti itu. Tanpa mata yang memandang hanya pada Kristus, maka tentu kita tidak mungkin punya kekuatan dan keberanian untuk menapaki hari-hari kedepan. Inilah juga yang dialami oleh Paulus dalam perjalanannya memberitakan Injil. Paulus menerima penolakan yang begitu dahsyat dari orang-orang Yahudi yang resah terhadap pengajarannya tentang Kristus. Betapa hebatnya tekanan yang dialami Paulus. Apabila mengandalkan kekuatan manusia tentu saja tidak mungkin mampu dalam menghasapi situasi seperti itu. Hanya Ketika kita berada dalam pimpinan Roh Kudus maka kita kita akan dimampukan untuk menghadapi segala masalah, ujian & tantangan hidup. Kita tetap kuat karena ada Roh Kudus bersama kita. Tuhan selalu punya tujuan yang indah dalam kehidupan kita. Tidak ada pergumulan dan penderitaan apapun yang terjadi dalam hidup ini yang dapat menggagalkan rancangan Tuhan. Marilah tetap mengandalkan Kuasa Roh Kudus untuk menjadi saksi Kristus

[BREAD OF LIFE – GIVES LIFE] BOL365 | DAY 147

Sabtu, 27 Mei 2023 Pembacaan Alkitab: Kisah Para Rasul 19-21 “ROH YANG MEMBERI KEBERANIAN” “Ketika mereka mendengar hal itu, mereka memberi diri mereka dibaptis dalam nama Tuhan Yesus. Dan ketika Paulus menumpangkan tangan di atas mereka, turunlah Roh Kudus ke atas mereka, dan mulailah mereka berkata-kata dalam bahasa roh dan bernubuat.” (Kisah Para Rasul 19:5-6) Ketika rasul Paulus datang ke Efesus ia bertemu dengan beberapa orang murid, namun mereka belum mendengar dan menerima Roh Kudus. Setelah Paulus memberitahukan bahwa mereka harus percaya kepada Tuhan Yesus, mereka memberi diri untuk dibaptis dalam nama-Nya. Saat Paulus menumpangkan tangan di atas mereka, turunlah Roh Kudus ke atas mereka, dan mulailah mereka berkata-kata dalam bahasa lidah. Hal ini seperti yang dialami oleh para murid Tuhan Yesus saat mereka berkumpul pada hari Pentakosta di loteng Yerusalem. Bahkan mereka juga mulai bernubuat. Bernubuat adalah salah satu karunia yang diterima saat seseorang dipenuhi oleh Roh Kudus. Roh yang sama selalu menyertai Paulus, sehingga ia dapat terus mengajarkan kebenaran dan memberitakan Kerajaan Allah dengan penuh keberanian. Ia mulai mengajar firman Tuhan di ruang kuliah Tiranus, juga mengadakan mujizat-mujizat. Demikianlah yang dilakukan oleh Paulus sehingga dalam kurun waktu dua tahun seluruh penduduk Asia, baik orang Yahudi maupun Yunani, mendengar firman Tuhan. Kalau Roh Kudus memenuhi hidup kita, maka kita akan memiliki kuasa Ilahi dan keberanian untuk memberitakan Injil Yesus Kristus, bahkan mengadakan mujizat-mujizat dalam nama-Nya, untuk menunjukkan kepada dunia Dia adalah Tuhan dan Juruselamat yang layak disembah dan dimuliakan.

