Sabtu, 3 Februari 2023 Pembacaan Alkitab: Mazmur 105-108 “UCAPAN SYUKUR ORANG YANG DITEBUS” “Bersyukurlah kepada TUHAN, sebab Ia baik! Bahwasanya untuk selama-lamanya kasih setia-Nya. Biarlah itu dikatakan orang-orang yang ditebus TUHAN, yang ditebus-Nya dari kuasa yang menyesakkan, yang dikumpulkan-Nya dari negeri-negeri, dari timur dan dari barat, dari utara dan dari selatan.” (Mazmur 107:1-3) Sebagai orang percaya yang setia sudah seharusnya bersyukur kepada Tuhan dalam setiap waktu. Tidak peduli situasi yang sedang kita hadapi, kita harus yakin dan percaya pada janji-Nya: bahwa ia akan selalu menyertai kita dan bahwa Allah mampu membebaskan kita dari segala kesesakan yang menghimpit jiwa kita. Kata bersyukurlah ini adalah kata perintah. Kita harus bersyukur sebab kita telah mengalami segala kebaikan Tuhan yang disediakan-Nya bagi kita. Kebaikan Tuhan dicurahkan kepada kita atas dasar kasih setia-Nya bagi kita. Allah yang telah mengikat perjanjian dengan kita adalah Allah yang setia, Ia teguh pada perjanjian yang diadakan bagi umat-Nya. Ini adalah perjanjian kasih yang berlaku untuk selama-lamanya. Sebagai orang yang dulunya menjadi budak dosa, & sekarang telah ditebus oleh Tuhan, kita ini seumpama seorang anak yang diperbudak orang jahat, tetapi kemudian dilepaskan dari perbudakan itu sebab ada seorang dari keluarga yang menebus kita dengan uang tebusan. Artinya Sang Penebus kita itu seperti keluarga sendiri, memiliki hubungan yang dekat, dan kenyataannya memang benar demikian, sebab Allah adalah Bapa yang mengasihi kita. Sudah selayaknya kita menyampaikan ucapan syukur dalam bentuk nyanyian terbaik dan penyembahan yang tulus kepada-Nya. Sebagai umat Tuhan kita juga dipanggil untuk menceritakan kebaikan Nya bagi kita itu kepada dunia, kepada jiwa-jiwa yang masih tertawan dalam kegelapan oleh kuasa dosa. Biarlah mereka juga mendengar janji-janji Tuhan, menjadi percaya, dan mengalami penebusan seperti kita.
Jumat, 2 Februari 2023 Pembacaan Alkitab: Mazmur 101-104 JIWA YANG MEMUJI TUHAN “Pujilah TUHAN, hai jiwaku, dan janganlah lupakan segala kebaikan-Nya! Dia yang mengampuni segala kesalahanmu, yang menyembuhkan segala penyakitmu, Dia yang menebus hidupmu dari lobang kubur, yang memahkotai engkau dengan kasih setia dan rahmat.” (Mazmur 103:2-4) Di saat sedang sendiri dalam keheningan, kadang kita bisa merenung dan bercakap-cakap dengan diri kita sendiri, dengan jiwa kita sendiri. Satu hal yang harus selalu diingat dan tertanam hingga pada kedalaman jiwa kita yaitu betapa besar kebaikan Tuhan. Maka dari itu, dalam segala perkara yang terjadi di dalam kehidupan kita, entah saat sedang mengalami sukacita yang besar, atau pun saat sedang mengalami kesedihan, biarlah jiwa kita mengingat segala kebaikan Tuhan itu. Kebaikan-Nya yang tiada berkesudahan, tercurah atas roh, tubuh, dan jiwa kita; senantiasa menyertai di setiap musim dalam kehidupan kita. Semua kebaikan Tuhan yang mengalir bagaikan aliran sungai yang menyegarkan jiwa kita, itulah yang harus diingat, itulah yang harus dipuji-puji dalam setiap perenungan dan saat doa serta penyembahan kita. Janganlah mengeluh atas penderitaan yang kita alami di hari-hari ini, jangan pula takut akan hari esok yang belum kita hadapi, sebab kalau Tuhan telah berulang kali menolong kita di waktu yang lalu, maka di masa yang mendatang pertolongan-Nya juga tetap tersedia bagi kita. Bukankah oleh karena kasih Allah yang luar biasa besar kepada setiap pribadi kita, maka Ia mengutus Anak-Nya, Tuhan Yesus Kristus untuk menebus diri kita dari segala dosa dengan darah-Nya yang kudus, sehingga kita memperoleh pengampunan dan pembenaran? Oleh karena itu biarlah jiwa kita memuji-Nya! Hanya oleh kebaikan Allah saja kita dilayakkan di hadapan-Nya dan dilimpahi dengan aliran-aliran kasih setia, rahmat, dan kemurahan. Oleh karena itu biarlah jiwa kita terus memuji-Nya untuk selamanya!
