Senin, 25 Nov 2024 Pembacaan Alkitab, Yehezkiel 19 – 21 KONSEKUENSI DALAM PILIHAN Tetapi mereka memberontak terhadap Aku dan tidak mau mendengar kepada-Ku; setiap orang tidak membuangkan dewa-dewanya yang menjijikkan, ke mana ia selalu melihat, dan tidak meninggalkan berhala-berhala Mesir. Maka Aku bermaksud hendak mencurahkan amarah-Ku ke atas mereka untuk melampiaskan murka-Ku kepadanya di tengah-tengah tanah Mesir. Yehezkiel 20:8 Yehezkiel sebagai nabi Tuhan menyampaikan peringatan keras kepada bangsa Israel yang telah terjerat dalam penyembahan berhala, Tuhan sudah berulang kali menyatakan kasih-Nya dan memberikan kesempatan untuk bertobat. Bangsa Israel menyembah Tuhan, namun mereka juga tetap terikat pada berbagai berhala. Berhala-berhala ini bisa berupa hal-hal yang kita utamakan dalam hidup lebih dari pada Tuhan seperti uang, kekuasaan, atau bahkan hubungan pribadi yang kita anggap lebih penting daripada hubungan kita dengan Tuhan. Tuhan memberi kesempatan kepada umat-Nya agar bertobat. Namun, mereka lebih memilih untuk tetap dalam kesesatan dan menolak panggilan-Nya. Kita punya Tuhan yang tidak akan memaksakan kehendak-Nya. Kita diberi kebebasan untuk memilih, tetapi setiap keputusan kita memiliki konsekuensi. Meskipun umat Israel memberontak dan menolak panggilan-Nya, Tuhan tetap berupaya untuk memanggil mereka kembali. Kasih-Nya selalu memberi kesempatan bagi kita untuk bertobat dan kembali kepada-Nya, apapun latar belakang atau dosa kita. Hal ini menjadi peringatan bagi kita bahwa tidak ada yang terlalu sulit bagi Tuhan untuk dipulihkan oleh kasih Nya
Minggu, 24 Nov 2024 Pembacaan Alkitab, Yehezkiel 16-18 DULU DAN SEKARANG dan dengan itu engkau akan teringat-ingat yang dulu dan merasa malu, sehingga mulutmu terkatup sama sekali karena nodamu, waktu Aku mengadakan pendamaian bagimu karena segala perbuatanmu, demikianlah firman Tuhan ALLAH.” Yehezkiel 16:63 Tuhan kita adalah Tuhan yang menyediakan pengampunan dan pemulihan bagi mereka yang datang memohonkan pengampunan. Dialah Tuhan yang penuh kasih dan tidak mau seorangpun binasa, yang menyediakan semua yang kita perlukan, yang memberi saat kita meminta, yang menjawab saat kita berseru Dulu, waktu masih hidup dalam dosa tapi sekarang, hidup dalam anugerahnya Dulu, waktu jauh dari Tuhan tapi Sekarang, hidup dekat dengan Tuhan Dulu, tidak mau sungguh-sungguh dengan Tuhan, Sekarang bergiat makin mengenal dan mengasihi Tuhan Jika mengingat keadaan masa lalu, kita menjadi malu, betapa hidup begitu menyakiti hati Tuhan. Tapi karena kasih dan anugerah yang Tuhan limpahkan, hidup ini diubahkan dan menjadi begitu indah dan berarti dan selalu menyenangkan hati Tuhan Dan hidupku yang kuhidupi sekarang di dalam daging, adalah hidup oleh iman dalam Anak Allah yang telah mengasihi aku dan menyerahkan diri-Nya untuk aku (Galatia 2:20b)
Sabtu, 23 Nov 2024 Pembacaan Alkitab, Yehezkiel 13-15 BERHALA DALAM HATI Hai anak manusia, orang-orang ini menjunjung berhala-berhala mereka dalam hatinya dan menempatkan di hadapan mereka batu sandungan, yang menjatuhkan mereka ke dalam kesalahan. Apakah Aku mau mereka meminta petunjuk dari pada-Ku? Yehezkiel 14:3 Yang tahu hati kita adalah kita sendiri dan Tuhan bahkan Tuhan tahu sampai kedalaman hati kita. Tanpa disadari mungkin dalam hati kita ada berhala-berhala yang tersimpan dan begitu disanjung, dijunjung, hingga kasih kepada Tuhan dan Firman Tuhan tidak lagi mendapat tempat di hati ini