White pigeons,dove flying on blue sky

Roh Kudus dan Pemberdayaan

GBI The City Tower Jakarta sedang memperingati hari pencurahan Roh Kudus (Pentakosta).  Roh Kudus adalah pribadi ketiga dalam Tritunggal, Dia yang memberdayakan orang percaya untuk menjalani kehidupan yang berkenan kepada Allah. Roh Kudus sering disebut sebagai “Penghibur” atau “Penasihat,” dan Dia selalu tersedia untuk membantu kita dalam saat-saat kebutuhan kita. Roh Kudus disebutkan di seluruh Alkitab, dan karya-Nya terlihat dalam kehidupan banyak orang yang disebutkan dalam Kitab Suci. Sebagai contoh, Roh Kudus memberdayakan murid-murid untuk memberitakan Injil dan melakukan mujizat. Dia juga memimpin Paulus dalam perjalanan pelayanan dan membantu dia menulis surat-surat. Roh Kudus masih aktif di dunia saat ini, dan Dia tersedia untuk membantu kita dalam segala aspek kehidupan kita. Dia dapat membantu kita bertumbuh dalam iman, mengatasi godaan, dan menjalani kehidupan yang berkenan kepada Allah. Jika Anda belum menjadi seorang Kristen, saya mendorong Anda untuk mengundang Roh Kudus ke dalam hidup Anda. Dia akan mengubah hidup Anda menjadi lebih baik. Roh Kudus berperan aktif dalam kehidupan kita, peran-Nya dinyatakan dengan, Dia menginsafkan kita tentang dosa dan membimbing kita untuk bertobat. Dia memberi kita kekuatan untuk menolak godaan. Dia membimbing kita dalam segala kebenaran. Dia memberdayakan kita untuk menjalani kehidupan yang kudus. Dia memberi kita karunia yang kita butuhkan untuk melayani Allah dan sesama. Jika Anda seorang Kristen, saya mendorong Anda untuk bertumbuh dalam hubungan Anda dengan Roh Kudus. Habiskan waktu berdoa, membaca Alkitab, dan menyembah Allah. Semakin Anda mengenal Roh Kudus, semakin Anda akan mengalami kuasa-Nya dan kehadiran-Nya dalam hidup Anda. Anda dapat bertumbuh di dalam Roh dengan menerapkan hal berikut, Berdoalah dan mintalah Roh Kudus untuk menyatakan diri-Nya kepada Anda. Bacalah Alkitab dan mintalah Roh Kudus untuk membantu Anda memahaminya. Sembah Allah dan puji Dia karena kebaikan-Nya. Habiskan waktu dalam kesunyian dan dengarkan suara Roh Kudus. Layani orang lain dan biarkan Roh Kudus menggunakan Anda untuk membuat perbedaan di dunia. Roh Kudus adalah karunia yang indah dari Allah. Dia selalu tersedia untuk membantu kita, dan Dia ingin mengubah hidup kita. Jika Anda terbuka untuk pimpinan-Nya, Dia akan melakukan hal-hal yang luar biasa dalam hidup Anda. Untuk mengikuti siaran Live GBI The City Tower dalam peringatan pencurahan roh kudus Anda dapat mengakses https://www.youtube.com/@GBITHECITYTOWER/streams

[BREAD OF LIFE – GIVES LIFE]BOL365 | DAY 146

Jumat, 26 Mei 2023 Pembacaan Alkitab: Kisah Para Rasul 16-18 “DIMERDEKAKAN DAN DISELAMATKAN” “Jawab mereka: “Percayalah kepada Tuhan Yesus Kristus dan engkau akan selamat, engkau dan seisi rumahmu.” (Kisah Para Rasul 16:31) Saat memberitakan Injil di kota Filipi, Paulus dan Silas sempat dianggap sebagai pengacau kota. Oleh sebab itu mereka ditangkap, dihadapkan kepada penguasa kota dan para hakim, lalu dihukum cambuk, dan dimasukkan ke dalam penjara. Mereka ditempatkan di ruang tahanan yang paling ketat sekaligus dibelenggu dengan pasung yang sangat kuat karena status mereka adalah tahanan dari penguasa kota. Adalah mustahil untuk bisa melarikan diri dari penjara dengan pengamanan seekstrim itu. Meskipun demikian, Paulus dan Silas tetap dapat berdoa dan menyanyikan puji-pujian kepada Tuhan. Tiba-tiba Tuhan campur tangan, terjadilah gempa bumi yang membuat pintu penjara terbuka dan mereka terlepas dari pasungan. Kepala penjara yang diberi tanggung jawab atas dua orang tahanan istimewa itu menjadi sangat takut karena berpikir bahwa mereka telah melarikan diri, ia pun hendak bunuh diri tetapi dicegah oleh Paulus. Demikian rapuhnya manusia, sehingga saat ia melihat masalah besar datang dan tidak mungkin ada jalan keluar, maka ia akan dengan mudahnya mengambil jalan pintas, yaitu bunuh diri. Maut menguasai kehidupan manusia, oleh karena itu manusia perlu dibebaskan dan dimerdekakan dari kuasa dosa yang membawa kepada maut. Hanya kehadiran Roh Allah yang mampu membebaskan. Kepala penjara Filipi terpenjara oleh maut, ia hampir putus nyawanya karena putus asa. Tetapi ia mendengar berita keselamatan dari Tuhan Yesus melalui perkataan rasul Paulus. Roh Kudus membebaskan kepala penjara dan mengubahkan hidupnya, ia menjadi percaya kepada Yesus Kristus, bahkan seisi keluarganya juga diselamatkan. Bukan hanya dalam keadaan aman dan damai saja, tetapi saat kita mengalami penderitaan pun, Roh Kudus mampu memakai hidup kita untuk memberitakan kabar keselamatan, seperti yang dilakukan oleh Paulus.

