Minggu 17 Nov 2024 Pembacaan Alkitab: Wahyu 13 -15 HANYA TUHAN YANG LAYAK DISEMBAH Dan ia berseru dengan suara nyaring: ”Takutlah akan Allah dan muliakanlah Dia, karena telah tiba saat penghakiman-Nya, dan sembahlah Dia yang telah menjadikan langit dan bumi dan laut dan semua mata air.” ( Wahyu 14:7) Kedatangan Tuhan Yesus yang ke dua kali sudah semakin dekat. Alkitab menuliskan tanda-tanda itu dan kita dapat melihat semua tanda itu disekitar kita, Bahkan melalui infromasi media. Iblis tahu bahwa waktunya tinggal sedikit lagi, dan iblis pemilik kuasa kegelapan pun bekerja keras untuk manarik banyak orang menjadi pemujanya. Ditengah kesukaran hidup didunia ini, iblis menawarkan berbagai hal agar manusia berpaling dari Tuhan dan menjadi penyembahnya. Iblis itu tahu seperti apa keadaan kita, karakter kita dan dimana letak kelemahan kita. Dia akan menunggu waktu yang tepat untuk mendekati kita serta memikat kita dengan kelicikannya. Dia adalah ular yang licin dan penipu ulung yang bekerja keras menggoda kita hingga jatuh ketangannya. Iblis akan memakai kehidupan duniawi untuk memaksa manusia bahkan orang Kristen untuk mempunyai gaya hidup yang bertolak bepakang dari Firman Tuhan. Melalui uang, harta dan kemewahan hidup yang dapat membuat manusia atau orang Kristen jatuh ke dalam kejahatan, dan tanpa disadari terperangkap ke dalam pemujaan iblis. Bagaimana kita dapat mengalahkan tipu muslihat si iblis diakhir zaman ini? Ada dua hal; Pertama kita harus hidup dalam takut akan Tuhan, ciri orang yang takut akan Tuhan adalah tunduk kepada Allah. Kedua, Banyaklah menyembah Tuhan. Penyembahan menyebabkan kuasaNya bekerja didalam kita, hingga kita mampu menolak semua perkataan si iblis.
Sabtu 16 Nov 2024 Pembacaan Alkitab: Wahyu 10-12 JANJI TUHAN AKAN KEMENANGAN Mereka mengalahkan dia oleh darah Anak Domba, dan oleh perkataan kesaksian mereka. Karena mereka tidak mengasihi nyawa mereka sampai harus menghadapi maut. (Wahyu 12:11) Alkitab berisi janji-janji Tuhan kepada manusia, dan janji Tuhan yang utama adalah tentang keselamatan manusia. Sejak Adam dan Hawa diperdaya oleh iblis si ular tua maka manusia telah kehilangan kemuliaan Tuhan dan terusir dari hadirat Tuhan. Namun Bapa adalah kasih, sehingga Dia mengambil domba untuk dikorbankan menutupi Adam dan Hawa yang telah jatuh ke dalam dosa. Domba yang dikorbankan adalah lambang dari korban yang sesungguhnya yaitu Yesus Kristus. Korban Yesus Kristus sanggup menebus dosa-dosa manusia dan memberikan kemenangan atas maut. Inilah berkat dan anugerah terbesar yang Tuhan berikan kepada kita. Namun demikian, iblis masih terus berusaha untuk menghancurkan rencana Tuhan dengan menyeret manusia ke dalam dosa dan menyiksa dengan berbagai penderitaan, termasuk juga terhadap orang-orang Kristen. Sebab itu kita tidak boleh menganggap enteng dengan siasat iblis, sebab dia pun mengetahui isi Alkitab dan memutarbalikkan isinya. Kita perlu waspada dan berjaga-jaga kemanapun kita berada. Cara kita berjaga-jaga adalah dengan memberikan hidup kita untuk berkomitmen menjadi saksi Kristus melalui perkataan dan perbuatan kita. Kita harus memahami, bahwa setiap hari bagi kita orang percaya adalah masuk ke dalam medan peperangan sambil menantikan kedatangan Anak Domba. Namun kita tidak perlu takut untuk menghadapi pekerjaan kuasa kegelapan didunia ini. Jika Tuhan Yesus telah menang maka Dia pun pasti memberikan jaminan kemenangan bagi kita asalkan kita bertahan dan berdiri teguh diatas Firman Tuhan.
