Selasa, 6 Agustus 2024 Pembacaan Alkitab, 2 Raja-raja 23-25 JADILAH TELADAN Ia melakukan apa yang jahat di mata TUHAN tepat seperti yang dilakukan ayahnya [2 Raja-raja 24:9] Yoyakhin menjadi raja di Yehuda menggantikan ayahnya, Yoyakim. Ayahnya melakukan yang jahat, Yoyakhin pun mengikuti melakukan hal yang jahat juga seperti ayahnya tepat seperti pepatah, buah jatuh tidak jauh dari pohonnya Ada banyak Orang tua melakukan yang jahat namun mengharapkan anaknya lakukan yang baik. Orang tua tidak berdoa tapi menyuruh anak-anak berdoa. Orang tua tidak ke gereja tapi harapkan anak-anak ke gereja Betapa hari-hari ini terjadi perpecahan dalam keluarga karena tidak melihat orang tua berfungsi dengan benar. Kondisi ini akan membuat hati banyak anak menjadi luka dan pahit sehingga mengakibatkan adanya tindakan atau perbuatan tidak terpuji bahkan kejahatan dan dosa Jadilah teladan bagi orang-orang muda secara jasmani maupun orang-orang muda secara rohani, agar mereka dapat menemukan Kasih Bapa & melakukan hal yang benar dimata Tuhan. Kiranya ada mezbah keluarga yang dibangun dalam setiap keluarga untuk menghadirkan hadirat Allah yang membawa kedamaian, kebahagiaan dan sukacita sorga
Senin, 5 Agustus 2024 Pembacaan Alkitab, 2 Raja-raja 20-22 KETIKA DOA SUDAH DIJAWAB Hizkia bersukacita atas kedatangan mereka, lalu diperlihatkannyalah kepada mereka segenap gedung harta bendanya, emas dan perak, rempah-rempah dan minyak yang berharga, gedung persenjataannya dan segala yang terdapat dalam perbendaharaannya. Tidak ada barang yang tidak diperlihatkan Hizkia kepada mereka di istananya dan di seluruh daerah kekuasaannya [2 Raja 20:13] Belajar dari Hizkia yang semula sakit hampir mati tapi disembuhkan Tuhan. Hizkia terlalu gembira sehingga dia melakukan apa yang seharusnya tidak dilakukan yaitu memamerkan segala harta benda, kekuasaannya & hartanya. Akibat perbuatan Hizkia, maka semua yang menjadi miliknya diambil dari padanya Berhati-hatilah saat doa sudah dijawab apakah kegairahan berdoa, mencari wajah Tuhan masih sama seperti saat doa belum dijawab. Jangan anggap remeh sebuah jawaban doa karena pasti ada maksud Tuhan dengan memberikan jawaban atas setiap doa kita Sangat banyak didapati orang-orang yang saat doa-doa sudah dijawab, perlahan tapi pasti mulai berkurang fokus pada Tuhan dan kembali berfokus pada diri sendiri. Seharusnya saat doa-doa sudah dijawab justru semakin fokus pada Tuhan, semakin merendahkan diri dan semakin mengasihi Tuhan Biarlah, kasih dan kegairahan kita akan Tuhan tidak berubah. Harus tetap sama, tetap kuat dan tidak berkurang baik saat doa dijawab ataupun tidak
Minggu, 4 Agustus 2024 Pembacaan Alkitab, 2 Raja-raja : 17-19 PEKA DENGAR SUARA TUHAN TUHAN telah memperingatkan kepada orang Israel dan kepada orang Yehuda dengan perantaraan semua nabi dan semua tukang tilik: “Berbaliklah kamu dari pada jalan-jalanmu yang jahat itu dan tetaplah ikuti segala perintah dan ketetapan-Ku, sesuai dengan segala undang-undang yang telah Kuperintahkan kepada nenek moyangmu dan yang telah Kusampaikan kepada mereka dengan perantaraan hamba-hamba-Ku, para nabi.” 2 Raja-raja 17:13 Dalam perjanjian lama, seringkali Tuhan berbicara dengan perantaraan para Nabi. Pesan Tuhan ini berupa teguran, peringatan, tuntunan, arahan, ketetapan yang harus dilakukan dengan taat dan setia. Sekarang, Tuhan berbicara kepada kita dengan berbagai cara. Melalui khotbah yang kita dengar, melalui Firman yang kita baca dan renungkan, atau juga melalui pemimpin rohani, orang tua atau saudara seiman atau juga melalui mimpi dan penglihatan. Bagi beberapa orang dengan karunia bisa mendengar suara Tuhan langsung ditelinga mereka. Adakah kita mengerti dan peka bahwa itu adalah suara Tuhan? Penting untuk bisa mendengar suara Tuhan supaya tidak salah langkah, tidak jatuh dalam dosa, tidak salah mengambil Keputusan. Bagaimana caranya ? Semakin dekatlah denganNya, semakin sering diam di kakiNya, tetapkan waktu khusus untuk setia membaca & Merenungkan FirmanNya Menjadi pekalah dengan suara Tuhan dan taatilah, niscaya kita akan diluputkan dari celaka sehingga dapat nikmati segala yang baik yang disediakan-Nya