Berhala itu mungkin rasa kasih kepada seseorang atau keluarga yang melebihi kasih kepada Tuhan, rasa dendam, pahit dan iri kepada seseorang, rasa bangga atas prestasi dan pencapaian yang berlebihan dan masih banyak lagi sehingga hati ini penuh berisikan apa yang bukan dari Tuhan Saatnya hati ini harus dipulihkan, dibereskan, dibersihkan dari berhala-berhala tersebut. Isilah hati ini dengan benih Firman yang hidup, kasih kepada Tuhan dan dengan belas kasihan kepada jiwa-jiwa sehingga kita dapat berkata seperti Daud; Selidikilah hatiku ( Mazmur 26,2) kenallah hatiku (Mazmur 139:23)
Jumat, 22 Nov 2024 Pembacaan Alkitab, Yehezkiel 9-12 HATI YANG DIPULIHKAN Aku akan memberikan mereka hati yang lain dan roh yang baru di dalam batin mereka; juga Aku akan menjauhkan dari tubuh mereka hati yang keras dan memberikan mereka hati yang taat. Yehezkiel 11:19 Ayat ini adalah tentang apa yang Tuhan lakukan kepada bangsa Israel sebelum mereka dikumpulkan dan menerima tanah milik pusaka mereka. Tuhan berurusan lebih dahulu dengan hati mereka sebelum mereka menerima janji dan berkat Tuhan Demikian hal ini pun berlaku bagi kita. Hati yang keras, tidak taat, memberontak, penuh kepahitan dan amarah, bukanlah hati yang siap terima janji dan berkat Tuhan. Kondisi hati seperti ini sangat memerlukan jamahan Roh Kudus untuk dipulihkan, bahkan minta Tuhan berikan hati yang baru Berjalan dengan kondisi hati yang rusak akan menimbulkan banyak kerusakan di hidup kita bahkan membuat semakin jauh dari Tuhan. Sebaliknya, berjalan dengan kondisi hati yang dipulihkan membuat semakin dekat dengan Tuhan dan menikmati banyak anugerah kemurahanNya Tapi terlebih lagi, tujuan hati yang dipulihkan adalah; “supaya mereka hidup menurut segala ketetapan-Ku dan peraturan-peraturan-Ku dengan setia; maka mereka akan menjadi umat-Ku dan Aku akan menjadi Allah mereka. (Yehezkiel 11:20)
Kamis, 21 Nov 2024 Pembacaan Alkitab, Yehezkiel 5-8 PERHIASAN ROHANI Mereka menghiasi dirinya dengan emas dan peraknya dan kepermaian perhiasan ini membawa mereka dalam kecongkakan. Yehezkiel 7:20a Kita mungkin bisa mengelabui pandangan orang dengan menghiasi diri dengan perhiasan jasmani, emas perak dan berdandan begitu rupa untuk mengelabui pandangan serta penilaian orang terhadap diri kita, tapi sesungguhnya keindahan sejati itu adalah yang dari dalam (inner beauty), yaitu keindahan rohani melalui karakter yang baik dan terpuji. Salah satu tanda perhiasan rohani itu adalah dengan memiliki kerendahan hati. Ada banyak janji Tuhan bagi orang yang hidup dengan kerendahan hati. Biarlah hal ini menjadi prioritas kita sebagai anak-anak Tuhan karena hidup dalam kerendahan hati akan membuat Tuhan berkenan lebih dari keindahan emas perak yang membawa pada kecongkakan Perhiasanmu janganlah secara lahiriah, yaitu dengan mengepang-ngepang rambut, memakai perhiasan emas atau dengan mengenakan pakaian yang indah-indah, tetapi perhiasanmu ialah manusia batiniah yang tersembunyi dengan perhiasan yang tidak binasa yang berasal dari roh yang lemah lembut dan tenteram, yang sangat berharga di mata Allah. (1 Petrus 3:3-4)