Jumat, 15 Nov 2024 Pembacaan Alkitab: Wahyu 5–9 “PUJIAN SELAMA-LAMANYA” “Sambil berkata: “Amin! puji-pujian dan kemuliaan, dan hikmat dan syukur, dan hormat dan kekuasaan dan kekuatan bagi Allah kita sampai selama-lamanya! Amin!” (Wahyu 7:12) Suatu saat nanti akan ada sekumpulan besar orang banyak yang tidak dapat terhitung banyaknya, mereka berasal dari segala bangsa dan suku dan kaum dan bahasa, mereka akan berdiri di hadapan takhta dan di hadapan Anak Domba yaitu Tuhan Yesus Kristus. Mereka memakai jubah putih dan memegang daun-daun palem di tangan mereka. Lalu dengan suara nyaring mereka berseru: “Keselamatan bagi Allah kami yang duduk di atas takhta dan bagi Anak Domba!” Setelahnya, para malaikat menaikkan pujian tujuh kali lipat, baik itu puji-pujian, kemuliaan, hikmat, ucapan syukur, hormat dan kuasa, serta kekuatan, adalah bagi Allah sampai selama-lamanya. Apa yang tertulis di atas sungguh-sungguh akan terjadi di masa depan, di akhir zaman nanti. Baik manusia maupun malaikat akan menaikkan pujian selama-lamanya kepada Allah yang hidup. Tetapi tidak semua manusia akan ikut dalam acara besar itu, sebab hanya mereka yang memakai jubah putih sajalah yang akan mengikutinya. Ini adalah bagian dari tahap akhir, sampai semua orang berjubah putih itu juga akan ikut dimuliakan bersama dengan Tuhan Yesus. “Di manakah kita akan berada pada waktu itu? Akankah kita terhitung di antara bilangan orang berjubah putih itu?” Gaya hidup kita pada saat ini harulah juga menjadi persiapan untuk akhir zaman nanti. Apakah kita terbiasa memuji, menyembah, meninggikan, dan memuliakan nama Tuhan dalam keseharian kita? Sebab itulah pekerjaan manusia yang masuk ke dalam kehidupan kekal nanti. Kalau kita belum membiasakan diri, maka renungan hari ini adalah sebuah pengingat untuk kita memulainya. Naikkan puji-pujian terbaik kita mulai hari ini, terus lakukan, sampai pada waktunya nanti tiba giliran kita untuk menaikkan pujian itu bersama malaikat di surga.