Kamis, 1 Februari 2024 Pembacaan Alkitab; Mazmur 97-100 PENGAMPUNAN DAN PEMBALASAN “TUHAN, Allah kami, Engkau telah menjawab mereka, Engkau Allah yang mengampuni bagi mereka, tetapi yang membalas perbuatan-perbuatan mereka.” (Mazmur 99:8) Tuhan adalah Allah yang membalas dosa yang dilakukan oleh manusia dan kejahatan yang disimpan dalam hatinya. Pembalasan Tuhan tidak main-main, Ia bisa menghancurkan, menghukum dengan memberikan penderitaan, bahkan dalam murka-Nya, Ia juga bisa memusnahkan pendosa yang melawan-Nya. Tetapi Tuhan juga Allah yang Maha Pengampun. Tuhan mau mengampuni orang yang mau mengakui dosanya dan sungguh-sungguh mau berbalik kepada-Nya. Musa, Harun, dan Samuel adalah para abdi Tuhan. Mereka adalah orang yang baik, tetapi bukan berarti mereka hidup tanpa dosa, sebagai manusia mereka juga melakukan kesalahan dalam hidupnya. Mereka harus bertanggung jawab atas kesalahan itu. Hal yang sama juga berlaku atas umat Israel yang dipimpin oleh para hamba Tuhan itu. Bangsa Israel adalah milik kesayangan Tuhan, tetapi mereka sering melanggar peraturan dan hukum Tuhan. Mereka membutuhkan kasih karunia, pengampunan, dan belas kasihan-Nya. Ketika mereka berseru kepada Tuhan, maka Ia memberikannya jawaban kepada mereka: pertama, Tuhan menganugerahkan pengampunan besar atas dosa dan kesalahan mereka, kedua, Tuhan tetap membalas perbuatan mereka. Mengapa setelah diampuni masih ada pembalasan? Pembalasan yang dimaksud adalah hajaran seorang Bapa sebagai hukuman pendisiplinan kepada anak-anak-Nya, bukan hukuman pemusnahan. Jadi mereka masih bisa hidup setelah melakukan kesalahan, tetapi dampak akibat dosanya mereka tetap harus tanggung. Pengampunan dan pembalasan Tuhan bagi umat-Nya bertujuan untuk mendidik, agar mereka selalu menaruh hormat kepada-Nya, dan tidak berani lagi melakukan dosa
Rabu, 31 Januari 2024 Pembacaan Alkitab, Mazmur 93-96 MENGHIDUPI RENCANA TUHAN TUHAN mengetahui rancangan-rancangan manusia; sesungguhnya semuanya sia-sia belaka. (Mazmur 94:11) Setiap manusia memiliki perencanaan hidupnya masing-masing, ada yang berhasil, ada juga yang gagal. Pepatah menuliskan bahwa “if you fail to plan, you plan to fail.” Seringkali kita mungkin merasa tahu apa yang terbaik untuk diri kita sendiri, namun Tuhan, yang mengetahui dengan sempurna, mungkin memiliki rencana yang jauh lebih indah dan bermakna. Seiring kita menempuh perjalanan hidup ini, mungkin ada masa-masa ketika kita merasa bingung, kecewa, atau tidak mengerti arah yang diambil. Ayat ini mengingatkan kita untuk tidak bersandar pada pemikiran manusia yang terbatas, tetapi untuk mencari Tuhan dalam doa, Firman dan petunjuk-Nya. Hidup dalam rencana Tuhan membutuhkan ketekunan dan kepercayaan kita kepada-Nya, bahkan ketika segala sesuatu terasa tidak pasti. Dalam kesetiaan kita kepada rencana Tuhan, mungkin kita akan menemui tantangan, ujian, dan pertentangan. Namun, dengan percaya bahwa pikiran-Nya jauh lebih tinggi dari pikiran kita. Kita dapat menjalani setiap situasi dengan keyakinan bahwa Tuhan memiliki tujuan yang baik dan rencana yang sempurna untuk hidup kita. Hiduplah dalam rencana Tuhan, bukan rencana kita pribadi! Rencana manusia tidak selalu mendatangkan kebaikan bagi hidup kita, tetapi rencana Tuhan pasti mendatangkan kebaikan dan masa depan yang penuh harapan bagi kita.