[BREAD OF LIFE – GIVES LIFE] BOL365 | DAY 145

Kamis, 25 Mei 2023 Pembacaan Alkitab: Kisah Para Rasul 13-15 “KESELAMATAN BAGI BANGSA-BANGSA” “Kemudian Aku akan kembali dan membangunkan kembali pondok Daud yang telah roboh, dan reruntuhannya akan Kubangun kembali dan akan Kuteguhkan, supaya semua orang lain mencari Tuhan dan segala bangsa yang tidak mengenal Allah, yang Kusebut milik-Ku demikianlah firman Tuhan yang melakukan semuanya ini,” (Kisah Para Rasul 15:16-17) Sebagian besar nabi di zaman Perjanjian Lama, termasuk Musa dan Yesaya, telah berbicara tentang panggilan Tuhan kepada bangsa-bangsa lain yang non-Yahudi. Pada masa nabi Amos, Tuhan berfirman bahwa Ia akan membangun kembali kemah atau tabernakel Daud yang telah menjadi reruntuhan dan roboh. Memang nubuatan itu tergenapi, Bait Allah benar-benar dihancurkan beberapa abad kemudian, yaitu oleh perintah raja Nebukadnezar II (597-596 SM) dan kemudian oleh Jenderal Titus Vespasianus (70M). Tetapi kemudian Allah juga membangun kembali Bait-Nya yang baru dengan Perjanjian yang Baru pula. Setelah kenaikan Tuhan Yesus ke surga, para murid taat mengikuti perintah-Nya untuk berkumpul di sebuah ruangan loteng di Yerusalem. Mereka menunggu janji Tuhan bahwa mereka akan diperlengkapi dengan kuasa dari tempat tinggi. Pada Hari Pentakosta para murid dipenuhi oleh Roh Kudus, dan sejak hari itu pula Roh Kudus berdiam dalam gereja sebagai Tubuh Kristus secara permanen. Oleh kuasa Roh Kudus para murid dimampukan untuk menjadi saksi Kristus dan memberitakan keselamatan yang datang dari pada-Nya kepada bangsa-bangsa. Dengan demikian ada beberapa hal penting yang dapat kita pahami disini: Pertama, keselamatan sekarang berfokus pada Mesias, bukan pada bangunan Bait Allah, sebab Tubuh Kristus adalah Bait Allah yang baru. Kedua, Keselamatan diberikan kepada manusia berdasarkan anugerah Allah, tidak berdasarkan perbuatan baik manusia. Ketiga, Keselamatan yang diberikan Tuhan mencakup seluruh dunia, tidak berfokus pada bangsa Yahudi saja. Kita harus bersyukur, karena keselamatan bukan saja dikaruniakan kepada bangsa Yahudi, tetapi juga kepada kita yang berasal dari golongan “bangsa-bangsa lain” yang sebelumnya tidak mengenal Allah. Tuhan menghendaki supaya semua orang yang mencari-Nya, bukan orang Yahudi saja. Dengan pemulihan pondok Daud ini, sebagai orang percaya yang telah diselamatkan di dalam Yesus Kristus, kita juga harus membawa bangsa-bangsa lain mencari Tuhan.