Sabtu, 3 Agustus 2024 Pembacaan Alkitab, 2 Raja 14 – 16 LAKUKAN APA YANG BENAR ”Ia berumur enam belas tahun pada waktu ia menjadi raja dan lima puluh dua tahun lamanya ia memerintah di Yerusalem. Nama ibunya ialah Yekholya, dari Yerusalem. Ia melakukan apa yang benar di mata Tuhan, tepat seperti yang dilakukan Amazia, ayahnya.” [2 Raja-Raja 15:2-3] Seorang muda bernama Azarya berumur enam belas tahun menjadi seorang Raja Yehuda dan lima puluh dua tahun lamanya ia menjadi raja atas Yehuda. Azarya hidup melakukan apa yang benar di hadapan Tuhan seperti yang dilakukan oleh Amazia, ayahnya. Hanya saja oleh karena banyaknya bukit-bukit pengorbanan yang tidak dijauhkan sehingga bangsa Israel (kaum Yehuda) masih banyak melakukan persembahan kepada berhala, hal ini menimbulkan murka Tuhan. Azarya terkena tulah dan ia menderita penyakit kusta sampai hari kematiannya (2 Raja 15:4-5). Sekalipun Azharya tidak melakukan dosa namun ia membiarkan bangsanya melakukan dosa, maka hal ini dapat menimbulkan akibat yang sangat Fatal. Seperti Azarya melakukan apa yang benar di mata Tuhan ternyata belumlah cukup, karena masih ada hal-hal yang seharusnya tidak boleh dibiarkan (dosa). Sebuah peringatan bagi hidup kita agar tidak kompromi dan tidak memberikan ruang serta kesempatan kepada dosa apapun yang masuk. Ingat bahwa “Sedikit ragi sudah mengkhamirkan seluruh adonan.” (Galatia 5:9)
Jumat, 2 Agustus 2024 Pembacaan Alkitab, 2 Raja 11 – 13 TERUS BELAJAR DAN MAU DIAJAR “Yoas melakukan apa yang benar di mata Tuhan seumur hidupnya, selama imam Yoyada mengajar dia.” 2 Raja-Raja 12:2 Salah satu yang tercatat mengenai kehidupan Yoas raja Yehuda adalah upayanya dalam memperbaiki Bait Allah. 40 tahun ia memerintah sebagai raja Yehuda, Yoas melakukan apa yang benar di mata Tuhan seumur hidupnya dan selama imam Yoyada mengajar dia; artinya Yoas hidup dalam pengajaran sesuai dengan hukum hukum musa dan ajaran kitab suci. Hidupnya dituntun oleh Firman Tuhan lewat setiap ajaran Firman Tuhan melalui imam Yoyada. Berapa banyak dari kita yang sering kali merasa bahwa kita sudah cukup pengalaman, sudah cukup mengerti, seperti kita tidak perlu lagi belajar atau bahkan menjadi tidak senang untuk menerima nasehat !. Ingatlah bahwa selama kita hidup kita perlu terus untuk belajar dan diajar, bahkan kisah Yoas seorang raja yang memerintah selama 40 tahun dalam melakukan apa yang ia lakukan, sebab ia tetap mau belajar dan diajar oleh iman Yoyada. Mari kita terus untuk mau diajar dan belajar mengenai Firman Tuhan, membacanya setiap hari, mendengarkan pesan-pesan melalui para hamba-hamba Tuhan; sehingga iman kita akan terus dibangun dan hidup kita dapat memberikan dampak yang baik bagi banyak orang Teruslah bertumbuh dan teruslah dipenuhi oleh terang kebenaran Firman Tuhan
Kamis, 1 Agustus 2024 Pembacaan Alkitab: 2 Raja 8 – 10 TUHAN ingat akan Janji-Nya ”Namun demikian, Tuhan tidak mau memusnahkan Yehuda oleh karena Daud, hamba-Nya, sesuai dengan yang dijanjikan-Nya kepada Daud, bahwa Ia hendak memberikan keturunan kepadanya dan kepada anak-anaknya untuk selama-lamanya.” 2 Raja-raja 8:19 Yoram raja Yehuda tidak hidup mengikuti perintah Tuhan, dikatakan bahwa “ia hidup menurut kelakukan raja-raja Israel seperti yang dilakukan oleh keluarga Ahab, sebab yang menjadi isterinya adalah anak Ahab”. Betapa hal ini membuat Tuhan menjadi marah, padahal ayahnya raja Yosafat dan Kakeknya raja Asa, dicatat sebagai orang yang mengikuti perintah Tuhan sebagaimana Daud bapa leluhurnya. Tetapi perhatikan bahwa Tuhan adalah pemegang janji yang setia, Ia tetap melakukan seperti apa yang dijanjikannya kepada Daud. Tentunya Yoram raja Yehuda tetap menerima akibat dari perbuatannya selama ia hidup dimana salah satunya adalah Edom memberontak dan menimbulkan masalah, bahkan tidak ada hal yang terlalu berarti dari kehidupan raja Yoram, namun Tuhan tetap memenuhi janjiNya kepada Daud. Tuhan setia kepada kita, Ia mau kita hidup dalam berkat dan anugerahNya. Tetapi apakah kita mau belajar untuk setia juga?, dalam banyak perkara Tuhan sabar atas setiap kita. Ia memberikan kesempatan kepada kita, mari ingat apa yang telah kita janjikan kepada Tuhan dan mulailah melakukannya dengan setia