Rabu, 20 November 2024 Pembacaan Alkitab, Yehezkiel 1-4 MANIS SEPERTI MADU Lalu firman-Nya kepadaku: “Hai anak manusia, makanlah gulungan kitab yang Kuberikan ini kepadamu dan isilah perutmu dengan itu.” Lalu aku memakannya dan rasanya manis seperti madu dalam mulutku. Yehezkiel 3:3 Yehezkiel diminta memakan gulungan kitab yang dirasa dimulutnya begitu manis seperti madu. Ya, Firman Tuhan itu dirasakan begitu manis. Semua yang tertulis dalam Firman Tuhan mengandung janji, ajaran, tuntunan, nasehat, perintah, bahkan teguran, jika kita mau menerimanya, itu akan membuat hidup ini begitu manis. Kita perlu Firman Tuhan dalam hidup ini, sukailah Firman-Nya, bacalah, renungkanlah dan biarlah Firman itu seperti makanan yang disukai dan Nikmat, karena hal itulah yang akan membuat hidup yang begitu pahit dapat dirasakan menjadi manis seperti madu dan membuat hati kembali bergirang. Apabila aku bertemu dengan perkataan-perkataan-Mu, maka aku menikmatinya; firman-Mu itu menjadi kegirangan bagiku, dan menjadi kesukaan hatiku, sebab nama-Mu telah diserukan atasku, ya TUHAN, Allah semesta alam. (Yeremia 15:16)
Selasa, 19 Nov 2024 Pembacaan Alkitab, Wahyu 19-22 YANG AWAL DAN AKHIR *Aku adalah Alfa dan Omega, Yang Pertama dan Yang Terkemudian, Yang Awal dan Yang Akhir.”[Wahyu 22:13] Tuhan kita adalah Allah yang awal dan akhir, Dia Alfa dan Omega, Dia yang memulai dan yang akan menyelesaikan. Ini adalah sebuah kepastian, bahwa kita punya Allah yang menyertai kita senantiasa. Peganglah janji ini dengan iman yang teguh dalam kehidupan ini, untuk semua yang dihadapi, dalam sukacita ataupun dukacita, dalam kegirangan ataupun kesukaran. Saat kita memulai sesuatu bersama dengan Tuhan, tetaplah percaya, jangan mundur karena Tuhan akan menyertai hingga pada akhirnya, asalkan mata kita tetap tertuju pada Tuhan dan tetap berjalan bersama Dia. Akan hal ini aku yakin sepenuhnya, yaitu Ia, yang memulai pekerjaan yang baik di antara kamu, akan meneruskannya sampai pada akhirnya pada hari Kristus Yesus (Filipi 1:6)
Senin 18 Nov 2024 Pembacaan Alkitab: Wahyu 16 – 18 MENJAUHLAH DARI KESOMBONGAN ‘Dan pada dahinya tertulis suatu nama, suatu rahasia: ”Babel besar, ibu dari wanita-wanita pelacur dan dari kekejian bumi.” (Wahyu 17:5) Babel adalah lambang dari kesombongan, dan Tuhan sangat menentang dengan yang namanya kesombongan. Ada begitu banyak ayat-ayat didalam Alkitab yang mengingatkan setiap kita untuk jangan menjadi sombong. Salah satu tanda kesombongan adalah merasa diri paling kuat, paling benar, paling tinggi dari pada yang lain serta merendahkan yang lain. Dan kesombongan dapat membuat manusia tidak lagi menghormati Tuhan, tapi mencari kemuliaan diri sendiri. Kesombongan Babel adalah karakter dari iblis, si pemberontak yang jatuh dari surga dan mempunyai roh kesombongan. Roh kesombongan dapat masuk kepada siapa saja termasuk kepada orang Kristen. Mungkin ini tidak disadari ketika menikmati sedikit demi sedikit sanjungan atau pujian dari orang lain. Sampai hal itu masuk dan menguasai hati serta pikiran. Jika ini terjadi, maka orang tersebut akan sukar untuk menerima nasehat atau pendapat orang lain karena merasa dirinya paling mampu dan benar. Orang sombong sukar untuk diajak bekerja sama dalam satu tim, dia merasa tak nyaman jika ada orang lain lebih dari pada dirinya. Kita perlu waspada dan berjaga-jaga dalam kehidupan ini, termasuk didalam pelayanan para hamba Tuhan. Kita harus menjauh dari kesombongan sebab kesombongan membawa kepada kehancuran seperti Babel dihancurkan. Perhatikanlah padi, semakin berisi maka padi akan menunduk. Jadilah seperti Tuhan Yesus, yang telah datang ke dunia mengambil rupa seorang hamba untuk melayani didalam kasih. Ingatlah bahwa segala sesuatu itu berasal dari Tuhan, dan biarlah segala kemuliaan hanya bagi Tuhan.