Selasa, 30 Januari 2024 Pembacaan Alkitab, Mazmur 89-92 BIJAK MENGGUNAKAN WAKTU Ajarlah kami menghitung hari-hari kami sedemikian, hingga kami beroleh hati yang bijaksana. (Mazmur 90:12) Manusia hidup dalam batasan waktu. Firman Tuhan mengingatkan kita bahwa hidup di dunia ini tidak abadi. Kita memiliki periode yang terbatas untuk mencapai tujuan, mewujudkan impian, dan berkontribusi bagi dunia. Kesadaran akan keterbatasan ini dapat menjadi pemicu untuk memprioritaskan tindakan yang membawa arti bagi hidup kita. Menghitung hari-hari kita merupakan sebuah dorongan untuk merenung tentang bagaimana kita menghabiskan waktu kita. Adakah kita menghargai setiap kesempatan? Apakah tindakan dan keputusan kita memberikan nilai tambah pada kehidupan kita dan kehidupan orang lain? Apakah sampai sejauh ini kita sudah hidup sesuai keinginan Tuhan? Marilah kita menjadi orang yang bijaksana. Jadilah orang yang peka dan berani mengambil keputusan dalam hidup ini, menikmati dan menggunakan waktu yang kita miliki untuk melakukan kehendak-Nya. Jangan biarkan waktu yang kita jalani hilang begitu saja, tetapi pergunakanlah waktu yang ada untuk hidup memuliakan Tuhan. Hargailah waktu yang Tuhan berikan kepada kita sebagai kesempatan untuk memuliakan nama-Nya.
Senin, 29 Januari 2024 Pembacaan Alkitab: Mazmur 85 – 88 BERSERU PADA MASA KESESAKAN Pada hari kesesakanku aku berseru kepada-Mu, sebab Engkau menjawab aku (Mazmur 86:7) Kehidupan yang kita jalani tidak selalu berjalan dengan mulus, ada saatnya kita diperhadapkan dengan sebuah masalah yang terkadang membuat hidup kita ingin menyerah. Masalah tersebut dapat menghancurkan mental dan spiritual kita. Dalam kondisi seperti ini kita tidak boleh menyerah, justru sebaliknya, kita harus berseru kepada Tuhan. Dalam kelemahan kita, Tuhan mengundang kita untuk datang kepada-Nya dengan hati yang tulus. Berseru kepada Tuhan dalam masa kesesakan adalah bentuk pertukaran yang indah. Kita melepaskan beban dan kecemasan kita, dan Tuhan memberikan jawaban-Nya. Saat seperti ini menunjukkan bahwa, di tengah-tengah kesesakan, kita tidak sendirian. Tuhan hadir untuk mendengarkan dan bertindak sebagai pelindung dan penolong kita. Mari kita merenungkan apakah kita dalam kesesakan atau kesulitan, benar-benar merespon panggilan untuk berseru kepada Tuhan? Mari percaya bahwa Dia akan menjawab dan menguatkan kita melalui setiap perjalanan hidup yang penuh tantangan. Tuhan adalah jawaban dari setiap persoalan hidup kita! Dalam setiap kesesakan, berserulah kepada Tuhan, karena doamu adalah benang kehidupan yang menghubungkan hatimu dengan hati Tuhan.
