Rabu, 19 Juni 2024 Pembacaan Alkitab, Hakim-Hakim 4-6 MENEMUKAN TUHAN DI TENGAH KESULITAN Jawab Gideon kepada-Nya: “Ah, tuanku, jika TUHAN menyertai kami, mengapa semuanya ini menimpa kami?…” (Hakim 6:13) Pergumulan atau penderitaan merupakan bagian dari kehidupan manusia. Tidak sedikit orang yang pada akhirnya menjadi kecewa pada Tuhan. Sama halnya yang dialami oleh Gideon. Gideon mengungkapkan keputusasaannya dan keraguannya kepada malaikat Tuhan. Gideon, seperti banyak dari kita, bertanya-tanya mengapa penderitaan dan kesulitan terjadi jika Tuhan benar-benar menyertai kita. Ini adalah pertanyaan yang sangat manusiawi dan sering muncul dalam situasi sulit. Kesulitan dan penderitaan sering membuat kita merasa ditinggalkan oleh Tuhan. Kita mungkin merasa bahwa Tuhan telah meninggalkan kita atau tidak lagi peduli pada keadaan kita. Namun, ayat ini mengingatkan kita untuk tetap mencari Tuhan, bahkan di saat-saat paling gelap dalam hidup kita. Pertanyaan dan keraguan adalah bagian dari perjalanan iman kita, tetapi kita harus ingat bahwa Tuhan selalu hadir dan bekerja dalam hidup kita, meskipun kita mungkin tidak selalu menyadarinya. Marilah kita tetap percaya dan mengingat perbuatan ajaib Tuhan di masa lalu, bagaimana Ia menolong kita keluar dari masalah kita, serta belajar bertindak dengan iman di masa kini. Tuhan Yesus selalu ada & bersama dengan kita. Dalam keputusasaan, carilah Tuhan. Dia mendengarkan pertanyaan kita dan memimpin kita keluar dari pergumulan hidup kita.
Selasa, 18 Juni 2024 Pembacaan Alkitab, Hakim-Hakim 1-3 Akibat dari KETIDAKSETIAAN tetapi janganlah kamu mengikat perjanjian dengan penduduk negeri ini; mezbah mereka haruslah kamu robohkan. Tetapi kamu tidak mendengarkan firman-Ku. Mengapa kamu perbuat demikian? (Hakim 2:2) Ketaatan kepada Tuhan adalah salah satu fondasi utama dalam kehidupan orang percaya. Ketika kita taat, kita menunjukkan bahwa kita mempercayai Tuhan dan menghormati otoritas-Nya. Kesetiaan berarti kita setia pada komitmen kita kepada Tuhan, tidak tergoda oleh pengaruh-pengaruh duniawi yang bisa merusak hubungan kita dengan-Nya. Ketidaksetiaan membawa konsekuensi. Ketika bangsa Israel tidak menaati perintah Tuhan, mereka akhirnya mengalami berbagai kesulitan dan penderitaan Tuhan membiarkan musuh-musuh mereka menjadi alat disiplin untuk membawa mereka kembali kepada-Nya. Hal Ini menunjukkan bahwa ketidaktaatan dan ketidaksetiaan tidak hanya menyakiti hubungan kita dengan Tuhan tetapi juga membawa penderitaan dan kekacauan dalam hidup kita. Meskipun demikian, Tuhan selalu penuh kasih dan pengampunan. Ketika kita menyadari kesalahan kita dan kembali kepada-Nya dengan hati yang hancur dan penuh pertobatan, Tuhan selalu siap untuk memulihkan dan mengampuni kita. Kasih karunia-Nya adalah bukti nyata dari kasih-Nya yang tak terbatas. Mari, kembalilah kepada Tuhan dengan hati yang sungguh-sungguh. Dalam ketidaksetiaan, kita menemukan masalah; dalam kesetiaan, kita menemukan berkat dan kedamaian dari Tuhan Yesus.
