Jumat, 22 Maret 2024 Pembacaan Alkitab; Keluaran 16-18 “Kerjasama yang Menghasilkan Kemenangan” Maka penatlah tangan Musa, sebab itu mereka mengambil sebuah batu, diletakkanlah di bawahnya, supaya ia duduk di atasnya; Harun dan Hur menopang kedua belah tangannya, seorang di sisi yang satu, seorang di sisi yang lain, sehingga tangannya tidak bergerak sampai matahari terbenam. Demikianlah Yosua mengalahkan Amalek dan rakyatnya dengan mata pedang. (Keluaran 17:12-13) Dalam Pertempuran bangsa Israel melawan Amalek. Kemenangan yang diraih bukan hanya karena kekuatan Musa, tetapi juga melalui dukungan dan kerja sama. Musa, seorang pemimpin bangsa Israel, menjadi lelah karena harus menaikan tangannya. Sama seperti Musa kita pun memiliki keterbatasan. Kita tidak bisa melakukan semuanya sendirian. Harun dan Hur dengan sigap membantu Musa dengan menopang tangannya. Hal Ini menunjukkan pentingnya saling membantu dan bekerja sama untuk mencapai tujuan bersama. Musa berdoa dengan mengangkat tangan, melambangkan doa dan penyerahan kepada Tuhan. Sementara Yosua memimpin peperangan. Setiap orang memiliki peran dan fungsinya masing-masing. Kemenangan atas Amalek diraih bukan hanya dengan kekuatan senjata, tetapi juga dengan pertolongan Tuhan melalui doa Musa. Kemenangan sejati yang berasal dari Allah. Sadarilah bahwa kita memiliki keterbatasan. Jangan ragu untuk meminta bantuan orang lain. Mari saling membantu dan mendukung satu sama lain, terutama di saat-saat sulit. Gunakan talenta serta kemampuan yang kita miliki untuk melayani Tuhan dan sesama. Andalkanlah Tuhan dalam segala hal yang kita lakukan.
Kamis, 21 Maret 2024 Pembacaan Alkitab; Keluaran 13-15 “Perlindungan Tuhan” Kemudian bergeraklah Malaikat Allah, yang tadinya berjalan di depan tentara Israel, lalu berjalan di belakang mereka; dan tiang awan itu bergerak dari depan mereka, lalu berdiri di belakang mereka. Demikianlah tiang itu berdiri di antara tentara orang Mesir dan tentara orang Israel; dan oleh karena awan itu menimbulkan kegelapan, maka malam itu lewat, sehingga yang satu tidak dapat mendekati yang lain, semalam-malaman itu. (Keluaran 14:19-20) Pergerakan tiang awan yang dahulunya memimpin bangsa Israel di depan, kini berpindah ke belakang mereka. Meskipun tiang awan berpindah, Tuhan tidak meninggalkan umat-Nya. Dia tetap melindungi mereka dengan menjadi penghalang antara mereka dengan tentara Mesir. Perpindahan tiang awan mungkin membingungkan bangsa Israel. Terkadang Tuhan bekerja dengan cara yang tidak kita mengerti, namun kita bisa percaya bahwa Dia memiliki rencana yang terbaik. Awan itu menjadi terang bagi bangsa Israel, namun menjadi gelap bagi tentara Mesir. Tuhan memberikan terang dan jalan kepada umat-Nya, namun menghalangi musuh mereka. Kegelapan yang ditimbulkan oleh awan memisahkan kedua bangsa dan mencegah peperangan terjadi pada malam itu. Ada saatnya untuk bertempur dan ada saatnya untuk menunggu waktu Tuhan. Meskipun kita tidak selalu mengerti jalan Tuhan, percayalah bahwa Dia selalu memimpin dan melindungi kita. Tetaplah dekat dengan Tuhan sehingga kita bisa merasakan kasih dan pimpinan-Nya. Percayalah bahwa Tuhan memiliki rencana yang indah, meskipun saat ini kita belum melihatnya. Sebab ada saatnya untuk bertindak dan ada saatnya untuk berdiam diri dan berserah kepada Tuhan.Tetaplah Percaya akan Janji Tuhan
Rabu, 20 Maret 2024 Pembacaan Alkitab; Keluaran 9-12 Peringatan dan Perayaan Hari ini akan menjadi hari peringatan bagimu. Kamu harus merayakannya sebagai hari raya bagi TUHAN turun-temurun. Kamu harus merayakannya sebagai ketetapan untuk selamanya. (Keluaran 12:14) Ayat ini menandakan penetapan hari raya Paskah sebagai hari peringatan bagi bangsa Israel. Peristiwa pembebasan dari perbudakan di Mesir melalui peristiwa 10 tulah dan penebusan darah anak domba menjadi momen penting yang tak boleh terlupakan. Perayaan Paskah menjadi simbol ketaatan dan rasa syukur atas kuasa dan kasih Allah yang menyelamatkan. Sebagai orang percaya, Paskah bukan hanya peristiwa sejarah, tetapi juga memiliki makna spiritual yang mendalam. Kematian dan kebangkitan Yesus Kristus melambangkan pembebasan kita dari perbudakan dosa dan maut. Darah Yesus yang tercurah menjadi penebusan dosa dan membuka jalan keselamatan bagi semua orang. Perayaan Paskah bukan hanya ritual tahunan, tetapi merupakan komitmen dan ketetapan untuk hidup dalam ketaatan kepada Allah. Kita diingatkan untuk terus merenungkan kasih dan pengorbanan Yesus, serta menjalani hidup sesuai dengan nilai-nilai Kristiani.