Minggu, 28 Januari 2024 Pembacaan Alkitab; Mazmur 82 – 84 PEMIMPIN HARUS BERTINDAK ADIL “Mazmur Asaf. Allah berdiri dalam sidang ilahi, di antara para allah Ia menghakimi” (Mazmur 82:1) Pesan dari ayat ini dapat diartikan sebagai panggilan kepada para pemimpin untuk selalu bertindak adil dan memberikan keputusan yang benar, sambil mengingat bahwa Allah sendiri berdiri di antara jemaat-Nya yang akan terus mengawasi kita. Kata “allah” merujuk kepada “hakim atau orang-orang yang memiliki posisi yang berkuasa dan punya kewenangan untuk memerintah.” Penggunaan kata “allah” kepada manusia bukan berarti kita diakui sebagai ‘allah atau pengganti tuhan”, tapi merupakan istilah yang dipakai untuk menggambarkan posisi atau kedudukan yang lebih tinggi dari orang-orang pada umumnya. Contohnya adalah Musa, dipakai sebagai utusan Allah, dan diberikan kewenangan untuk menyampaikan Firman Tuhan atau Presiden kita yang dipercayakan untuk memimpin negara ini. Maksud dari firman Tuhan ini adalah, kepada siapapun yang dipercayakan kedudukan yang tinggi didalam organisasi atau pemerintahan, haruslah dapat mempergunakan hak istimewanya dengan baik, bijaksana dan bertanggung jawab. Tidak disalah gunakan. Sebagai orang Kristen & warga negara yang baik, kita diajarkan untuk mendoakan para pemimpin kita supaya mereka aman dalam perlndungan Tuhan, diberikan kekuatan dan kesehatan dan tetap berjalan dalam tuntunan Tuhan. Supaya setiap langkah dan keputusan yang mereka kerjakan, sesuai dengan kehendak Allah. Karena setiap hal yang mereka kerjakan bertujuan untuk membawa kebaikan bagi kita sebagai warga negara maupun sebagai jemaat Allah.
Sabtu, 27 Januari 2024 Pembacaan Alkitab; Mazmur 79 – 81 DENGARKANLAH SUARA TUHAN Sekiranya Israel hidup menurut jalan yang Kutunjukkan! Seketika itu juga musuh mereka Aku tundukkan, dan terhadap para lawan mereka Aku balikkan tangan-Ku. (Mazmur 81:14-15) Tuhan memberi peringatan kepada bangsa Israel yang telah berpaling dari-Nya dan menyembah berhala. Allah menyatakan bahwa jika mereka kembali kepada-Nya dan mengikuti hukum-Nya, Dia akan memberikan kemenangan dan perlindungan. Namun, jika mereka tetap berpaling & tetap melakukan apa yang keji di mata Tuhan yaitu dengan menyembah allah lain selain Tuhan, konsekuensi yang mereka terima adalah hukuman yang keras. Dalam perjanjian Lama kita bisa melihat kisah penyertaan Allah bagi umat Israel. Namun, meskipun sudah mengalami segala kebaikan Tuhan, mereka masih ragu dan kurang percaya kepada Tuhan. Tidak heran Israel disebut sebagai bangsa yang tegar tengkuk. Kebaikan Tuhan sudah mereka alami namun mereka masih tetap tidak setia dan melakukan apa yang jahat di mata Tuhan. Peristiwa bangsa Israel yang terjadi di masa itu menjadi pelajaran bagi kita saat ini. Saat kita mengikut dan melayani Tuhan, kita seharusnya hidup menurut jalan-jalan yang ditunjukkan-Nya. Agar kita dapat mengikuti jalan-jalan Nya maka kita harus Mendengarkan Suara Tuhan Firman Tuhan mengatakan: “Dengarlah hai umat-Ku, Aku hendak memberi peringatan kepadamu; …” (Maz.81:9a) jika kita ingin berjalan sesuai dengan kehendak Tuhan, maka kita harus mau mendengarkan apa yang Tuhan sampaikan, melalui firman-Nya: apa yang ditulis dalam firman Tuhan begitu jelas, semua hukum & ketetapan-Nya serta semua arahan sebagai petunjuk bagi kita. Selain melalui firman Tuhan, Tuhan juga bisa berbicara lewat para pemimpin rohani kita. Jadi ketika kita diberi arahan dan bimbingan dari pemimpin kita, itu semua adalah bagian dari cara Tuhan untuk menuntun dan membimbing kita supaya kita hidup sesuai kehendak-Nya sehingga kita bisa mengalami kemenangan dan apa yang Tuhan telah janjikan pada kita tergenapi dalam hidup kita.