Senin, 17 Juni 2024 Pembacaan Alkitab, Roma 15-16 ALLAH SUMBER PENGHARAPAN Semoga Allah, sumber pengharapan, memenuhi kamu dengan segala sukacita dan damai sejahtera dalam iman kamu, supaya oleh kekuatan Roh Kudus kamu berlimpah-limpah dalam pengharapan. (Rm. 15:13) Pengharapan adalah keyakinan akan hal-hal baik yang akan datang, dan dalam konteks iman, pengharapan adalah keyakinan bahwa janji-janji Allah akan terwujud dalam kehidupan kita. Allah disebut sebagai sumber pengharapan. Ini berarti pengharapan kita tidak berasal dari keadaan atau situasi duniawi, tetapi dari Allah sendiri. Pengharapan yang berasal dari Allah tidak pernah mengecewakan karena didasarkan pada sifat dan janji-janji-Nya yang kekal dan tak berubah. Ketika kita mengandalkan Allah sebagai sumber pengharapan kita, kita menemukan ketenangan dalam mengetahui bahwa Dia memegang kendali atas segala sesuatu. Di tengah kesulitan dan pergumulan hidup, ingatlah bahwa Allah adalah sumber pengharapan kita. Carilah Dia dalam doa dan perenungan Firman-Nya. Izinkan Roh Kudus bekerja dalam hati dan pikiran kita, membawa sukacita dan damai sejahtera yang sejati. Dalam setiap situasi, baik dalam suka maupun duka, biarlah pengharapan kita tetap teguh karena kita tahu bahwa Allah yang memegang masa depan kita adalah Allah yang setia dan penuh kasih. Berserahlah kepada Tuhan dengan segenap hati kita, maka Ia akan melakukan perkara yang besar dalam hidup kita. Pengharapan kita berakar dalam Allah, yang dengan setia memberikan sukacita dan damai sejahtera melalui kekuatan Roh Kudus. God bless!!!
Minggu, 16 Juni 2024 Pembacaan Alkitab, Roma 13 – 14 SEGALANYA BAGI TUHAN “Sebab tidak ada seorangpun di antara kita yang hidup untuk dirinya sendiri, dan tidak ada seorangpun yang mati untuk dirinya sendiri. Sebab jika kita hidup, kita hidup untuk Tuhan, dan jika kita mati, kita mati untuk Tuhan. Jadi baik hidup atau mati, kita adalah milik Tuhan” (Roma 14:7-8) Tidak ada manusia hidup yang akan luput dari kematian. Tapi pertanyaannya adalah : apakah manusia sudah hidup sesuai kehendak-Nya atau hidup hanya untuk memuaskan keinginan dan hasrat kita? Hidup yang dianugerahkan Tuhan kepada kita adalah sebuah karunia yang berharga. Kita dikaruniai kesempatan untuk hidup di dunia ini, belajar dan berkembang, serta berkarya untuk kemuliaan Tuhan. Firman Tuhan ini mengajak kita untuk merenungkan kembali tujuan hidup kita yaitu hanya untuk Tuhan. Serahkanlah hidup ini sepenuhkan hanya kepada Tuhan. Dan biarlah kita tidak fokus kepada hal-hal duniawi yang bersifat sementara & tidak kekal. Pergunakanlah kesempatan yang baik ini untuk hidup memuliakan Tuhan dan memenuhi panggilanNya. Jika tiba saatnya kita kembali kepangkuan-Nya, kita siap karena baik hidup ataupun mati, kita hanya untuk Tuhan dan bagi Tuhan.
Sabtu, 15 Juni 2024 Pembacaan Alkitab, Roma 11 – 12 MENGALAMI PEMBAHARUAN “Janganlah kamu menjadi serupa dengan dunia ini, tetapi berubahlah oleh pembaharuan budimu, sehingga kamu dapat membedakan manakah kehendak Allah: apa yang baik, yang berkenan kepada Allah dan yang sempurna.” (Roma 12:2) Rasul Paulus mengingatkan kepada orang-orang percaya hidupilah cara hidup yang benar, dan jangan terpengaruh dengan cara hidup duniawi yang menyesatkan. Karena cara hidup seperti itu hanya akan membuat kita jauh dari Tuhan. Kalau dulu kita pernah melakukan hal yang sia-sia, dan sekarang kita telah diselamatkan serta mengenal Dia. Paulus mengingatkan supaya kita tidak lagi menyia-nyiakan hidup untuk hal yang sia-sia tetapi fokus kepada cara hidup yang berkenan kepada Allah. Sebagai orang percaya, hidup kita harus mengalami pembaharuan baik pikiran maupun perbuatan kita. Sehingga cara hidup kita menjadi berbeda dengan dunia. Apa yang kita kerjakan dapat menjadi berkat bagi orang lain dan memuliakan Tuhan. Inilah yang Tuhan kehendaki dalam hidup kita. Sebab itu kita butuh Roh Kudus agar memberi kita kemampuan untuk membaharui budi setiap hari, sampai kita menjadi seperti yang Tuhan Yesus kehendaki.