Rabu, 31 Juli 2024 Pembacaan Alkitab: 2 Raja-Raja 4–7 “PEMELIHARAAN TUHAN DI TENGAH BENCANA” Tetapi pelayannya itu berkata: “Bagaimanakah aku dapat menghidangkan ini di depan seratus orang?” Jawabnya: “Berikanlah kepada orang-orang itu, supaya mereka makan, sebab beginilah firman TUHAN: Orang akan makan, bahkan akan ada sisanya.” Lalu dihidangkannyalah di depan mereka, maka makanlah mereka dan ada sisanya, sesuai dengan firman TUHAN. (2 Raja 4:43-44) Pada waktu nabi Elisa berada di Gilgal, ia bertemu dengan rombongan nabi Tuhan. Sayangnya, di tempat itu sedang terjadi bencana kelaparan. Seseorang memberikan kepadanya dua puluh potong roti jelai dan sekantung gandum sebagai buah sulung. Roti jelai adalah barang yang yang sangat berharga di masa kelaparan itu. Makanan sebanyak itu hanya cukup untuk Elisa seorang. Tetapi karena Elisa sedang bersama-sama dengan rombongan nabi, maka ia memerintahkan makanan itu untuk juga dibagikan kepada mereka. Ada seratus orang yang bersama Elisa. Adalah hal yang tidak mungkin untuk mengenyangkan perut seratus orang hanya dengan sedikit makanan. Maka si pelayan pun mengajukan protes. Tetapi Elisa tetap mengulang perintahnya, ia juga menyampaikan firman Tuhan bahwa mereka akan makan, bahkan masih ada sisanya. Dan terjadilah seperti apa yang difirmankan Tuhan. Elisa memang tidak mengadakan mujizat melipatgandakan roti dan memberi makan lima ribu dan empat ribu orang seperti yang dilakukan Tuhan Yesus, ia hanya menyampaikan firman-Nya. Tetapi Tuhan membuat hal serupa terjadi pada waktu roti itu dibagikan, tidak habis-habisnya sampai seratus orang mendapat makan, bahkan masih ada sisanya. Di saat semua orang mengalami kesulitan untuk mencari makan pun, kita tetap akan dipelihara-Nya, kita akan makan sampai kenyang, bahkan mengalami kelimpahan. Ingatlah janji pemeliharaan Tuhan bagi kita yang mengasihi Dia.
Selasa, 30 Juli 2024 Pembacaan Alkitab: 2 Raja-Raja 1–3 “BELAS KASIH TUHAN BAGI UMAT-NYA” Kemudian berkatalah ia: “Beginilah firman TUHAN: Biarlah di lembah ini dibuat parit-parit, sebab beginilah firman TUHAN: Kamu tidak akan mendapat angin dan hujan, namun lembah ini akan penuh dengan air, sehingga kamu serta ternak sembelihan dan hewan pengangkut dapat minum. (2 Raja 3:16-17) Suatu saat Yoram–raja Israel, Yosafat–raja Yehuda, dan raja Edom bersekutu untuk melawan bangsa Moab. Waktu pasukan ketiga kerajaan ini menempuh perjalanan berperang, ternyata di tengah perjalanan padang gurun Edom mereka kehabisan air. Setelah berkeliling tujuh hari perjalanan pun mereka tidak menemukan air. Maka berpikirlah mereka bahwa mereka akan kalah berperang dan mati dalam kehausan. Tetapi ada seorang yang ingat akan Elisa, maka berangkatlah raja menghadap nabi Elisa. Lalu melalui Elisa, Tuhan berjanji bahwa Ia akan memberikan mereka air, dan bukan hanya itu, Tuhan juga akan menyerahkan bangsa Edom ke tangan mereka. Keesokan harinya ketika umat Tuhan mempersembahkan korban, datanglah dengan tiba-tiba air dari arah Edom, lalu penuhlah tanah di mana mereka berada itu dengan air. Keesokan pagi berikutnya Tuhan membuat bangsa Edom dikalahkan. Tuhan tidak pernah melepaskan janji-Nya. Sekalipun raja-raja Israel dan Yehuda sering kali melakukan kesalahan dan pelanggaran yang mendukakan hati Tuhan, tetapi Tuhan tetap memiliki belas kasih bagi umat-Nya. Tuhan tidak membiarkan mereka mati di padang gurun ataupun menyerahkan mereka ke tangan musuh. Sebaliknya Tuhan memberikan air bagi umat-Nya, bahkan menyerahkan musuh ke tangan mereka. Belas kasihan Tuhan melampaui kesalahan umat-Nya, belas kasihan-Nya itulah yang memelihara dan membebaskan umat tebusan-Nya. Jangan pernah melupakan janji-janji Tuhan dalam hidup kita.