Selasa, 19 Maret 2024 Pembacaan Alkitab; Keluaran 5 – 8 TUHAN YANG MEMAMPUKAN Tetapi Musa berkata di hadapan TUHAN: “Bukankah aku ini seorang yang tidak petah lidahnya, bagaimanakah mungkin Firaun akan mendengarkan aku?” Keluaran 6:30 Musa meragukan dan tidak percaya terhadap kemampuannya untuk berbicara dengan baik di hadapan Firaun. Meskipun Musa telah diberi tugas oleh TUHAN untuk memimpin umat Israel keluar dari perbudakan di Mesir, namun dia merasa kurang percaya diri pada kemampuannya untuk berbicara dihadapan Firaun. Hal ini mengajarkan pada kita bahwa terkadang kita juga bisa merasakan ketidakpercayaan dan ketakutan dalam menghadapi tugas atau tanggung jawab yang diberikan kepada kita. Namun, kita dapat belajar dari kepercayaan Musa kepada TUHAN yang akhirnya memampukannya untuk melaksanakan tugas yang diberikan kepadanya. Sebagai umat pilihanNya, kita harus memiliki kepercayaan yang kokoh kepada Tuhan, mengandalkan-Nya dalam setiap aspek kehidupan kita, dan percaya bahwa Dia akan memampukan kita melebihi keterbatasan kita sendiri. Ketahuilah bahwa kita memiliki Allah yang tidak terbatas didalam Yesus Kristus Tuhan
Senin, 18 Maret 2024 Pembacaan Alkitab; Keluaran 1 – 4 PANGGILAN DAN PILIHAN TUHAN Jadi sekarang, pergilah, Aku mengutus engkau kepada Firaun untuk membawa umat-Ku, orang Israel, keluar dari Mesir.” Keluaran 3:10 Tuhan mengutus Musa untuk menjadi pemimpin yang membawa bangsa Israel keluar dari perbudakan di Mesir dan menuju tanah yang dijanjikan. Kekuatan dan kuasa Tuhan menyertai Musa dalam melaksanakan tugasnya. Hal ini juga mengingatkan kita bahwa Tuhan memiliki rencana dan tujuan-Nya dalam setiap tugas yang Dia berikan kepada kita. Sebagai umatNya, kita harus bersedia untuk mendengar dan mengikuti panggilan Tuhan dalam hidup kita. Meskipun tugas besar dan tantangannya sulit, namun percayalah bahwa Tuhan akan memberikan kemampuan dan bimbingan-Nya kepada kita dalam melaksanakan panggilan-Nya. Ketika Tuhan memanggil kita untuk dipakai Nya maka kita harus bersedia mendengar, taat kepada-Nya, dan bersedia melakukan segala perintah Nya.
Minggu, 17 Maret 2024 Pembacaan Alkitab; Matius 26 – 28 SELESAIKAN AMANAT AGUNG Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus, dan ajarlah mereka melakukan segala sesuatu yang telah Kuperintahkan kepadamu. Dan ketahuilah, Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman.” Matius 28:19-20 Firman ini mengajarkan pada kita pentingnya misi Kristus kepada umat Nya. Ini adalah bagian dari perintah terakhir yang diberikan oleh Yesus kepada para murid-Nya sebelum Ia naik ke surga. Pertama kita dipanggil untuk pergi & menjadikan murid dari semua bangsa. Panggilan ini menunjukkan bahwa Injil adalah untuk semua orang, tidak memandang suku, bangsa, atau ras. Kita diminta untuk menjadi saksi yang setia dan berani dalam membagikan kabar baik tentang keselamatan melalui Yesus Kristus. Kedua kita dipanggil untuk mengajarkan orang-orang untuk melakukan segala sesuatu yang telah diperintahkan oleh Yesus. Perintah & ajaran Nya telah dituliskan dalam Alkitab. Mengajarkan dan memberitakan Firman Tuhan adalah bagian dari tanggung jawab kita sebagai murid Kristus. Kita tidak pernah sendirian dalam melaksanakan tugas ini. Roh Kudus akan selalu memimpin, membimbing, dan memampukan kita untuk melakukan kehendak-Nya. Kehadiran-Nya memberikan kekuatan, penghiburan, dan ketenangan dalam menyelesaikan amanat Agung selama kita ada di muka bumi ini