Jumat, 14 Juni 2024 Pembacaan Alkitab; Roma 9-10 PENGAKUAN IMAN Karena dengan hati orang percaya dan dibenarkan, dan dengan mulut orang mengaku dan diselamatkan. (Roma 10:10) Pentingnya pengakuan iman secara terbuka. Namun, makna yang terkandung di dalamnya lebih dari sekadar tindakan berbicara. Ini adalah dasar dari keselamatan. Kita perlu memiliki keyakinan teguh bahwa Yesus Kristus adalah Tuhan dan Anak Allah, serta percaya akan karya penebusan-Nya di kayu salib. Pengakuan ini bukan sekadar ritual keagamaan, melainkan pernyataan pada publik atas iman yang ada di hati & hidup kita. Pengakuan, merupakan ekspresi dan peneguhan iman yang ada di dalam hati. Pengakuan juga menjadi cara untuk menyatakan iman kita kepada orang lain dan menjadi teladan bagi mereka yang belum mengenal Kristus. Biarlah iman kita memengaruhi setiap aspek kehidupan kita. Sebab keselamatan bukan diperoleh melalui kebaikan kita sendiri, melainkan anugerah Allah yang diterima melalui iman kepada Yesus Kristus.
Kamis, 13 Juni 2024 Pembacaan Alkitab; Roma 7-8, Di Pimpin Roh Allah Semua orang, yang dipimpin Roh Allah, adalah anak Allah. (Roma 8:14) Suatu Pengertian mengenai identitas kita sebagai orang percaya yakni kita tidak hanya diselamatkan oleh kasih karunia Allah, tetapi juga diadopsi menjadi anak-Nya. Namun, untuk sungguh-sungguh mengalami kehidupan sebagai anak Allah, kita perlu dipimpin oleh Roh Kudus. Yaitu dengan membuka hati dan pikiran kita untuk menerima tuntunan Roh Kudus. Kita belajar untuk mengenali suara-Nya melalui doa, pembacaan Alkitab, dan persekutuan dengan orang percaya lainnya. Roh Kudus akan membimbing kita untuk hidup seturut kehendak Allah, yang berarti mentaati firman-Nya, sehingga menghasilkan buah Roh (Galatia 5:22-23). Ketika kita dipimpin oleh Roh Kudus, kita mengalami proses transformasi. Keinginan daging kita semakin berkurang, digantikan dengan keinginan Roh yang membawa kita pada kedewasaan rohani. Jaminan sebagai anak Allah: Roma 8:14 menegaskan bahwa mereka yang dipimpin Roh Kudus adalah anak-anak Allah. Roh Kudus memberi kita kemampuan untuk mengatasi dosa dan menjalani kehidupan yang berkenan kepada Allah. Ketika kita dipimpin oleh Roh Kudus, kita selaras dengan rencana Allah yang sempurna dalam hidup kita.
Rabu, 12 Juni 2024 Pembacaan Alkitab; Roma 5-6 Pembenaran Oleh Kristus Sebab itu, sama seperti oleh satu pelanggaran semua orang beroleh penghukuman, demikian pula oleh satu perbuatan kebenaran semua orang beroleh pembenaran untuk hidup. (Roma 5:18) Dampak dari dua tindakan: pelanggaran oleh Adam dan perbuatan kebenaran oleh Yesus Kristus. Pelanggaran yang dilakukan oleh Adam membawa konsekuensi berupa penghukuman bagi semua manusia. Dosa ini membuat kita terpisah dari Allah dan berujung pada kematian. Namun, ada kabar baik yang luar biasa, yaitu Perbuatan kebenaran yang dilakukan oleh Yesus Kristus, dengan kematian dan kebangkitan-Nya yang membawa pembenaran dan kehidupan bagi semua orang yang percaya kepada-Nya. Kasih karunia Allah melalui Yesus jauh melampaui kuasa dosa. Kita terikat oleh dosa akibat pelanggaran Adam, namun Yesus Kristus, melalui pengorbanan-Nya, menawarkan jalan keluar dari kuasa dosa. Iman kepada Yesus Kristus membawa kita pada pembenaran dan pengharapan akan hidup yang kekal.