Kamis, 14 Nov 2024 Pembacaan Alkitab: Wahyu 1–4 “PINTU YANG TERBUKA” “Aku tahu segala pekerjaanmu: lihatlah, Aku telah membuka pintu bagimu, yang tidak dapat ditutup oleh seorang pun. Aku tahu bahwa kekuatanmu tidak seberapa, namun engkau menuruti firman-Ku dan engkau tidak menyangkal nama-Ku.” (Wahyu 3:8) Tuhan menetapkan kepada Jemaat Filadelfia, bahwa Ia menganugerahkan pintu yang terbuka untuk menyatakan Nama Tuhan; sebuah pintu yang berguna secara rohani. Para ahli menyebutkan bahwa pintu ini adalah pintu yang terbuka untuk penginjilan. Karena Tuhanlah yang membukanya, maka pintu itu tidak akan dapat ditutup oleh siapa pun. Tuhan membuat ketetapan ini karena Jemaat Filadelfia hanya memiliki kekuatan yang terbatas. Jemaat Filadelfia menyadari kelemahannya itu, maka mereka bertumpu pada kuasa Allah. Dan karena Jemaat ini telah menaati Tuhan, maka kekuatan mereka yang kecil diubahkan-Nya menjadi besar, yaitu ketika mereka bersandar sepenuhnya pada kekuatan Allah yang Mahabesar. Umat Tuhan pada masa kini juga harus menyadari bahwa kekuatannya tidak boleh bersandar pada dirinya sendiri. Apabila kita bandingkan dengan jumlah manusia yang ada di bumi ini, jumlah orang percaya yang sungguh-sungguh bertobat tidaklah banyak. Dengan jumlah yang kecil dan kekuatan yang terbatas, untuk dapat melakukan banyak pekerjaan yang telah diberikan oleh Tuhan, maka kita harus mengandalkan Tuhan dengan cara; 1.mentaati firman-Nya 2.Tidak menyangkali Nama-Nya. Maka Tuhan akan menganugerahkan pintu rohani bagi gereja-Nya. Ketika Tuhan membuka pintu itu, tidak ada seorang pun atau kuasa apa pun yang dapat menutupnya. Inilah pintu kasih karunia, dimana Injil Kerajaan Allah dinyatakan. Ketika pintu itu terbuka, maka orang-orang dari segala banhsa akan tersungkur dan mengakui Yesus adalah Tuhan.
Rabu, 13 November 2024 Pembacaan Alkitab: Ratapan 1–5 “KASIH SETIA YANG TIADA HABISNYA” “Tak berkesudahan kasih setia TUHAN, tak habis-habisnya rahmat-Nya, selalu baru tiap pagi; besar kesetiaan-Mu! “TUHAN adalah bagianku,” kata jiwaku, oleh sebab itu aku berharap kepada-Nya. TUHAN adalah baik bagi orang yang berharap kepada-Nya, bagi jiwa yang mencari Dia.” (Ratapan 3:22-25) Saat kita merenungkan berbagai kesulitan dan permasalahan umat manusia di berbagai belahan dunia, lalu kita bandingkan dengan keadaan kita, maka kita akan melihat begitu besar kebaikan Tuhan bagi kita. Bukan berarti kita tidak akan mengalami penderitaan Sama seperti manusia lain, kita pun juga mengalaminya. Tetapi yang berbeda adalah bagi kita ada kasih setia Tuhan yang tidak pernah berkesudahan dan rahmat-Nya bagi kita tidak pernah ada habisnya, semua itu disediakan-Nya bagi kita setiap hari! Oleh sebab itulah kita bisa bertahan di dalam berbagai pencobaan, karena Allah yang setia menyertai kita. Tetapi tidak semua orang bisa menikmati karunia seperti ini. Hanya orang yang berharap kepada Tuhan dan yang selalu mencari wajah-Nya, merekalah yang akan mengalaminya. Karena itu bersyukurlah kalau kita dipilih-Nya dari sekian banyak manusia untuk boleh menikmati anugerah ini. Tetapi panggilan kita bukan hanya untuk menikmati kebaikan Tuhan, Ia juga memerintahkan kita untuk menyampaikan kabar baik tentang kehidupan kekal yang diberikan melalui pengorbanan Tuhan Yesus Kristus. Bukan hanya kehidupan kekal nanti, tetapi juga kehidupan kita selama ada di dunia adalah hidup dalam kelimpahan dan kebaikan Tuhan. Karena itu, demi kasih Kristus, bagikanlah kisah kebaikan Tuhan dalam kehidupan kita kepada orang yang belum mengenal-Nya, supaya mereka juga dapat mendengar dan mengalami sendiri segala kebaikan-Nya. Biarlah orang-orang yang mencari Tuhan dapat berjumpa dengan-Nya melalui kehadiran dan kesaksian kita.