Sabtu, 16 Maret 2024 Pembacaan Alkitab: Matius 23-25 “SIAP SEDIA DAN BERJAGA-JAGA” “Sebab itu, hendaklah kamu juga siap sedia, karena Anak Manusia datang pada saat yang tidak kamu duga.” (Matius 24:44) Tuhan Yesus pasti akan datang kembali ke dunia, tapi kedatangan-Nya nanti akan sangat berbeda dengan kedatangan-Nya pada dua ribu tahun yang lalu sebagai bayi yang tak berdaya, yang lahir di kandang domba. Kelak Ia akan datang kembali dengan penuh kemuliaan dan kuasa-Nya yang tak terhingga. Ia akan menjadi hakim yang menghukum mereka yang telah menolak-Nya, yaitu mereka yang tunduk pada kerajaan kegelapan. Tidak ada seorang pun tahu kapan saat kedatangan kembali Tuhan Yesus akan tiba, tetapi yang bisa kita lakukan adalah bersiap sedia, berjaga-jaga. Apa yang harus kita lakukan pada masa berjaga-jaga ini? 1.Hidup di dalam kekudusan dan berintegritas tidak munafik seperti para ahli Taurat dan orang-orang Farisi (Mat. 23:14). 2.Tetaplah waspada, jangan sampai ada orang yang menyesatkan kita dengan rupa-rupa angin pengajaran. Memang ada guru dan nabi palsu, mereka bisa ada di manapun, termasuk berada di dalam gereja, bahkan mengajar di dalamnya, tetapi ajaran mereka berbeda dengan apa yang Tuhan Yesus ajarkan (Mat. 24:4, 5, 11). Jauhilah mereka! 3.Sabarlah dalam menanggung penderitaan, karena menjadi Saksi Kristus memang bukanlah hal yang mudah, banyak rintangan dan penderitaan yang harus dihadapi (Mat. 24:13). 4.Selalu siap sedia dan berjaga-jaga pasti berbeda dari orang yang lengah dan tertidur (Mat. 24:44). Sampai tiba waktunya nanti, hanya mereka yang tetap terjaga saja yang akan siap menyambut Tuhan. Tuhan Yesus pasti akan datang kembali, kapan waktunya kita tidak tahu, satu hal yang pasti kita diperintahkan-Nya untuk senantiasa berjaga-jaga setiap saat.
Jumat, 15 Maret 204 Pembacaan Alkitab: Matius 18-22, “TUHAN YANG MENYERTAI” “Dan lagi Aku berkata kepadamu: Jika dua orang dari padamu di dunia ini sepakat meminta apa pun juga, permintaan mereka itu akan dikabulkan oleh Bapa-Ku yang di sorga. Sebab di mana dua atau tiga orang berkumpul dalam nama-Ku, di situ Aku ada di tengah-tengah mereka.” (Matius 18:19-20) Pernahkan kita berada dalam suatu situasi yang demikian kritis, di mana kita dituntut harus bisa mengambil sebuah keputusan yang benar? Mungkin keputusan itu terkait dengan hubungan kita dengan orang lain, terkait dengan rencana pendidikan kita, atau bahkan terkait dengan masa depan bisnis yang kita bangun. Kalau sudah seperti itu biasanya kita akan berkonsultasi dengan orang yang lebih ahli atau lebih senior dari pada kita, yaitu seseorang yang kita anggap cukup bijak untuk membantu dalam mengambil keputusan penting tersebut. Namun bagaimana kalau kita tidak memiliki ‘teman’ seperti itu. Sabagai orang percaya kita tidak pernah ditinggalkan sendiri. Yesus Kristus selalu hadir dalam setiap perhimpunan orang yang beriman kepada-Nya. Pada bacaan di atas, Tuhan berjanji bahwa Ia akan hadir di mana ada dua atau tiga orang berkumpul dalam nama-Nya, bukan hanya untuk memberikan keputusan, namun juga supaya mereka bisa menyembah-Nya. Dengan ini jemaat yang ada pada waktu itu didorong-Nya untuk berkumpul dengan janji bahwa Ia akan hadir, karena Ia telah berjanji “Di situ Aku ada di tengah-tengah mereka.” Yang Ia maksudkan di sini adalah janji kehadiran-Nya yang secara khusus. Di mana ada umat-Nya berkumpul, di sanalah Ia akan bertahta dan tinggal. Ia hadir di tengah-tengah kita untuk menguatkan kita ketika kita menghadapi persoalan & tantangan hidup, untuk menyegarkan serta menghibur jiwa kita. Saat Ia hadir di tengah-tengah kita, Roh Kudus-Nya ada bersama dengan kita. Di situlah terjadi pemulihan, ada kuasa yang dialirkan, ada urapan yang baru tercurah atas kita, ada hikmat yang Ia berikan bagi kita, sehingga kita sanggup mengambil keputusan yang benar. Walaupun hanya ada dua atau tiga orang yang berkumpul bersama namun sepakat, sehati dan sepikir, Kristus pasti hadir di tengah mereka. Hal ini hendaknya mendorong kita untuk selalu berhimpun dalam kelompok-kelompok kecil, setiap kali ada kesempatan.