Selasa, 12 Nov 2024 Pembacaan Alkitab, 2 & 3 Yohanes–Yudas 1 Berpegang teguh pada Pengajaran KRISTUS Setiap orang yang tidak tinggal di dalam ajaran Kristus, tetapi yang melangkah keluar dari situ, tidak memiliki Allah. Barangsiapa tinggal di dalam ajaran itu, ia memiliki Bapa maupun Anak. (2 Yohanes 1:9) Yesus telah menjadi teladan hidup dan mengajarkan apa yang benar buat kita agar kita bisa belajar dari Dia, untuk hidup dalam kebenaran sesuai dengan firman-Nya. Tapi orang-orang yang dengan sengaja keluar dari ajaran kebenaran dan meninggalkan persekutuan dengan Dia, sudah pasti tidak akan menikmati apa yang Tuhan telah janjikan dalam hidup. Ketika Seseorang keluar dari ajaran yang benar, berarti mereka menolak dan tidak mengindahkan kehadiran Allah dalam hidupnya, mereka sedang menyia-nyiakan pemberian keselamatan yang sudah Allah anugerahkan. Secara tidak langsung, Mereka menolak kasih karunia dan membuat hidupnya tidak aman karena jauh dari Allah. Bersyukurlah jika sampai hari ini kita tetap berada dalam ajaran Kristus. Ajaran yang benar akan menjadikan kita kokoh dan tidak mudah diombang-ambingkan pada pengajaran yang salah serta tetap menjaga hubungan yang intim dengan Allah. Karena hanya dengan pengajaran yang sesuai firman-Nya kita bukan hanya saja menjaga iman kita tapi juga menjaga orang-orang yang kita kasihi, supaya terhindar dari tipu daya Iblis.
Senin, 11 Nov 2024 Pembacaan Alkitab, 1 Yohanes 1 – 5 ALLAH YANG MENGAMPUNI Jika kita mengaku dosa kita, maka Ia adalah setia dan adil, sehingga Ia akan mengampuni segala dosa kita dan menyucikan kita dari segala kejahatan. (1 Yohanes 1:9) Manusia memang tak luput dari kesalahan, tapi bukan berarti kita harus hidup dalam kesalahan. Cara agar kita bisa dipulihkan dari kesalahan yang kita buat adalah dengan mengakui kesalahan kita dihadapan Tuhan. Mengakui kesalahan bukan sekedar lisan tapi disertai dengan sikap dan perbuatan yang sungguh-sungguh sadar akan pertobatan. Dengan sikap hati yang sungguh datang kepada Tuhan, maka Tuhan yang menyelidiki hati akan mengampuni setiap dosa kita dan memulihkan kita kembali. Dengan pengampunan yang Tuhan berikan, maka hidup kita disucikan dan dibaharui untuk menjadi serupa dengan Kristus. Semua itu dilakukan Nya karena Ia sangat mengasihi kita.
Minggu, 10 Nov 2024 Pembacaan Alkitab, Yeremia 49 – 52 PEMBALASAN ADALAH HAK TUHAN Namun Aku akan membalaskan kepada Babel dan kepada segenap penduduk negeri orang Kasdim segala kejahatan yang telah mereka lakukan terhadap Sion, di depan matamu sendiri, demikianlah firman TUHAN.(Yeremia 51:24) Tuhan mengajarkan kepada kita untuk saling mengasihi, bahkan kepada mereka yang menyakiti dan merugikan kita sekalipun. Pembalasan itu bagian dan hak Tuhan (Roma 12:19; Ibrani 10:30). Manusia tidak punya hak apapun untuk membalas kejahatan orang lain. Ketika Ia membalas perbuatan manusia, maka tidak ada satupun yang akan terlewatkan. Ia melihat dan menyelidiki segala sesuatu,Tidak ada satupun yang bisa bersembunyi ketika Tuhan bertindak. Sesuai dengan waktunya, maka Ia akan menyatakan keadilan-Nya kepada semua orang tanpa terkecuali. Sebab itu Hiduplah dalam kebenaran dan menjauhi segala perbuatan jahat. Setiap kita pasti menuai apa yang kita tabur dalam hidup ini. Pembalasan Tuhan tidak pandang bulu, Ia akan menyatakan keadilan-Nya kepada semua orang sesuai dengan perbuatannya.